Kenali Asma Bronkial Pada Anak Dan Orang Dewasa

May 09, 2026 02:20 PM - 4 jam yang lalu 187

Asma bronkial merupakan salah satu gangguan pernapasan kronis yang bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini terjadi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan sehingga menjadi lebih sensitif.

Ketika kambuh, penderita asma bronkial dapat mengalami sesak napas, batuk, dada terasa berat, dan bunyi mengi saat bernapas. Mengutip dari laman WebMD, asma bronkial termasuk penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang menyebabkan serangan batuk, mengi, dan sesak napas.

Penyakit ini perlu dikontrol dengan baik agar tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Jadi, kenali lebih jauh tentang asma bronkial melalui penjelasan di bawah ini ya, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu asma bronkial?

Asma bronkial adalah kondisi peradangan kronis pada saluran udara di paru-paru yang menyebabkan penyempitan saluran napas dan membikin penderitanya susah bernapas.

Melansir dari Medscape, pada asma bronkial terjadi hiperresponsivitas bronkus alias saluran napas yang menjadi terlalu sensitif terhadap pemicu tertentu. Akibatnya, saluran pernapasan mudah mengalami pembengkakan, produksi lendir berlebih, dan penyempitan.

Kondisi ini bisa berkarakter ringan hingga berat. Pada sebagian orang, indikasi hanya muncul sesekali. Namun, ada juga penderita yang mengalami kekambuhan berulang sehingga memerlukan pengobatan rutin.

Apakah asma dan asma bronkial sama?

Secara umum, istilah asma dan asma bronkial merujuk pada kondisi yang sama. Istilah “asma bronkial” digunakan untuk menegaskan bahwa gangguan terjadi pada bronkus alias saluran udara di paru-paru.

Namun, dalam bumi medis terdapat beberapa jenis asma, salah satunya adalah asma kardial. Karena itu, istilah asma bronkial digunakan untuk membedakannya dari kondisi lain yang mempunyai indikasi mirip sesak napas dan mengi.

Asma bronkial merupakan penyakit kronis pada saluran napas yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran udara, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan berulang.

Perbedaan asma bronkial dan asma kardial

Asma bronkial dan asma kardial sama-sama dapat menimbulkan sesak napas dan bunyi mengi. Namun, keduanya mempunyai penyebab yang berbeda.

Melansir dari laman Cleveland Clinic, asma kardial bukan disebabkan oleh gangguan saluran napas, melainkan akibat penumpukan cairan di paru-paru lantaran kandas jantung. Kondisi ini membikin penderita mengalami batuk dan susah bernapas, terutama saat berbaring.

Sementara itu, asma bronkial terjadi akibat peradangan dan penyempitan saluran napas yang dipicu alergi, debu, asap, olahraga, alias infeksi.

Berikut beberapa perbedaannya:

Asma bronkial: 

  • Disebabkan peradangan saluran pernapasan.
  • Sering muncul sejak usia muda alias anak-anak.
  • Tekanan darah biasanya normal.

Asma kardial:

  • Dipicu gangguan jantung dan penumpukan cairan di paru.
  • Lebih sering dialami lansia dengan riwayat penyakit jantung.
  • Dapat disertai tekanan hipertensi dan tanda kandas jantung.

Penyebab asma bronkial

Asma bronkial dapat dipicu oleh banyak faktor, baik dari lingkungan maupun kondisi tubuh penderita. Berikut beberapa penyebab dan pemicunya:

  • Paparan debu, serbuk sari, jamur, dan bulu hewan.
  • Asap rokok dan polusi udara.
  • Infeksi saluran pernapasan seperti flu.
  • Olahraga alias kegiatan bentuk berat.
  • Udara dingin.
  • Stres emosional.
  • Refluks masam lambung alias GERD.
  • Obesitas.
  • Paparan bahan kimia alias iritan di tempat kerja.
  • Penggunaan obat tertentu seperti aspirin alias NSAID.

Pada anak-anak, jangkitan virus juga menjadi salah satu pemicu asma yang cukup sering ditemukan.

Gejala asma bronkial pada anak dan orang dewasa

Gejala asma bronkial bisa berbeda pada tiap orang. Ada yang hanya mengalami keluhan ringan, tetapi ada pula yang mengalami serangan berat hingga memerlukan pertolongan medis.

Berikut beberapa indikasi asma bronkial yang umum terjadi:

  • Sesak napas.
  • Napas bersuara mengi.
  • Batuk terus-menerus, terutama malam hari.
  • Dada terasa sesak alias berat.
  • Mudah capek saat beraktivitas.
  • Sulit tidur lantaran batuk alias sesak.

Pada anak-anak, indikasi sering muncul setelah bermain alias saat malam menjelang pagi. Sedangkan pada orang dewasa, indikasi dapat kambuh ketika terkena polusi, stres, alias kelelahan.

Asma bronkial bukan penyakit menular, Bunda. Penyakit ini tidak dapat beranjak dari satu orang ke orang lain melalui udara, sentuhan, alias penggunaan perangkat makan bersama.

Meski begitu, aspek genetik alias keturunan dapat meningkatkan akibat seseorang mengalami asma. Anak yang mempunyai orang tua penderita asma biasanya mempunyai kemungkinan lebih besar mengalami kondisi serupa.

Selain aspek keturunan, lingkungan dan style hidup juga turut memengaruhi munculnya indikasi asma bronkial.

Diagnosis asma bronkial

Untuk memastikan pemeriksaan asma bronkial, master bakal melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta beberapa tes penunjang.

Salah satu pemeriksaan utama untuk mendiagnosis asma adalah spirometri. Tes ini dilakukan untuk mengukur kegunaan paru dan keahlian bernapas pasien.

Selain spirometri, pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Peak flow meter untuk mengukur kekuatan hembusan napas.
  • Foto rontgen dada.
  • Pemeriksaan oksigen dalam darah.
  • Tes alergi jika diperlukan.

Dokter juga bakal menilai apakah indikasi yang muncul berkarakter berulang dan membaik setelah pemberian obat asma.

Cara mengobati asma bronkial

Pengobatan asma bronkial bermaksud mengontrol gejala, mencegah serangan kambuh, dan menjaga kegunaan paru tetap optimal.

Terapi asma biasanya melibatkan penggunaan inhaler untuk membantu membuka saluran napas dan mengurangi peradangan.

Beberapa langkah mengobati asma bronkial meliputi:

  • Menggunakan inhaler sesuai rekomendasi dokter.
  • Menghindari pemicu asma seperti asap rokok dan debu.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Mengontrol stres.
  • Berolahraga ringan secara rutin.
  • Mengonsumsi obat antiinflamasi alias bronkodilator jika diperlukan.
  • Rutin kontrol ke master untuk memantau kondisi asma.

Asma bronkial memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikontrol dengan pengobatan dan pola hidup yang sehat. Semoga tulisan ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya