Kisah Pilu Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal Usai Alami Kontraksi Dan Jalan Kaki Akibat Jalanan Rusak

Jun 25, 2026 06:50 PM - 1 jam yang lalu 74

Jakarta -

Kisah tragis dialami seorang ibu mengandung di kota Jabalpur, India, belum lama ini. Perempuan berjulukan Mamta Kushwaha ini dilaporkan meninggal bumi setelah dia terpaksa melangkah kaki nyaris satu kilometer (km).

Dikutip dari laman Times of India, Mamta Kushwaha yang tengah mengandung tujuh bulan memutuskan melangkah kaki untuk mencapai transportasi lantaran jalan menuju rumahnya rusak. Saat itu, tidak ada pengemudi kendaraan yang mau melewati daerah tersebut lantaran kondisi jalan yang sangat buruk.

Menurut laporan, Mamta Kushwaha mengalami kontraksi persalinan sebelum melangkah kaki. Kepala petugas medis dan kesehatan Naveen Kothari mengatakan bahwa jalan yang menghubungkan rumah ibu mengandung ini ke jalan utama rusak parah, sehingga memaksa seorang petugas untuk mengantarnya melangkah kaki sejauh nyaris satu kilometer sebelum dia dapat mengakses transportasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dari jalan utama, Mamta lampau dibawa ke Elgin Hospital dengan menggunakan becak motor sewaan. Namun, kondisinya memburuk dan mengalami kesulitan bernapas yang parah.

Dokter lampau merujuknya ke Netaji Subhash Chandra Bose Medical College Hospital, di mana dia dirawat dengan support ventilator. Namun, upaya medis tersebut tidak membuahkan hasil yang baik. Mamta dan bayi di dalam kandungannya meninggal selama perawatan.

Petugas kesehatan mengatakan bahwa temuan awal menunjukkan Mamta telah menjalani pemeriksaan kehamilan sebanyak dua kali selama bulan tersebut. Namun, pendaftaran kehamilannya dilaporkan tertunda nyaris empat bulan lantaran dia menghabiskan waktu di luar kota.

Peristiwa tragis yang dialami Mampa memicu keprihatinan publik. Penyelidikan pun dilakukan untuk menyoroti protokol darurat yang telah ditetapkan. Para pejabat mengatakan bahwa petugas semestinya menghubungi jasa ambulans alih-alih menggunakan transportasi lain.

Naveen Kothari selaku kepala petugas medis alias chief medical and health officer (CMHO) mengatakan bahwa petunjuk telah dikeluarkan untuk penyelidikan. Tindakan lanjutan dapat diambil jika terbukti ada kelalaian dalam kejadian ini.

Kenapa ibu mengandung 7 bulan perlu mendapat penanganan saat kontraksi?

Kontraksi yang terjadi di usia 7 bulan kehamilan bisa menandakan persalinan prematur. Untuk itu, penanganan kontraksi di usia kehamilan ini menjadi sangat krusial untuk menyelamatkan ibu dan bayinya, Bunda.

Perlu diketahui, persalinan prematur adalah persalinan yang dimulai lebih awal alias sebelum usia kehamilan 37 minggu. Melansir dari laman Cleveland Clinic, bayi yang lahir prematur dapat mengalami komplikasi kesehatan, seperti kesulitan bernapas alias berat badan lahir rendah.

Persalinan prematur dapat dihentikan dengan rehat total, pemberian cairan intravena (melalui pembuluh darah), dan obat-obatan untuk menunda persalinan. Jika obat-obatan tersebut tidak berhasil, maka obat lain dapat diberikan untuk pematangan paru-paru dan organ-organ janin agar siap dilahirkan.

Penting bagi ibu mengandung untuk mengetahui tanda-tanda persalinan prematur. Berikut beberapa tandanya:

  • Ibu hamil mengalami empat kontraksi alias lebih dalam satu jam, dan tidak lenyap setelah mengubah posisi.
  • Muncul rasa tegang alias nyeri tumpul yang ringan di punggung. Nyeri dapat lenyap timbul, tetapi tidak mereda dengan mengubah posisi.
  • Kram perut bagian bawah yang mungkin terasa seperti nyeri perut lantaran perut kembung.
  • Peningkatan tekanan di panggul alias vagina.
  • Kram seperti menstruasi yang terus-menerus.
  • Peningkatan keputihan alias cairan memek seperti lendir alias berwarna merah muda.
  • Keluarnya cairan dari vagina, yang perlu diwaspadai sebagai cairan ketuban.
  • Perdarahan vagina.
  • Gejala mirip flu seperti mual dan muntah.
  • Penurunan aktivitas janin.

Bila salah satu indikasi di atas tidak kunjung lenyap dalam satu jam, alias rasa sakitnya parah dan terus-menerus, Bunda kudu segera memeriksakan diri ke dokter.

Demikian kisah pilu Bunda mengandung yang meninggal lantaran terpaksa melangkah satu kilometer usai mengalami kontraksi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya