Kisah Bunda Baru Menyadari Hamil Setelah Mengalami Jerawat Parah

Jun 23, 2026 06:30 PM - 1 jam yang lalu 63

Jakarta -

Jerawat hormonal merupakan salah satu perubahan yang dapat dialami ibu mengandung akibat perubahan hormon. Hal inilah yang dialami seorang Bunda berjulukan Chiamaka Okudoh. Ia baru mengetahui dirinya sedang mengandung setelah wajahnya dipenuhi jerawat hormonal yang cukup parah.

Chiamaka mengatakan bahwa ketika pertama kali menyadari jerawat di wajahnya, dia tidak tahu secara pasti penyebabnya. Setelah pergi menemui dokternya dan melakukan tes, dia baru menyadari sedang hamil.

"Dokter menyuruh saya untuk melakukan tes, tetapi saya sudah tahu bahwa saya mengalami jerawat hormonal. Namun saat itu, saya tidak tahu apa itu jerawat hormonal, jadi saya melakukan tes dan rupanya saya hamil," katanya, dilansir BBC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jerawat yang dialami Chiamaka cukup parah. Bunda tiga anak ini sempat menerima stigma negatif lantaran perubahan di kulit wajahnya.

"Kalau saya ingat apa yang orang bilang soal jerawat hormonal ini, saya bakal menangis," ungkapnya.

"Hal-hal yang orang-orang ceritakan pada saya, jika diingat, saya bakal menangis, lantaran itu dilontarkan dari orang-orang yang semestinya mengerti apa yang sedang saya alami."

Chiamaka mengatakan bahwa jerawatnya mulai muncul saat dia hamil. Dokter memberi tahu bahwa dia bakal memandang banyak perubahan pada tubuhnya selama mengandung bayi.

Chiamaka memutuskan untuk mengubah style hidupnya untuk mengatasi jerawat hormonal ini. Ia berakhir konsumsi makanan tidak sehat dan menggantinya dengan makanan bergizi.

"Kalau saya tidak mengobatinya dari dalam, itu tidak bakal berhasil, lantaran semuanya terjadi di dalam tubuh. Saya lampau mulai menjalani style hidup sehat, dengan berakhir minum soda, berakhir makan es krim, pizza, dan burger," ujar Chiamaka.

"Saya mulai makan sayuran dan buah-buahan. Saya juga mulai berakhir makan semua makanan berlemak, dan mulai makan makanan sehat."

Apa itu jerawat hormonal?

Perlu diketahui, jerawat adalah kondisi kulit yang menyebabkan bercak dan kulit berminyak, yang terkadang terasa sakit saat disentuh. Jerawat hormonal menyerang wajah dan terkadang muncul di bagian tubuh lainnya, Bunda.

Dokter ahli kulit, Dr. Anjali Mahto, mengatakan bahwa jerawat bukanlah masalah kecantikan alias kosmetik. Jerawat merupakan masalah medis yang berangkaian dengan hormon dan genetika, tetapi ada pengobatan medisnya.

"Jerawat adalah label yang digunakan oleh master kulit untuk menggambarkan kondisi kulit," kata Mahto.

Penyebab jerawat saat hamil

Penyebab utama jerawat saat mengandung adalah peningkatan kadar hormon pada trimester pertama. Kadar hormon yang tinggi dapat meningkatkan produksi minyak alami kulit.

"Sulit untuk memprediksi siapa yang bakal mengalami jerawat saat hamil. Namun, wanita mempunyai akibat lebih tinggi jika mempunyai riwayat jerawat alias mengalami jerawat yang kambuh di awal siklus menstruasi," ungkap master kulit Debra Jaliman, MD, melansir dari Web MD.

"Jika tidak mengalami jerawat selama trimester pertama kehamilan, kemungkinan besar wanita tidak bakal mengalami jerawat yang tidak biasa selama trimester kedua alias ketiga."

Perawatan wajah berjerawat saat hamil

Jerawat saat kehamilan adalah kondisi yang normal, Bunda. Jerawat biasanya bakal lenyap ketika kadar hormon kembali normal.

Selama hamil, perihal paling kondusif yang dapat dilakukan adalah menghindari obat jerawat resep alias perawatan jerawat kimia yang dijual bebas. Sebagai gantinya, Bunda dapat mengandalkan pengobatan rumahan tanpa obat.

"Tetapi sebelum memulai perawatan jerawat apa pun saat mengandung alias berencana untuk hamil, coba bicarakan dengan master tentang apa yang terbaik dan teraman untuk kita," ujar Jaliman.

Tips mencegah jerawat saat hamil

Menjaga kesehatan kulit wajah dapat meminimalkan akibat jerawat saat hamil. Berikut langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah jerawat hormonal selama kehamilan:

  1. Saat mencuci wajah, gunakan pembersih yang lembut, bebas minyak, bebas alkohol, dan tidak abrasif.
  2. Gunakan kapas alias kain lap untuk membersihkan wajah dengan lembut. Bunda juga bisa menggunakan kain alias kapas yang bersih.
  3. Setelah mencuci wajah, bilas kulit dengan air hangat. Kemudian, tepuk-tepuk perlahan hingga kering dan oleskan pelembap.
  4. Hindari membersihkan wajah secara berlebihan lantaran dapat merangsang produksi kelenjar minyak kulit yang berlebih.
  5. Jika mempunyai kulit berminyak, sebaiknya keramas setiap hari. Hindari penggunaan hair mousse alias pomade yang berminyak di dekat garis rambut.
  6. Ganti sarung bantal secara berkala.
  7. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih lantaran berisiko terpapar kuman di jari-jari.
  8. Hindari menempelkan ponsel ke wajah.

Demikian kisah Bunda alami jerawat hormonal yang parah saat hamil, serta tips mencegah dan mengatasinya. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya