Bi Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Dampaknya Ke Uang Belanja Bunda?

Jun 10, 2026 02:40 PM - 1 jam yang lalu 56

Jakarta -

Bank Indonesia (BI) baru saja meningkatkan suku kembang referensi (BI Rate) sebesar 25 pedoman poin menjadi 5,50 persen, meningkatkan suku kembang Deposit Facility menjadi 4,50 persen, dan meningkatkan Lending Facility menjadi 6,25 persen. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan akibat tekanan eksternal.

Chief Economist PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Myrdal Gunarto, menilai langkah ini menjadi upaya otoritas moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan akibat tekanan eksternal. Menurutnya, bauran kebijakan moneter perlu diambil untuk menjaga daya tarik atas aset finansial domestik.

Myrdal menjelaskan, pelemahan rupiah beberapa pekan terakhir telah meningkatkan akibat kenaikan nilai imbas naiknya nilai peralatan impor alias imported inflation. Utamanya terhadap sektor yang mempunyai ketergantungan tinggi pada bahan baku, peralatan modal, maupun komponen impor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Karenanya, dia menilai langkah stabilisasi yang ditempuh BI menanggung angan besar. Myrdal berambisi BI bisa mempercepat proses penyesuaian pasar sekaligus menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.

"Di tengah meningkatnya volatilitas pasar finansial global, terutama akibat eskalasi ketegangan geopolitik dan pergeseran arus modal internasional, penguatan bauran kebijakan moneter diharapkan dapat menjaga daya tarik aset finansial domestik sekaligus memperkuat kepercayaan penanammodal terhadap perekonomian Indonesia," kata Myrdal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/6/2026).

Myrdal menerangkan, esensial perekonomian domestik tetap relatif kuat. Sektor pembangunan infrastruktur, perumahan, ketahanan pangan, energi, hilirisasi, hingga ekspor sumber daya alam (SDA) diperkirakan tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi domestik di tahun 2026.

Myrdal mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan sebesar 5,2 persen. Pertumbuhan ini juga bakal ditopang oleh kegiatan investasi dan intermediasi perbankan yang tetap terjaga.

Bagaimana dampaknya pada duit shopping Bunda?

Meski begitu, Myrdal menekankan kenaikan suku kembang referensi berpotensi memberi tekanan terhadap sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan daya beli masyarakat. Ia mengingatkan keseimbangan kebijakan kudu tetap dijaga untuk memitigasi tekanan tersebut.

"Keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan support terhadap pertumbuhan ekonomi bakal tetap menjadi aspek krusial dalam arah kebijakan moneter ke depan," terangnya.

Ke depan, Myrdal menilai ruang penyesuaian BI-Rate bakal berjuntai pada perkembangan nilai tukar rupiah, inflasi, arus modal asing, dan dinamika ekonomi global. Namun menurutnya, BI bakal mempertahankan elastisitas kebijakan sesuai kondisi pasar.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya