Jakarta -
Perut mengandung muda mungkin belum terlalu terlihat, lantaran baru bakal membesar seiring bertambah usia kehamilan. Sejumlah ibu mengandung mungkin penasaran seperti apa corak perut ibu mengandung muda saat tidur, apakah berubah?
Secara umum, perut ibu mengandung muda saat tidur belum mengalami perubahan secara signifikan secara visual. Namun, Bunda mungkin merasakan sensasi yang berbeda. Perubahan ini lebih sering dirasakan daripada terlihat.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, ahli menopause, mengatakan bahwa corak perut ibu mengandung itu dapat menunjukkan lebih banyak tentang ibu daripada bayinya. Perut ibu mengandung dapat mengungkapkan tingkat kebugaran ibu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara seorang wanita mengandung sangat berjuntai pada otot perutnya," kata Kecia Gaither, MD, MPH, kepala jasa perinatal di Lincoln Medical and Mental Health Center di New York City dilansir dari The Bump.
Seperti apa corak perut mengandung muda saat tidur?
Di trimester pertama, ukuran rahim tetap relatif mini dan tetap berada di dalam panggul. Jadi, perut Bunda belum terlalu menonjol. Apalagi jika itu kehamilan pertama. Bagaimana saat tidur? Bentuk perut saat tidur biasanya tetap terlihat seperti biasa.
Namun, beberapa Bunda mungkin merasakan:
- Perut terlihat datar. Namun terasa lebih penuh alias kembung di malam hari.
- Bagian bawah perut sedikit lebih menonjol saat berbaring.
- Sensasi kencang alias tidak nyaman di posisi tertentu.
Perasaan ini membikin seakan perut berubah bentuk. Padahal, ini lebih ke perubahan rasa. Bukan corak secara nyata.
Yang perlu Bunda ingat, perut setiap ibu mengandung berbeda-beda. Perut Bunda mungkin terlihat sedikit lebih buncit, tetapi bisa saja itu adalah kembung lantaran penumpukan lemak, bukan lantaran hamil.
Alasan perut terasa berubah saat mengandung muda
Ada beberapa penyebab kenapa perut terasa berbeda saat tidur yang dirangkum dari beragam sumber:
1. Perubahan hormon
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Pharmacology, dituliskan bahwa progesteron memang terbukti memperlambat motilitas saluran cerna dan bikin pencernaan lebih rileks dari biasanya, hasilnya mudah kembung
2. Penumpukan gas
Perubahan hormonal di trimester awal sering berangkaian dengan kembung, dispepsia, dan rasa begah lantaran kegunaan cerna ikut melambat.
3. Rahim mulai berkembang
Perut Bunda di awal kehamilan memang belum terlihat. Namun, rahim sudah mulai membesar dan memberi tekanan ringan di area perut bawah.
4. Sensitivitas tubuh meningkat
Tubuh ibu mengandung jadi lebih peka. Alhasil, perubahan mini terasa lebih jelas. Terutama saat berbaring.
Kapan corak perut mengandung mulai tampak jelas?
Biasanya, perut mulai terlihat membesar di usia kehamilan sekitar 12 hingga 16 minggu. Namun, pada wanita yang baru pertama kali mengandung seringkali mulai terlihat antara minggu ke 16 dan 20. Ini bisa berbeda-beda tergantung kondisi setiap Bunda.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pertumbuhan perut berangkaian dengan pembesaran rahim yang mulai naik ke atas panggul di trimester kedua.
Terdapat beberapa aspek yang memengaruhi besar alias kecilnya perut ibu hamil, antara lain:
- Kerangka tubuh. Perempuan yang berpostur tubuh mini maka perut mengandung mungkin terlihat lebih awal.
- Otot inti tubuh. Pada wanita yang otot perutnya kencang sebelum hamil, kemungkinan perut mempertahankan bentuknya lebih lama sebelum terlihat membesar.
- Pengalaman kehamilan sebelumnya. Perempuan yang sudah mengandung biasanya mempunyai otot perut yang lebih santuy setelah melahirkan pertama kali, sehingga perut bisa terlihat lebih awal pada kehamilan berikutnya.
- Berat badan yang meningkat selama kehamilan. Jika berat badan Bunda bertambah lebih banyak maka perut mengandung mungkin terlihat lebih besar. Jumlah kenaikan berat badan yang disarankan selama kehamilan tergantung pada berat badan awal.
- Usia. Perempuan yang berumur 20-an, umumnya mempunyai otot inti yang lebih kuat, sehingga perut mengandung mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk terlihat.
- Posisi bayi. Bagaimana janin berada dalam kandungan juga dapat mempengaruhi seberapa besar alias mini penampilan ibu hamil.
Faktor yang memengaruhi corak perut mengandung muda saat tidur
Ibu mengandung mungkin merasa corak perutnya terasa berbeda saat tidur. Berikut ini beberapa perihal yang membikin perut mengandung terasa berbeda saat tidur, antara lain
- Posisi tidur
- Kondisi perut seperti kembung alias sembelit
- Postur tubuh
- Berat badan sebelum hamil
- Kekuatan otot perut
Misalnya, ketika Bunda tidur miring kemungkinan merasakan jika perut terjatuh ke satu sisi. Itu normal.
Penjelasan medis tentang corak perut mengandung muda saat tidur
Penjelasan medis corak perut di awal kehamilan belum mengalami perubahan signifikan lantaran ukuran janin tetap sangat kecil.
Berdasarkan jurnal Sleep Medicine Reviews, perubahan persepsi tubuh saat mengandung sering dipengaruhi oleh aspek hormonal dan emosional. Bukan hanya perubahan fisik. Maksudnya, yang Bunda rasakan itu nyata tapi bukan selalu lantaran perubahan corak yang besar.
Posisi tidur yang disarankan saat mengandung muda
Posisi tidur ibu mengandung muda belum terbatas seperti di trimester akhir. Ada beberapa posisi tidur yang bisa dicoba agar Bunda merasa lebih nyaman dan tidur nyenyek seperti dikutip dari Parenting Firstcry:
1. Tidur miring
Tidur miring ke samping kanan alias kiri dianggap kondusif dan nyaman pada semua tahap kehamilan. Bunda dapat mencoba berganti posisi dari sisi kanan dan kiri. Alasannya, jika tidur di satu sisi saja dalam waktu yang lama, terutama di sisi kanan bisa memperburuk rasa mulas.
2. Tidur terlentang
Tidur terlentang memang bukan salah satu posisi tidur terbaik selama kehamilan. Namun, pada mengandung muda, setidaknya selama tiga bulan pertama, posisi tidur terlentang mungkin terasa nyaman.
Ketika perut sudah membesar, posisi terlentang dapat menekan punggung, usus, dan pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah dari tubuh bagian bawah ke jantung.
Tidur telentang dalam waktu lama selama kehamilan dapat menyebabkan sakit punggung, wasir, dan tekanan darah rendah. Sebaiknya ibu mengandung menghindari posisi ini.
3. Tidur miring kiri
Tidur dengan posisi miring kiri menjadi pilihan terbaik. Ini membantu memastikan aliran darah serta nutrisi maksimum ke plasenta. Dan dapat meningkatkan kegunaan ginjal.
4. Menggunakan bantal
Jika Bunda belum merasa nyaman dengan posisi tidur apapun, mungkin sudah saatnya menggunakan bantal tambahan. Bantal tersebut bisa diletakkan di bawah perut alias di antara dengkul untuk mengurangi tekanan. Atau Bunda juga bisa berebahan miring dengan kaki ditekuk serta meletakkan bantal di antara kedua lutut.
Bantal juga dapat diletakkan di belakang punggung saat tidur miring. Ini untuk mencegah Bunda bergulir ke belakang kapan saja.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·