Kenali Perbedaan Food Grade dan Non Food Grade Sebelum Beli Wadah!

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 9 menit 507x dilihat
Kenali Perbedaan Food Grade dan Non Food Grade Sebelum Beli Wadah!

Bagikan Postingan

perbedaan food grade dan non food grade – Halo, Grameds! Perbedaan food grade dan non food grade rupanya bukan sekadar urusan simbol di bawah wadah, tapi soal keselamatan kesehatanmu! Pernahkah Anda membayangkan zat kimia tak kasat mata bergeser ke dalam makanan cuma karena salah memilih kotak bekal?

Sekilas, semua wadah plastik maupun bungkusan makanan memang kelihatan sama. Padahal, menggunakan bahan yang belum teruji terlindungi bisa berakibat buruk bagi tubuh dalam jangka panjang. Biar Anda nggak salah beli lagi, yuk bongkar tuntas pengertian, ciri-ciri, contoh, hingga metode memilih wadah food grade yang tepat di sini, Grameds!

Apa Itu Food Grade?

Food grade adalah istilah untuk bahan maupun produk yang memenuhi persyaratan keamanan untuk bergesekan dengan makanan maupun minuman dalam kondisi penggunaan tertentu. Persyaratan tersebut dapat mencakup komposisi bahan, potensi perpindahan zat kimia, serta kesesuaiannya dengan jenis makanan dan suhu penggunaan.

Bahan food grade dapat ditemukan pada beragam produk, seperti wadah gudang makanan, botol minum, perlengkapan dapur, dan bungkusan pangan. Meski begitu, label food grade bukan berarti produk terlindungi digunakan dalam semua kondisi. Wadah yang terlindungi untuk makanan dingin, misalnya, belum tentu cocok untuk makanan panas maupun penggunaan dalam microwave.

Apa Itu Non Food Grade?

Non food grade adalah istilah untuk bahan maupun produk yang tidak dirancang maupun belum memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk kontak langsung dengan makanan dan minuman. Bahan ini biasanya digunakan untuk kebutuhan lain, seperti gudang barang, perlengkapan industri, maupun bungkusan produk nonpangan.

Bahan non food grade belum tentu rapuh ketika digunakan sesuai fungsi aslinya. Namun, bahan tersebut sebaiknya nggak digunakan untuk menyimpan makanan karena keamanan kontak pangannya belum terjamin. Wadah sisa deterjen, cairan pembersih, dan bahan kimia, misalnya, nggak boleh dialihfungsikan sebagai wadah makanan meskipun sudah dicuci.

Perbedaan Food Grade dan Non Food Grade

Perbedaan food grade dan non food grade dapat dilihat dari tujuan penggunaan, persyaratan keamanan, hingga kesesuaiannya untuk menyimpan makanan.

Aspek Food Grade Non Food Grade
Tujuan penggunaan Dirancang untuk bergesekan dengan makanan maupun minuman. Digunakan untuk keperluan nonpangan.
Persyaratan keamanan Memenuhi persyaratan keamanan untuk kontak pangan sesuai peruntukannya. Belum tentu memenuhi persyaratan keamanan untuk kontak pangan.
Risiko perpindahan zat Perpindahan zat ke makanan mesti memenuhi batas yang ditetapkan untuk kondisi penggunaan. Keamanan perpindahan zat ke makanan belum tentu terjamin.
Kesesuaian suhu Memiliki batas suhu sesuai rincian produk. Nggak boleh diasumsikan terlindungi untuk makanan panas maupun dingin.
Contoh penggunaan Wadah makan, botol minum, dan bungkusan yang dirancang untuk pangan. Ember bahan kimia, wadah deterjen, dan tempat gudang barang non pangan.

Ciri-Ciri Bahan Food Grade

Untuk mengenali bahan food grade, Grameds perlu memperhatikan keterangan produk dan tujuan penggunaannya. Tampilan yang bersih maupun permukaan yang kelihatan baik saja nggak cukup untuk memastikan keamanan bahan.

  • Memiliki keterangan untuk kontak pangan

Periksa label maupun keterangan produsen yang mengungkapkan bahwa produk ditujukan untuk makanan maupun minuman. Keterangan ini lebih relevan daripada sekadar melihat bentuk dan warna wadah.

  • Mencantumkan instruksi penggunaan

Produk yang baik biasanya menyertakan keterangan mengenai batas suhu, metode pencucian, serta apakah wadah boleh digunakan dalam microwave maupun freezer.

  • Berasal dari produsen terpercaya

Pilih produk yang memiliki keterangan bahan dan identitas produsen yang jelas. Jika diperlukan, periksa juga arsip maupun keterangan kesesuaian terhadap persyaratan keamanan pangan yang berlaku.

  • Nggak gampang rusak saat digunakan sesuai petunjuk

Wadah yang retak, mengelupas, berubah bentuk, maupun sulit dibersihkan sebaiknya diganti. Kondisi jasmani yang baik statis perlu diperhatikan meskipun produk tersebut awalnya dirancang untuk pangan.

Contoh Bahan Food Grade dan Non Food Grade

Bahan yang digunakan pada wadah maupun bungkusan dapat berbeda-beda, tergantung fungsi dan rincian produknya.

  • Plastik food grade

Beberapa produk berbahan PP (polipropilena), HDPE (polietilena berdensitas tinggi), dan PET (polietilena tereftalat) dibuat untuk kontak dengan makanan maupun minuman. Namun, nggak semua produk dari bahan tersebut otomatis food grade. Keamanannya statis bersandar pada formulasi, proses produksi, dan peruntukannya.

  • Kaca untuk makanan

Wadah kaca yang dirancang untuk menyimpan makanan umumnya gampang dibersihkan dan cocok untuk beragam jenis pangan. Meski begitu, ketahanan terhadap panas dan fluktuasi suhu statis perlu diperhatikan.

  • Stainless steel untuk pangan

Stainless steel yang sesuai untuk kontak dengan makanan banyak digunakan pada botol minum, alat makan, dan wadah penyimpanan. Pilih produk dengan rincian yang jelas agar sesuai dengan jenis makanan dan metode penggunaannya.

  • Wadah nonpangan

Wadah sisa bahan pembersih, ember untuk bahan kimia, dan bungkusan produk industri yang tidak ditujukan untuk pangan merupakan contoh produk yang sebaiknya nggak digunakan untuk menyimpan makanan maupun minuman.

Apakah Kode Plastik Bisa Menentukan Food Grade?

Kode bilangan 1–7 pada simbol daur ulang memberitahu kategori jenis plastik, bukan sertifikat bahwa suatu produk terlindungi untuk makanan. Karena itu, Grameds nggak bisa menentukan keamanan wadah cuma berdasarkan bilangan yang tercetak di bagiankecil bawahnya.

Sebagai contoh, plastik PET dengan kode 1 banyak digunakan untuk botol minuman, sedangkan PP dengan kode 5 sering ditemukan pada wadah makanan. Namun, kode tersebut cuma membantu mengenali jenis resin plastik. Untuk memastikan keamanan penggunaan, periksa keterangan kontak pangan dan instruksi dari produsen.

Cara Memilih Produk Food Grade yang Tepat

Agar nggak salah memilih wadah maupun bungkusan makanan, perhatikan beberapa hal berikut.

  • Sesuaikan dengan jenis makanan

Pilih wadah yang memang dirancang untuk makanan yang akan disimpan. Kebutuhan untuk makanan berlemak, asam, panas, maupun dingin bisa berbeda.

  • Periksa batas suhu penggunaan

Jangan memasukkan wadah ke microwave maupun freezer tanpa memastikan produk tersebut dirancang untuk kondisi tersebut. Paparan suhu yang nggak sesuai dapat memengaruhi kualitas wadah dan keamanan penggunaannya.

  • Hindari produk tanpa keterangan yang jelas

Jika fungsi dan bahan produk nggak diketahui, sebaiknya jangan gunakan untuk menyimpan makanan. Utamakan produk yang memiliki instruksi penggunaan dan keterangan produsen.

  • Perhatikan kondisi wadah

Ganti wadah yang retak, berubah bentuk, maupun permukaannya mengelupas. Bersihkan wadah sesuai instruksi dan jangan menggunakan produk di luar peruntukannya.

Dampak Penggunaan Bahan Non Food Grade pada Makanan

Penggunaan bahan non food grade untuk menyimpan makanan dapat menimbulkan konsekuensi jika bahan tersebut melepaskan zat yang tidak sesuai untuk kontak pangan. Risiko ini bersandar pada komposisi bahan, kondisi penggunaan, serta jenis makanan yang bergesekan dengannya.

  • Perpindahan zat kimia

Zat tertentu dari bahan bungkusan dapat bergeser ke makanan, terutama ketika digunakan pada suhu maupun kondisi yang tidak sesuai. Perpindahan ini dapat memengaruhi keamanan makanan jika zat yang bergeser melampaui batas yang diizinkan.

  • Kontaminasi makanan

Wadah yang awalnya digunakan untuk menyimpan bahan kimia maupun produk nonpangan berpotensi meninggalkan residu. Jika digunakan balik untuk makanan, residu tersebut dapat mencemari makanan dan menimbulkan konsekuensi kesehatan.

  • Penurunan kualitas makanan

Bahan wadah yang tidak sesuai dapat memengaruhi aroma, rasa, maupun kondisi makanan. Oleh karena itu, pemilihan wadah perlu disesuaikan dengan jenis makanan dan tujuan penyimpanannya.

Cara Menyimpan Produk Food Grade agar Tetap Layak Digunakan

Produk food grade perlu dirawat dengan benar agar statis berguna sesuai peruntukannya. Perawatan yang tepat juga membantu mengurangi konsekuensi kontaminasi dan kerusakan wadah.

  • Bersihkan sebelum dan sesudah digunakan

Cuci wadah sesuai instruksi produsen untuk menghilangkan sisa makanan dan kotoran. Pastikan wadah kering sebelum disimpan agar tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

  • Hindari paparan suhu berlebihan

Jangan menggunakan wadah di luar batas suhu yang ditentukan. Panas berlebihan dapat merusak sebagian bahan, sedangkan fluktuasi suhu mendadak dapat membikin bahan tertentu mengalami kerusakan.

  • Simpan di tempat yang sesuai

Letakkan wadah di tempat bersih dan kering, jauh dari bahan kimia maupun sumber kontaminasi. Tutup wadah dengan baik jika digunakan untuk menyimpan makanan.

  • Ganti jika sudah rusak

Wadah yang retak, terkelupas, berubah bentuk, maupun sulit dibersihkan sebaiknya tidak digunakan lagi untuk makanan. Kondisi tersebut dapat mengurangi kelayakan wadah meskipun awalnya termasuk produk food grade.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Bahan Food Grade

Sebagian orang memilih wadah makanan cuma berdasarkan tampilan maupun simbol yang tercantum pada produk. Padahal, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan agar pemilihan bahan lebih tepat.

  • Menganggap semua plastik terlindungi untuk makanan

Nggak semua plastik dibuat untuk kontak dengan pangan. Periksa keterangan penggunaan dan keterangan produsen sebelum menggunakan wadah plastik untuk menyimpan makanan.

  • Mengandalkan kode daur ulang saja

Kode daur ulang memberitahu kategori bahan plastik, bukan garansi bahwa produk tersebut food grade. Keamanan statis perlu dinilai berdasarkan peruntukan dan persyaratan kontak pangan yang relevan.

  • Mengabaikan instruksi suhu

Wadah yang terlindungi untuk makanan dingin belum tentu cocok untuk makanan panas maupun microwave. Selalu periksa batas suhu dan instruksi penggunaan produk.

  • Menggunakan balik bungkusan Non Pangan

Kemasan sisa deterjen, cairan pembersih, maupun bahan kimia lainnya tidak boleh digunakan untuk menyimpan makanan. Mencucinya saja tidak menjamin wadah tersebut terlindungi untuk kontak pangan.

Apakah Harga Menentukan Kualitas Food Grade?

Harga dapat menjadi salah satu penilaian saat membeli wadah makanan, tetapi bukan penentu utama keamanan bahan. Produk yang mahal belum tentu cocok untuk semua jenis makanan, sementara produk yang lebih terjangkau bisa saja memenuhi persyaratan yang diperlukan.

  • Periksa keterangan produk

Utamakan keterangan mengenai bahan, peruntukan, batas suhu, dan instruksi penggunaan. Informasi yang jelas membantu konsumen memilih produk sesuai kebutuhan.

  • Pertimbangkan kebutuhan penggunaan

Pilih wadah berdasarkan makanan yang akan disimpan, kekerapan pemakaian, dan kondisi penyimpanan. Wadah untuk membawa makanan panas, misalnya, membutuhkan rincian yang berbeda dari wadah untuk menyimpan bahan kering.

  • Utamakan keamanan daripada tampilan

Warna, desain, dan bentuk wadah tidak dapat memastikan bahwa bahan tersebut terlindungi untuk makanan. Pastikan produk memiliki keterangan yang memadai sebelum memutuskan untuk membelinya.

Kesimpulan

Perbedaan food grade dan non food grade terletak pada kesesuaian bahan maupun produk untuk bergesekan dengan makanan dan minuman, Grameds. 

Bahan food grade dirancang untuk memenuhi persyaratan keamanan pangan dalam kondisi penggunaan tertentu, sedangkan bahan non food grade belum tentu memenuhi persyaratan tersebut.

Karena itu, jangan cuma memilih wadah berdasarkan harga, tampilan, maupun kode plastiknya. Periksa label, instruksi penggunaan, dan keterangan produsen sebelum menggunakannya untuk menyimpan makanan. 

Rekomendasi Buku Terkait

 Resep Lezat Dari Kursus Masak Sedap 

Resep Lezat Dari Kursus Masak Sedap

Buku ini merupakan kumpulan resep yang diambil dari beragam kursus memasak yang diselenggarakan oleh Majalah Sedap. Beragam resep di dalamnya dapat dipraktikkan dengan gampang di rumah untuk menghasilkan masakan enak seperti hidangan restoran. Selain untuk menu sehari-hari, resep dalam buku ini juga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca yang mau mencoba membuka upaya kuliner.

Resep Lengkap Jitu untuk Usaha Katering 

Resep Lengkap Jitu untuk Usaha Katering

Buku ini cocok bagi pembaca yang mau memulai maupun mengembangkan upaya katering. Selain menghadirkan 55 resep yang terbagi dalam 10 kategori, buku ini juga membahas beragam tips krusial dalam menjalankan upaya katering, seperti menghitung biaya, menentukan harga jual, dan menyiapkan cadangan biaya. Berbekal pengalaman panjang penulis di sektor jasa boga, buku ini dapat menjadi rujukan bagi calon pengusaha kuliner.

Kumpulan Resep Seafood Mantap 

Kumpulan Resep Seafood Mantap

Buku ini menghadirkan 225 resep berbahan alas seafood yang enak dan gampang dipraktikkan, termasuk bagi pemula. Resep-resepnya dikelompokkan ke dalam masakan tradisional, western, dan Asia sehingga pembaca bisa lebih gampang menemukan hidangan sesuai selera. Dengan beragam pilihan olahan ikan dan makanan laut, buku ini bisa menjadi rujukan untuk membikin menu seafood yang lebih beragam di rumah.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads