Keluar Gumpalan Darah Haid Seperti Daging, Apakah Tanda Keguguran?

May 09, 2026 02:40 PM - 4 jam yang lalu 198

Jakarta -

Keguguran awal sering kali susah dibedakan dengan menstruasi rutin bagi para perempuan. Nah, jika keluar gumpalan darah seperti daging, apakah tanda keguguran ya, Bunda?

Kondisi keguguran memang sesuatu yang menyedihkan khususnya para pejuang garis dua dan para wanita secara umum. Apalagi, keguguran yang dialaminya tanpa disadari mereka alami. Biasanya, mereka hanya menganggap peristiwa tersebut layaknya menstruasi biasa.

Kenali indikasi keguguran

Bagi masyarakat awam, mengenali dan membedakan antara menstruasi dan keguguran awal mungkin cukup susah karena keduanya mempunyai beberapa indikasi yang sama. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Keguguran sendiri memang cukup umum terjadi pada trimester pertama dan perihal ini terjadi pada sekitar 10 persen kehamilan yang diketahui. Dalam beberapa kasus, keguguran dapat terjadi sebelum Bunda mengetahui bahwa Bunda hamil. Jika ini terjadi, Bunda mungkin tidak bakal merasakan perbedaan apa pun dari menstruasi Bunda biasanya.

Meskipun susah mengetahuinya, Bunda bisa mengenali keguguran dari indikasi yang muncul, seperti berikut ini:

1. Perdarahan vagina
2. Keluar jaringan alias gumpalan darah
3. Sakit perut dan kram
4. Saking punggung

Namun, bercak alias perdarahan ringan selama kehamilan tidak selalu merupakan tanda keguguran. Jika ini terjadi, perhatikan indikasi tidak biasa lainnya. Selain itu, pastikan untuk memeriksakannya ke master untuk mengetahui kepastiannya.

Sementara pada indikasi menstruasi biasa, sangatlah bervariasi ya, Bunda. Antara ovulasi dan menstruasi, hormon estrogen dan progesteron menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan bentuk dan emosional. Beberapa orang nyaris tidak mengalami indikasi apa pun, tetapi sebagian lainnya betul-betul merasakannya.

Gejala dari menstruasi sendiri meliputi perut kembung, nyeri payudara, kelelahan, sembelit, sakit kepala, perubahan nafsu makan, kecemasan, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi, masalah tidur dan lainnya seperti dikutip dari laman Healthline.

Menstruasi condong mengikuti siklus yang dapat diprediksi, meskipun tidak untuk semua orang. Jika perdarahan terjadi lebih awal alias lebih lambat dari yang diharapkan, perihal tersebut mungkin merupakan keguguran dini.

Infografis Perbedaan Darah Flek Hamil vs Haid Waktu, Tekstur & GejalaPerbedaan Darah Flek Hamil vs Haid Waktu, Tekstur & Gejala/ Foto: Kincai Media / Dwi Rachmi

Apa yang terjadi selama keguguran?

Kasus keguguran pada setiap wanita mungkin bakal berbeda pengalaman dan kondisinya. Hal ini juga karena kasus keguguran memang bakal berjuntai pada berapa minggu usia kehamilan saat keguguran terjadi. Hal itulah yang menunjukkan jenis jaringan kehamilan yang terlihat.

Bisa jadi, keguguran yang terlihat tampak seperti gumpalan darah, alias mungkin Bunda dapat memandang seperti adanya selaput alias bagian tubuh mini seperti dikutip dari laman Pregnancy Birth Baby.

Pada usia kehamilan 6 minggu, sebagian besar wanita tidak dapat memandang apa pun yang dapat dikenalinya saat mengalami keguguran. Selama perdarahan, Bunda mungkin hanya memandang gumpalan darah dengan kantung mini berisi cairan. Embrio, yang ukurannya kira-kira sebesar kuku jari kelingking, dan plasenta mungkin terlihat di dalam kantung tersebut.

Saat usia kehamilan 8 minggu, jaringan yang keluar mungkin tampak merah tua dan mengkilap. Sebagian wanita menggambarkannya seperti hati dan Bunda mungkin menemukan kantung berisi embrio di dalamnya, seukuran kacang kecil.

Ketika usia kehamilan 10 minggu, gumpalan darah yang keluar berwarna merah tua dan tampak seperti agar-agar. Mungkin terdapat selaput di dalamnya, yang merupakan bagian dari plasenta. Kantung tersebut bakal berada di dalam salah satu gumpalan darah. Pada saat ini, bayi yang sedang berkembang biasanya sudah terbentuk sempurna tetapi tetap sangat mini dan susah dilihat.

Sementara itu, ketika memasuki usia kehamilan 12 hingga 16 minggu, Bunda mungkin bakal memandang cairan keluar dari memek terlebih dulu yang diikuti dengan perdarahan dan gumpalan darah. Janin mungkin terlihat sangat mini dan sudah terbentuk sempurna. Jika Bunda memandang bayi, mungkin sudah berada di luar kantung ketuban. Atau bisa juga, bayi mungkin juga tetap menempel pada tali pusar dan plasenta.

Yang terjadi setelah keguguran

Pasca keguguran, perdarahan mungkin berkurang seiring waktu dan biasanya bakal terhenti dalam waktu dua minggu. Tanda-tanda kehamilan, seperti mual dan tetek yang nyeri, bakal lenyap setelah keguguran. 

Jika Bunda mengalami keguguran mendekati usia kehamilan 20 minggu, tetek mungkin bakal menghasilkan ASI. Setelahnya, Bunda bakal mengalami menstruasi berikutnya dalam waktu 4 hingga 6 minggu.

Kapan perlu ke dokter?

Meskipun perdarahan mengenai keguguran tampak banyak, sebagian besar orang tidak memerlukan perawatan medis. Namun, Bunda perlu segera menemui master alias mendapatkan perawatan darurat jika mengalami beberapa kondisi berikut:

1. Mengalami pendarahan lebih dari dua pembalut per jam
2. Mengeluarkan gumpalan darah yang lebih besar dari lemon
3. Mengalami demam alias menggigil
4. Mengalami nyeri hebat
5. Mengalami kesedihan yang dahsyat dan berkepanjangan

Mengelola emosi saat keguguran

Keguguran memang sebuah kehilangan yang bisa membikin seseorang terpukul. Tidak jarang, rasa kehilangan tersebut pun mengganggu kesehatan mental seseorang.

Ya, Bunda mungkin mendapati diri bersungkawa dan bisa melewatinya dengan baik meski terseok-seok. Jika Bunda mengalaminya, Bunda tidak perlu cemas lantaran keguguran memang perihal yang umum terjadi pada wanita lainnya di luar sana.

Dalam kebanyakan kasus, orang-orang dapat melanjutkan kehamilan yang sehat. Jika Bunda memerlukan bantuan, segeralah berkonsultasi dengan master ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya