Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

Aug 11, 2026 09:35 PM - 1 jam yang lalu 4

Jakarta -

Saat ini di media sosial kembali banyak dibicarakan tentang pelabelan pola asuh yang berjulukan gummy bear mom. Tanpa sadar, Bunda mungkin termasuk dalam kategori pengasuhan ini. Apa itu gummy bear mom?

Hal ini krusial diketahui terutama berangkaian dengan pola makan dan pembentukan kebiasaan makan pada anak. Bukan tak mungkin, ini juga memengaruhi kepercayaan diri anak di masa depan.

Dalam istilah gummy bear mom, orang tua memberi kebebasan lebih luas pada anak untuk menikmati makanan, termasuk camilan manis. 


Namun di kembali istilah tersebut, ada perdebatan tentang mengatur keseimbangan pola makan, pengaruhnya bagi kesehatan anak, serta gimana orang tua membentuk kebiasaan makan anak sejak dini. 

Apa itu gummy bear mom?

Menurut mahir gizi anak, Dani Lebovitz, MS, RDN, secara garis besar gummy bear mom berfaedah orang tua tidak membatasi makanan anak secara ketat.

Hal ini termasuk dalam pemberian makanan manis, yang biasanya diatur seefisien mungkin bagi sebagian besar orang tua.

"Mereka condong dianggap oleh anak sebagai 'ibu yang seru'. Mereka mau makanan menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak-anaknya," ungkap Lebovitz, yang juga merupakan co-author dari Food Positivity: How to Ditch Diet Culture and Talk to Kids About Food, dikutip dari The Bump.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, dapur gummy bear mom digambarkan selalu penuh dengan camilan manis, Bunda.

Meski terkesan sangat bebas, umumnya para gummy bear mom secara sadar berupaya memastikan anak-anak mempunyai hubungan yang baik dengan makanan.

Mereka berupaya untuk tidak memberi label makanan sebagai 'baik' alias 'buruk'. Dengan demikian, bisa tercipta hubungan yang sehat dengan makanan, tanpa rasa bersalah alias tekanan yang bisa muncul dari patokan yang ketat.

Tanda-tanda gummy bear mom

Bunda mungkin termasuk dalam kategori ini jika mempunyai kebiasaan-kebiasaan seperti berikut:

  • Selalu punya camilan manis di tas, termasuk yogurt alias biskuit
  • Sering menyajikan sereal sebagai menu makan
  • Tidak mempermasalahkan saat anak memilih dan mengambil makanan sendiri di kulkas
  • Memiliki dapur penuh camilan, yang disukai oleh teman-teman Si Kecil

Saat berbelanja, para gummy bear mom juga condong tidak membatasi terlalu ketat jika anak-anaknya mau membeli camilan manis alias jajanan lainnya.

Gummy bear mom vs almond mom

Berlawanan dengan konsep gummy bear mom, terkenal juga pelabelan yang dikenal sebagai almond mom. Apa yang dimaksud almond mom itu?

Para orang tua dengan label ini condong memberi label makanan sebagai 'baik' dan 'buruk'. Mereka juga biasanya memperhatikan kondisi bentuk dan kesehatan anak-anaknya, termasuk soal ukuran tubuh.

"Meski niatnya baik, tetapi pesan yang diterima anak-anak sering kali adalah bahwa makanan adalah sesuatu yang kudu dikendalikan alias ditakuti," imbuh Lebovitz. 

Gummy bear mom justru tidak memberikan pembatasan pada asupan makanan anak dan tidak terlalu berfokus pada pola makan sehat.

Mereka membebaskan anak untuk makan permen, camilan, keripik, dan makanan olahan lainnya.

Kendati demikian, Lebovitz mengingatkan bahwa istilah viral seperti 'almond mom' dan 'gummy bear mom' bukanlah pendekatan pengasuhan makanan yang resmi.

"Istilah-istilah ini juga sangat samar, sehingga memberi banyak ruang bagi setiap orang untuk mengartikan secara berbeda-beda" pesannya.

Menjadi gummy bear mom, baik alias tidak?

Menurut pendapat mahir gizi Lauren Manaker, MS, RDN, konsep keseimbangan juga krusial bagi gummy bear mom.

"Dengan mengizinkan pemberian camilan manis dalam kehidupan sehari-hari, gummy bear mom mencontohkan pendapat bahwa tidak ada makanan yang secara inheren dicap 'buruk'. Anak-anak bisa menikmati segala sesuatu tanpa rasa bersalah, selama diatur dan dilakukan secara seimbang," imbuh Manaker. 

Jika orang tua bisa menghilangkan penilaian terhadap makanan, ini bisa membantu anak memahami sinyal lapar mereka dan mempercayai tubuh mereka sendiri.

"Mereka mulai menyadari apa yang mereka sukai, apa yang mereka butuhkan, dan gimana makanan membikin mereka merasakan sesuatu," tutur Lebovitz.

Jika anak secara berlebihan dilarang untuk melakukan sesuatu, termasuk makan makanan manis seperti permen contohnya, mereka bakal semakin penasaran. Tidak menutup kemungkinan ini justru membikin anak mencoba memakannya kelak secara diam-diam.

Sebaliknya, Lebovitz beranggapan andaikan anak diberi pemahaman yang baik tentang keseimbangan, mereka jadi terbiasa menikmati camilan sebagai bagian dari kehidupan normal tanpa perlu sembunyi-sembunyi.

Tips agar anak bisa seimbang mengatur makanan

Jika Bunda baru mengenal konsep gummy bear mom dan tertarik mencobanya, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mengaturnya:

1. Ciptakan keseimbangan tanpa tekanan

Tujuannya bukan membiarkan anak hanya makan apa yang mereka mau, melainkan menciptakan lingkungan seimbang di mana makanan bergizi dan camilan sama-sama mempunyai 'tempat'.

Dampingi anak saat sedang mau makan camilan manis, sampaikan seperti apa pengaturan yang tepat.

2. Hindari membatasi makanan manis secara berlebihan

Biarkan anak-anak makan dengan urutan apa pun yang mereka pilih, tanpa komentar. Meski dorongan untuk menyuruh anak makan sayuran terlebih dulu sering muncul, ingatlah bahwa konsepnya adalah menyamakan kedudukan semua makanan.

Membatasi akses terhadap makanan manis justru meningkatkan kesukaan anak terhadapnya.

"Apabila orang tua memperlakukan dessert sebagai bagian biasa dari makanan, anak belajar mempercayai sinyal tubuh mereka dan berbaikan dengan semua jenis makanan," ujar mahir gizi Elizabeth P. Davenport, MPH, RDN.

3. Ajak anak berpetualang dengan makanan

Jadikan waktu makan sebagai kesempatan untuk bereksplorasi. Kunjungi pasar, kebun sayur, jelajahi makanan dari beragam budaya, dan jadikan memasak sebagai kegiatan keluarga.

Berikan juga anak kesempatan untuk membantu menyiapkan makanan berbareng di rumah. Pendekatan kolaboratif ini membantu anak merasa berkekuatan sekaligus memperluas selera makan mereka.

4. Sesuaikan percakapan tentang makanan dengan usia anak

Di usia dini, anak condong berpikir secara konkret. Alih-alih berfokus pada patokan gizi, buatlah obrolan tentang makanan tetap sederhana.

Tanyakan apa yang mereka sukai dari beragam makanan. Bicarakan juga soal tekstur dan warna makanan favoritnya. 

5. Bangun kepercayaan diri terhadap makanan dalam jangka panjang

Anak-anak sering kali memerlukan paparan berulang untuk menerima makanan baru. Penting bagi orang tua untuk bersabar dan menawarkan makanan baru tanpa tekanan. 

Hal ini dapat membantu anak mengembangkan kepercayaan pada tubuh dan pilihan makanannya.

Itulah penjelasan tentang apa itu gummy bear mom. Ingatlah bahwa membangun hubungan yang sehat dengan makanan bisa menjadi proses seumur hidup, sehingga keseimbangan pun lebih penting.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya