Kenapa Microsoft Diam-diam Tinggalkan Branding Copilot+ Pc Untuk Surface Laptop Ultra?

Jun 05, 2026 07:20 PM - 6 jam yang lalu 275

Jika Anda perhatikan, ada satu perihal menarik yang mungkin luput dari perhatian banyak pengguna saat Microsoft memperkenalkan Surface Laptop Ultra beberapa hari lalu.

Jadi, meskipun perangkat tersebut merupakan laptop AI paling berkekuatan yang pernah dibuat Microsoft, mereka justru tidak menyebut istilah Copilot+ PC sama sekali selama pengumuman resminya.

Padahal, kita tahu bahwa sejak diperkenalkan pada tahun 2024 lalu, Copilot+ PC sempat diposisikan Microsoft sebagai masa depan Windows dengan konsentrasi pada AI lokal, NPU, dan beragam fitur AI generatif yang melangkah langsung di perangkat.

Surface Laptop Ultra Justru Fokus ke RTX Spark

Nah alih-alih menonjolkan Copilot+ PC, Microsoft justru lebih banyak membahas platform NVIDIA RTX Spark yang menjadi otak utama Surface Laptop Ultra, dimana dalam presentasinya, Microsoft menyoroti keahlian AI lokal, workflow developer, percepatan GPU, hingga performa komputasi AI yang mencapai 1 petaflop yang jelas cukup gila.

Bahkan perangkat lain yang juga diperkenalkan bersamaan, ialah Surface RTX Spark Dev Box (ini kelak kita bahas), juga tidak membawa label Copilot+ PC loh, dan tentu yang menarik, menurut info yang beredar, Microsoft sebenarnya mengonfirmasi secara internal bahwa Surface Laptop Ultra tetap memenuhi syarat sebagai Copilot+ PC dan apalagi mempunyai NPU bawaan.

Namun branding tersebut sengaja tidak ditonjolkan ke publik. Tapi kenapa?

Copilot+ PC Mulai Kehilangan Makna?

Nah salah satu argumen yang cukup masuk logika adalah lantaran arti Copilot+ PC saat ini sudah semakin kabur, kita tahu bahwa awalnya Microsoft menetapkan syarat yang cukup ketat, seperti NPU minimal 40 TOPS, RAM 16 GB, dan SSD 256 GB.

Baca Juga : Microsoft Diam Diam Singkirkan Copilot Dari Banyak Tempat

Namun seiring berjalannya waktu, nyaris semua laptop premium terbaru dari Qualcomm, AMD, hingga Intel sudah memenuhi persyaratan tersebut. Akibatnya, label Copilot+ PC yang dulunya terdengar eksklusif sekarang menjadi sesuatu yang sangat umum.

Belum lagi beragam kontroversi yang sempat mengiringi peluncuran fitur seperti Recall, yang membikin sebagian pengguna justru mengaitkan branding Copilot+ dengan kekhawatiran privasi dan AI yang terlalu agresif.

Selain itu, NVIDIA mungkin punya argumen sendiri lantaran banyak yang menduga absennya branding Copilot+ PC juga tidak lepas dari peran NVIDIA.

Sebagai platform AI baru milik NVIDIA, RTX Spark tentu mau membangun identitasnya sendiri di kalangan developer, kreator, dan pengguna enterprise.

Dari sisi pemasaran, branding RTX juga jauh lebih mudah dipahami lantaran langsung mengasosiasikan perangkat dengan performa GPU dan percepatan AI lokal, dibandingkan label Copilot+ yang selama ini lebih identik dengan fitur-fitur AI Microsoft.

Pertanda Microsoft Akan Ubah Strategi AI?

Terlepas dari argumen pastinya, langkah Microsoft ini cukup menarik lantaran menunjukkan bahwa perusahaan mungkin mulai menyadari adanya masalah identitas pada branding Copilot+ PC.

Apalagi saat ini Microsoft semakin mendorong Windows sebagai platform pengembangan AI lokal, agent AI, dan komputasi hybrid, sementara nama Copilot sendiri tetap sangat erat kaitannya dengan jasa AI berbasis cloud yang selama ini mereka dorong.

Dan jika saja tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Microsoft suatu saat kelak bakal melakukan penyegaran besar terhadap strategi branding AI mereka di Windows.

Tapi gimana menurutmu guys? Apakah Microsoft memang mulai menjauh dari branding Copilot+ PC, alias ini hanya strategi pemasaran unik untuk menonjolkan nama RTX Spark milik NVIDIA? Komen dibawah guys.

Referensi : Windows Latest


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya