Jakarta -
Banyak orang beranggapan bahwa tugas seorang raja hanya berkutat pada urusan kerajaan. Namun, Raja Willem-Alexander dari Belanda mempunyai kegiatan lain di luar perannya sebagai kepala negara, ialah menerbangkan pesawat, Bunda.
Selama lebih dari dua dekade, Sang Raja menjalani kehidupan ganda. Di luar tugas-tugas kerajaan dan upacara kenegaraan, dia terbang sebagai kopilot paruh waktu untuk KLM Royal Dutch Airlines, terutama menerbangkan rute regional untuk KLM Cityhopper.
Menariknya, dia juga menggunakan nama samaran, ialah Meneer van Buren, sebuah penghormatan kepada gelar tidak resmi berhistoris family kerajaan Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang Raja menjaga anonimitas sepenuhnya di kokpit, berbaur sempurna dengan kru yang mengenakan seragam standar KLM.
Dia sering menyapa penumpang dengan riang, menyambut mereka atas nama kapten dan awak kapal, tanpa pernah mengungkap bahwa dia adalah raja mereka.
“Bahkan jika seseorang mengenali bunyi saya, sebagian besar orang tetap tidak mendengarkan,” banyolan Raja Willem, dikutip dari laman HOLA!, Jumat (26/6/2026).
Lebih dari sekadar hobi
Bagi Raja Willem, menerbangkan pesawat bukan sekadar hobi. Ia menjalani peran tersebut dengan penuh tanggung jawab sebagai pilot yang mengutamakan keselamatan setiap penumpang.
“Kamu mempunyai pesawat, penumpang, dan awak. Kamu bertanggung jawab atas mereka. Kamu tidak bisa membawa masalah Anda dari darat ke langit. Kamu bisa sepenuhnya melepaskan diri dan berkonsentrasi pada perihal lain. Bagi saya, itulah bagian paling menenangkan dari terbang,” ujar Raja Willem.
Kecintaannya pada bumi penerbangan dimulai jauh sebelum berasosiasi dengan KLM. Ia memperoleh Lisensi Pilot Pribadi pada 1985 dan menghabiskan waktu terbang sebagai sukarelawan di Kenya untuk African Medical Research & Education Foundation dan Kenyan Wildlife Service.
Pada 1994, dia menerima Lisensi Pilot Militer dari kakeknya, Pangeran Bernhard. Ia apalagi mengatakan bakal menjadi pilot ahli seandainya tidak dilahirkan dalam family kerajaan.
Willem terbang sekitar dua hingga tiga kali sebulan, apalagi setelah naik takhta pada 2013. Untuk menjaga lisensi komersialnya tetap aktif, dia mencatat 150 jam tebang yang dibutuhkan setiap tahunnya. Kariernya di kokpit berkembang seiring dengan perkembangan armada KLM.
Ia menerbangkan pesawat Fokker 70 untuk Cityhopper selama lebih dari 20 tahun sebelum menjalani training ulang untuk pesawat Boeing 737, menyelesaikan penerbangan teragendakan terakhirnya dengan model tersebut pada Maret 2026.
Seiring transisi KLM ke Airbus A321neo, Sang Raja sekarang sedang menjalani training untuk pesawat-pesawat terbaru.
Keahliannya juga telah dibutuhkan untuk tugas-tugas resmi. Pada 2024, dia menerbangkan pesawat pemerintah Belanda untuk kunjungan kerajaan ke Georgia, membawa Ratu Maxima hingga ke Atlanta, menunjukkan bahwa keahliannya melampaui penerbangan komersial.
Keamanan dan anonimitas menjadi lebih mudah setelah peristiwa 9/11. Raja mencatat bahwa sebelum serangan tersebut, pintu kokpit sering terbuka, dan penumpang yang penasaran bisa masuk ke dalam.
Saat ini, pembatasan yang lebih ketat telah mempermudah untuk jam terbang tanpa terdeteksi. Berjalan melalui Bandara Schiphol dengan seragam, dia jarang dikenali.
Terbang menjadi waktu rehat bagi Raja Willem
Terbang memberi Raja Willem rehat mental dari tanggung jawab kerajaannya. Konsentrasi tinggi yang dibutuhkan di kokpit memungkinkannya untuk melepaskan diri dari kehidupan istana.
“Ini adalah langkah dahsyat untuk meninggalkan tugas-tugas kerajaan Anda di darat dan sepenuhnya konsentrasi pada perihal lain,” ungkapnya.
Bahkan, sebagai raja, dia menghargai saat-saat di udara ini, sebuah ruang di mana tekanan memerintah 17 juta penduduk Belanda dapat dikesampingkan demi tugas yang murni teknis dan mengasyikkan.
Rahasia raja terungkap dalam sebuah wawancara pada 2017, meskipun pada saat itu dia telah menghabiskan 21 tahun terbang dengan nama samaran tersebut.
Ia menggambarkan perannya sebagai pilot tamu, sebuah posisi yang dipegangnya berbarengan tanggungjawab kerajaannya, dan posisi yang memberinya akses sigap kembali ke Belanda untuk keadaan darurat jika diperlukan.
Raja Willem bukanlah satu-satunya personil family kerajaan yang menyukai penerbangan. Pangeran Philip, mendiang Adipati Edinburgh, telah mencatat nyaris 6.000 jam terbang di lebih dari 60 pesawat, termasuk Concorde.
Sementara itu, ada juga Raja Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida dari Thailand juga merupakan pilot terlatih dan sering menerbangkan pesawat mereka sendiri untuk kunjungan kenegaraan, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·