Kebiasaan Bungkuk Saat Bekerja Di Awal Kehamilan Tingkatkan Risiko Keguguran, Ini Kata Studi

Jun 26, 2026 11:00 AM - 13 jam yang lalu 575

Jakarta -

Tahukah Bunda, kebiasaan membungkuk saat mengandung rupanya bisa meningkatkan akibat keguguran lho. Studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan sering membungkuk saat bekerja, terutama di awal kehamilan, dikaitkan dengan akibat keguguran.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine ini menganalisis 803.829 kehamilan di antara 475.312 wanita antara tahun 2004 dan 2018. Para peneliti dari Bispebjerg Hospital di Copenhagen dan University of Copenhagen di Denmark menggunakan model paparan pekerjaan unik selama kehamilan yang telah disempurnakan.

Mereka lampau menggabungkan pembacaan pencari kegiatan dan pertimbangan mahir tentang waktu yang dihabiskan untuk berdiri, berjalan, dan membungkuk ke depan pada perspektif 30 derajat alias lebih. Analisis informasi menunjukkan bahwa membungkuk ke depan, berjalan, dan berdiri, dikaitkan dengan akibat keguguran yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Setiap jam tambahan membungkuk ke depan, terutama pada perspektif 30 derajat, dikaitkan dengan peningkatan akibat keguguran sebesar 36 persen. Sementara itu, satu jam tambahan melangkah alias berdiri dikaitkan dengan peningkatan akibat masing-masing sebesar 18 persen dan 3 persen.

Studi observasional memang menemukan kaitan antara kebiasaan membungkuk dengan keguguran. Namun, hasilnya tidak dapat ditarik konklusi mengenai karena dan akibat. Selain itu, ada juga keterbatasan lain, termasuk kebenaran bahwa tidak ada informasi perseorangan tentang merokok selama kehamilan. Oleh lantaran itu, studi lebih lanjut tetap perlu dilakukan.

"Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, paparan kerja ini dapat memengaruhi perfusi (sirkulasi darah dan cairan) plasenta alias izin hormonal dengan langkah yang dapat meningkatkan akibat keguguran," kata tim peneliti, dilansir The Guardian.

Profesor dari City St George's, University of London, Asma Khalil, mengatakan bahwa temuan ini tidak boleh disalahartikan. Menurutnya, aktivitas yang biasa pada awal kehamilan tidak boleh selalu dianggap tidak aman.

"Ini adalah studi kohort berbasis registrasi nasional yang besar dan dilakukan dengan baik menggunakan informasi di Denmark dari lebih dari 800.000 kehamilan. Kekuatan utamanya adalah penggunaan matriks paparan pekerjaan spesifik kehamilan untuk memperkirakan kegiatan berdiri, berjalan, dan membungkuk ke depan di tempat kerja, yang mengurangi bias ingatan dibandingkan dengan paparan yang dilaporkan sendiri," ungkapnya.

"Temuan utama adalah bahwa membungkuk ke depan saat bekerja dikaitkan dengan peningkatan akibat keguguran, dengan pola respons dosis yang lebih konsisten daripada yang terlihat pada posisi berdiri alias berjalan. Namun, ini adalah studi observasional, sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat."

Khalil menambahkan, studi ini mempunyai beberapa keterbatasan. Beberapa di antaranya adalah ketidakmampuan untuk menyesuaikan aspek pengangkatan beban dan potensi bias dari paparan pekerjaan lain, seperti kerja shift alias paparan bahan kimia.

"Meskipun penelitian ini memunculkan asumsi menarik mengenai postur kerja dan akibat keguguran, temuan perlu direplikasi dan dikonfirmasi pada populasi lain sebelum dapat diterjemahkan menjadi pedoman tempat kerja yang tepat," katanya.

Hal yang perlu diketahui dari kebiasaan membungkuk saat hamil

Sebenarnya tidak ada larangan untuk membungkuk selama hamil, Bunda. Namun, pendapat mahir dari The US National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyarankan untuk membungkuk dengan langkah yang benar, ialah membungkuk di sendi pinggul bukan di tulang belakang.

Menurut NIOSH, keselamatan membungkuk selama kehamilan dapat berjuntai pada beberapa faktor, seperti kesehatan ibu hamil, kegiatan bentuk umum, dan tahap kehamilan. Jika ditelisik pada usia kehamilan, berikut penjelasan lengkapnya seperti melansir dari Mom Junction:

  • Pada trimester pertama, ibu mengandung bisa membungkuk tanpa ada tumbukan pada janin yang ukurannya tetap cukup kecil. Namun, jika terjadi komplikasi pada kehamilan, maka master mungkin bakal meminta Bunda untuk tidak terlalu sering membungkuk.
  • Membungkuk mungkin juga tidak menjadi masalah pada trimester kedua. Namun, aktivitas ini mungkin menyebabkan beberapa ketidaknyamanan.
  • Pada trimester ketiga, baby bump yang sudah besar dapat menyebabkan pergeseran pusat gravitasi yang mengakibatkan Bunda mungkin kehilangan keseimbangan saat membungkuk.

Demikian penjelasan mengenai temuan studi yang mengaitkan kebiasaan membungkuk saat mengandung dengan akibat keguguran. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya