Maksud Dari Chasing Pavement: Makna, Asal Usul, Dan Penggunaannya

Jun 08, 2026 09:53 AM - 4 minggu yang lalu 36091

Maksud dari Chasing Pavement – Grameds, pernah mendengar frasa chasing pavement atau lebih terkenal dikenal sebagai chasing pavements

Banyak orang mengenal istilah ini dari lagu hit milik Adele berjudul “Chasing Pavements”. Namun, di luar bumi musik, frasa ini juga sering dipakai untuk menggambarkan situasi emosional, perjuangan tanpa arah, hingga upaya mengejar sesuatu yang belum tentu membawa hasil.

Sekilas, jika diterjemahkan mentah-mentah, chasing pavement berfaedah “mengejar trotoar” alias “mengejar jalanan”. Akan tetapi, makna sebenarnya tidaklah sesederhana itu. 

Frasa ini berkarakter metaforis dan menggambarkan upaya yang dilakukan terus-menerus, tetapi terasa tidak jelas tujuannya.

Dalam tulisan ini, Grameds bakal mengulik dari chasing pavement, makna sebenarnya, asal usul istilah, makna dalam lagu, penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, serta pelajaran krusial yang bisa dipetik.

Apa Maksud dari Chasing Pavement?

Sumber: Pexel

Secara literal:

  • Chasing = mengejar
  • Pavement = trotoar, jalan setapak, permukaan jalan (tergantung dialek Inggris)

Namun secara idiomatik, chasing pavement alias chasing pavements sering dimaknai sebagai:

  • Mengejar sesuatu yang tidak pasti
  • Berusaha keras tanpa arah jelas
  • Mengejar hubungan yang buntu
  • Memaksakan angan yang belum tentu nyata
  • Tetap berlari meski jalan di depan kosong

Jadi, maksud dari chasing pavement bukan betul-betul mengejar jalan, tetapi mengejar sesuatu yang terasa sia-sia alias belum jelas hasilnya.

Mengapa Disebut Chasing Pavement?

Grameds, trotoar alias pavement dalam banyak karya sastra dan lagu sering dipakai sebagai simbol:

  • Perjalanan hidup
  • Pilihan arah
  • Masa depan
  • Langkah yang terus berjalan
  • Jalan yang kudu ditempuh

Ketika digabung dengan kata chasing, maknanya berubah menjadi gambaran seseorang yang terus berlari di jalan, tetapi belum tahu ke mana bakal sampai.

Inilah yang membikin frasa ini terdengar puitis sekaligus emosional.

Mengejar Hati

Chasing Pavements vs Chasing Pavement

Secara populer, corak yang paling dikenal adalah Chasing Pavements (jamak), terutama lantaran titel lagu Chasing Pavements.

Namun, sebagian orang mencari dengan keyword chasing pavement (tunggal). Dalam praktik pencarian online, keduanya sering merujuk pada makna yang sama, yaitu:

  • mengejar jalan yang tak jelas
  • mengejar angan tanpa kepastian
  • berlari menuju sesuatu yang belum tentu ada

Jadi jika Grameds mencari “maksud dari chasing pavement”, konteks umumnya tetap mengarah pada makna metaforis tadi.

Sinonim dari Chasing Pavement

Sumber: Pexel

Grameds, sinonim dari chasing pavement bergantung pada konteksnya, lantaran frasa ini berfaedah mengejar sesuatu yang tidak pasti, berupaya tanpa arah jelas, alias mempertahankan perihal yang sia-sia. Jadi sinonimnya lebih ke makna emosional dan situasional, bukan terjemahan literal.

Sinonim Bahasa Inggris dari Chasing Pavement

Jika Artinya Mengejar Sesuatu yang Sia-Sia

  • Running in circles – berputar-putar tanpa hasil
  • Going nowhere – tidak menuju ke mana-mana
  • Wasting effort – membuang usaha
  • Pursuing a dead end – mengejar jalan buntu
  • Fighting a losing battle – berjuang dalam situasi nyaris kalah
  • Beating a dead horse – memaksakan perihal yang sudah tidak mungkin
  • Chasing shadows – mengejar gambaran / ilusi
  • Spinning wheels – sibuk tapi tidak maju
  • Holding onto nothing – memperkuat pada sesuatu yang kosong
  • Following a false hope – mengikuti angan palsu

Jika Artinya Mengejar Hubungan yang Tidak Pasti

  • Unrequited pursuit – mengejar cinta bertepuk sebelah tangan
  • Holding on too long – memperkuat terlalu lama
  • Waiting in vain – menunggu sia-sia
  • Loving from a distance – mencintai tanpa kepastian
  • Chasing someone unavailable – mengejar seseorang yang tak tersedia

Jika Artinya Karier alias Tujuan yang Salah Arah

  • Climbing the wrong ladder – menaiki tangga yang salah
  • Running without direction – berlari tanpa arah
  • Misguided pursuit – pengejaran yang salah arah
  • Empty ambition – ambisi kosong
  • Blind chase – pengejaran buta

Sinonim Bahasa Indonesia

Jika jenis Indonesia, Grameds bisa memakai:

  • Mengejar bayangan
  • Jalan di tempat
  • Mengulur angan kosong
  • Mengejar sesuatu yang semu
  • Berlari tanpa arah
  • Memaksakan yang buntu
  • Mengejar ilusi
  • Bertahan sia-sia
  • Usaha tanpa hasil
  • Mengejar angin

Contoh Kalimat

“This relationship feels like chasing pavements.”

Hubungan ini terasa seperti mengejar bayangan.

“I spent years chasing pavements.”

Aku menghabiskan bertahun-tahun berlari tanpa arah.

Kalau kudu memilih yang paling dekat, biasanya:

  • Chasing shadows
  • Running in circles
  • Going nowhere
  • Pursuing a dead end
  • Waiting in vain

Asal Usul Populernya Frasa Ini

Sumber: Pexel

Frasa ini mendunia berkah lagu yang dibawakan Adele. Lagu tersebut berbincang tentang kebimbangan dalam hubungan: apakah tetap memperkuat mengejar cinta, alias berakhir lantaran merasa sia-sia.

Lirik dan nuansanya membikin banyak orang merasa relate, lantaran nyaris semua orang pernah berada di posisi:

  • memperjuangkan seseorang sendirian
  • menunggu kepastian terlalu lama
  • berharap pada hubungan yang retak
  • bertanya apakah kudu lanjut alias berhenti

Karena itu, frasa chasing pavements kemudian sering dipakai di media sosial dan percakapan umum.

Fokus

Makna Emosional Chasing Pavement

  • Mengejar yang Tidak Pasti

Ini makna paling umum. Seseorang terus berusaha, tetapi tidak tahu apakah hasilnya bakal datang.

Contohnya:

  • mengejar promosi tanpa pengarahan jelas
  • menunggu cinta yang tak kunjung pasti
  • terus mencoba upaya yang belum punya model kuat
  • Sulit Melepaskan Harapan

Kadang orang tahu sesuatu mungkin tidak berhasil, tetapi tetap susah berhenti. Itulah chasing pavement.

Contohnya:

  • tetap menunggu orang yang sudah berubah
  • mempertahankan relasi yang hanya satu pihak berjuang
  • terus memikirkan masa lalu
  • Takut Memulai Jalan Baru

Sebagian orang terus mengejar jalan lama lantaran takut membuka jalur baru. Mereka lebih nyaman mengejar yang familiar meski tidak sehat.

Chasing Pavement dalam Hubungan Asmara

Grameds, frasa ini sangat sering dipakai untuk hubungan. Tanda Sedang Chasing Pavement dalam Cinta adalah:

  • Hanya satu pihak yang menghubungi duluan
  • Janji selalu ditunda
  • Tidak ada status jelas
  • Banyak harapan, sedikit tindakan
  • Bertahan lantaran kenangan, bukan kenyataan

Dalam situasi seperti ini, seseorang sedang mengejar jalan yang tidak membawa ke mana-mana.

Chasing Pavement dalam Karier

Tidak semua pekerjaan yang dikejar betul-betul sesuai tujuan hidup. Contoh chasing pavement dalam karier:

  • bertahan di pekerjaan toxic hanya lantaran pamor jabatan
  • mengejar gelar posisi tanpa kebahagiaan
  • sibuk terlihat sukses tapi kehilangan arah
  • Kadang orang terus berlari, tetapi lupa bertanya: apakah ini jalan yang tepat?

Chasing Pavement dalam Bisnis

Dalam bumi bisnis, chasing pavement bisa berarti:

  • terus mengembangkan produk yang tidak dibutuhkan pasar
  • mempertahankan strategi kandas terlalu lama
  • mengejar omzet tanpa keuntungan sehat
  • sibuk tren, lupa fondasi usaha

Bekerja keras saja tidak cukup jika arah salah.

Perbedaan Chasing Pavement dan Persistence

Grameds, krusial membedakan antara gigih dan sia-sia.

Persistence (Ketekunan Sehat)

  • arah jelas
  • progres terlihat
  • strategi terus diperbaiki
  • ada kesempatan realistis

Chasing Pavement

  • arah kabur
  • pola kandas berulang
  • hanya mengandalkan harapan
  • menguras daya tanpa hasil

Keduanya sama-sama berusaha, tetapi kualitas usahanya berbeda.

Contoh Kalimat Chasing Pavement

Berikut adalah contoh kalimat dengan frasa chasing pavements:

  • I feel like I’m chasing pavements in this relationship.

Aku merasa sedang mengejar sesuatu yang sia-sia dalam hubungan ini.

  • He keeps chasing pavements instead of moving on.

Dia terus mengejar perihal sia-sia daripada move on.

  • Are we building a future or just chasing pavements?

Kita sedang membangun masa depan alias hanya mengejar ilusi?

  • She quit the job because it felt like chasing pavements.

Dia keluar kerja lantaran rasanya seperti upaya tanpa arah.

  • Sometimes ambition becomes chasing pavements.

Kadang ambisi berubah jadi mengejar perihal sia-sia.

  • Stop chasing pavements and choose a better road.

Berhenti mengejar jalan kosong dan pilih jalan lebih baik.

  • I spent years chasing pavements.

Aku menghabiskan bertahun-tahun mengejar perihal tak pasti.

  • They were chasing pavements in the wrong market.

Mereka mengejar jalan buntu di pasar yang salah.

  • Don’t confuse love with chasing pavements.

Jangan samakan cinta dengan mengejar sesuatu yang sia-sia.

  • Know when to stop chasing pavements.

Ketahui kapan kudu berakhir mengejar perihal yang tak membawa hasil.

Kenapa Banyak Orang Terjebak Chasing Pavement?

Sumber: Pexel

Ini argumen kenapa orang terjebak dalam chasing pavement:

  • Sudah Terlalu Banyak Investasi Waktu

Karena sudah lama berjuang, orang susah berhenti.

  • Takut Menyesal

Mereka berpikir, “bagaimana jika sejenak lagi berhasil?”

  • Takut Memulai Lagi

Memulai dari nol terasa lebih menakutkan.

  • Identitas Terlanjur Menempel

Kadang seseorang terlalu melekat pada tujuan lama.

Mengejar Ujung Pelangi

Cara Mengetahui Apakah Grameds Sedang Chasing Pavement

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah ada progres nyata?
  • Apakah hanya saya yang berjuang?
  • Apakah saya capek lebih sering daripada bahagia?
  • Apakah saya memperkuat lantaran takut kehilangan, bukan lantaran masa depan?
  • Jika mulai hari ini, apakah saya bakal tetap memilih jalan ini?

Jika banyak jawaban “tidak”, mungkin Grameds sedang chasing pavement.

Cara Berhenti dari Chasing Pavement

  • Evaluasi dengan Jujur

Pisahkan kebenaran dan harapan.

  • Lihat Pola, Bukan Janji

Jangan menilai dari kata-kata saja.

  • Berani Mengubah Arah

Berhenti bukan selalu gagal.

  • Fokus pada Jalan Baru

Energi yang salah arah bisa dipakai membangun perihal lebih baik.

  • Minta Perspektif Orang Lain

Kadang orang luar lebih objektif memandang situasi.

Pelajaran Penting dari Frasa Ini

Grameds, frasa chasing pavement bukan sekadar ungkapan puitis tentang mengejar sesuatu yang tak pasti, tetapi juga mengandung pelajaran hidup yang sangat relevan. 

Banyak orang bekerja keras, mencintai dengan tulus, alias memperkuat dengan setia, tetapi tidak semua perjuangan otomatis membawa hasil baik. 

Karena itu, frasa ini membujuk kita untuk memandang apakah upaya yang dilakukan betul-betul menuju tujuan yang tepat alias justru hanya menguras tenaga. Berikut penjelasan mengenai pelajaran krusial dari frasa ini.

Kerja Keras Harus Punya Arah

Kerja keras adalah nilai yang baik, tetapi kerja keras tanpa arah sering kali hanya menghasilkan kelelahan. 

Seseorang bisa sibuk setiap hari, lembur terus-menerus, alias melakukan banyak perihal sekaligus, tetapi jika tidak tahu tujuan akhirnya, semua tenaga itu bisa lenyap sia-sia. 

Chasing pavement mengingatkan bahwa upaya kudu dibarengi strategi, evaluasi, dan tujuan yang jelas. Bergerak sigap tidak selalu berfaedah maju. Kadang yang dibutuhkan bukan menambah kecepatan, melainkan memperbaiki arah perjalanan.

Cinta Perlu Timbal Balik

Dalam hubungan, banyak orang rela berjuang sendirian lantaran merasa cinta cukup dengan pengorbanan satu pihak. 

Padahal hubungan sehat memerlukan timbal balik: perhatian dibalas perhatian, upaya dihargai usaha, dan komitmen dijaga bersama. 

Jika hanya satu orang yang terus mengejar sementara pihak lain pasif alias tidak peduli, maka itu mirip chasing pavement, ialah berlari tanpa pernah sampai. 

Frasa ini mengajarkan bahwa cinta bukan soal siapa paling menderita, tetapi siapa yang sama-sama mau membangun.

Kesetiaan Bukan Berarti Bertahan Selamanya

Banyak orang menganggap setia berfaedah tetap tinggal apa pun keadaannya. Padahal kesetiaan sejati bukan sekadar memperkuat tanpa batas, melainkan memperkuat selama hubungan, pekerjaan, alias tujuan tersebut tetap sehat dan bernilai. 

Chasing pavement mengajarkan bahwa loyalitas perlu disertai kebijaksanaan. Ada saatnya memperkuat adalah kekuatan, tetapi ada saatnya pergi adalah pengamanan diri.

Berhenti Bisa Jadi Keputusan Berani

Banyak orang takut berakhir lantaran merasa itu sama dengan gagal. Padahal dalam banyak situasi, berakhir justru memerlukan keberanian lebih besar daripada bertahan. 

Dibutuhkan kejujuran untuk mengakui bahwa sesuatu tidak lagi melangkah sehat. Dibutuhkan keberanian untuk meninggalkan area nyaman dan memulai ulang. 

Jalan Baru Kadang Lebih Baik dari Jalan Lama

Manusia condong memperkuat pada sesuatu yang sudah dikenal lantaran terasa aman, meski sebenarnya tidak membawa kemajuan. Kita sering takut memulai jalan baru lantaran belum tahu hasilnya. 

Kadang kesempatan terbaik justru muncul saat seseorang berani berbelok, mencoba langkah baru, alias membuka babak hidup yang berbeda. 

Tidak semua akhir adalah kehilangan; sebagian akhir justru pintu masuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Relevansi di Era Modern

Grameds, di era modern yang sangat dipengaruhi media sosial, banyak orang terlihat terus bergerak dan sibuk mengejar sesuatu. Setiap hari kita disuguhi pencapaian orang lain, style hidup mewah, hubungan romantis yang tampak sempurna, hingga cerita sukses yang seolah datang secara instan. 

Tanpa sadar, hal-hal tersebut mendorong banyak orang untuk ikut mengejar validasi, ialah kemauan untuk diakui, dipuji, alias dianggap sukses oleh orang lain. Akibatnya, ukuran kebahagiaan sering bergeser dari kepuasan pribadi menjadi penilaian publik.

Selain validasi, banyak orang juga mengejar status dan pencitraan. Mereka mau terlihat sukses, sibuk, kaya, alias terkenal meskipun kenyataannya belum tentu demikian. 

Tidak sedikit yang rela memaksakan style hidup demi tampilan luar, hanya agar terlihat setara dengan standar sosial di internet. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa tampak maju di mata orang lain, padahal sebenarnya sedang kelelahan secara mental maupun finansial.

Frasa chasing pavement juga relevan ketika membahas hubungan semu. Di era digital, komunikasi menjadi lebih mudah, tetapi kedalaman hubungan justru sering berkurang. 

Banyak orang memperkuat dalam relasi yang tidak jelas arah, sekadar lantaran takut sendiri alias mau terlihat mempunyai pasangan. Ada pula yang terus mengejar perhatian dari seseorang yang tidak betul-betul serius. Secara emosional, ini seperti berlari terus tanpa pernah sampai ke tujuan.

Hal yang sama terjadi pada obsesi terhadap sukses instan. Media sosial sering menampilkan hasil akhir tanpa memperlihatkan proses panjang di baliknya. 

Akibatnya, banyak orang merasa tertinggal lampau buru-buru mengejar jalan pintas, tren sesaat, alias kesempatan yang sebenarnya tidak sesuai dengan keahlian dan nilai hidupnya. Mereka sibuk bergerak, tetapi bukan menuju tujuan yang tepat.

Karena itu, frasa chasing pavement menjadi pengingat krusial di era sekarang. Tidak semua perihal yang terlihat menarik layak dikejar, dan tidak semua kesibukan berfaedah kemajuan. Kadang seseorang tampak berlari cepat, tetapi sebenarnya hanya berputar di tempat. 

Maka pertanyaan yang perlu diajukan pada diri sendiri adalah: apakah saya betul-betul berkembang, alias hanya sibuk mengejar perihal yang tidak membawa arti? Kesadaran inilah yang membantu seseorang hidup lebih jernih, fokus, dan autentik.

Kesimpulan

Maksud dari chasing pavement adalah mengejar sesuatu yang tidak jelas arah alias hasilnya. Frasa ini menggambarkan upaya yang terus dilakukan, tetapi sering kali tidak membawa kemajuan nyata. 

Istilah ini terkenal melalui lagu Chasing Pavements dari Adele dan sekarang dipakai luas untuk hubungan, karier, bisnis, maupun kehidupan pribadi.

Kadang masalah terbesar bukan kurang berusaha, tetapi berupaya di jalan yang salah. Mengetahui kapan lanjut dan kapan berakhir adalah corak kedewasaan.

Grameds, memahami frasa seperti chasing pavement bukan hanya soal bahasa Inggris, tetapi juga soal membaca hidup dengan lebih jernih. 

Jika Grameds mau memperkaya wawasan tentang bahasa, psikologi, pengembangan diri, dan makna hidup, temukan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com. Karena terkadang, satu referensi yang tepat bisa membawa kita ke jalan yang lebih benar.

  • Arti Disclaimer
  • Arti Gadun
  • Arti Gateway Megahub
  • Arti Memoriter
  • Arti Mewing
  • Arti Ngabers
  • Arti Plot Twist
  • Balasan I Love You
  • Bibi Lung Yoko
  • Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
  • Cara Cek Sertifikat Tanah
  • Cara Menghadapi Anak Tantrum
  • Cara Mengecek NPWP Aktif
  • Cara Mengatasi ASN Digital Email Tidak Ditemukan
  • Cara Membuat Nomor Otomatis di Excel
  • Cara Membuat Checklist Box di Excel
  • Chasing Pavement
  • Cikgu Besar Upin Ipin
  • Ciri-ciri Planet dalam Tata Surya
  • Ciri Planet Bumi dan Peranannya dalam Tata Surya
  • Ciri Planet Neptunus dan Peranannya dalam Tata Surya
  • Ciri-ciri Wanita Menjauh
  • Contoh Tanggung Jawab Sosial
  • Contoh Kalender Konten Instagram
  • Contoh Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
  • Family Man
  • Film Barat yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
  • Film Jepang yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
  • Film Korea yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
  • Film Untuk Anak SD
  • Generasi Beta
  • Gelang Hitam di Tangan Kanan
  • Hadiah Hari Guru Perempuan
  • In House Training
  • Jarak Merkurius Dari Matahari
  • Jurusan IPS Bisa Masuk Fakultas Apa Saja
  • Karakteristik Planet Merkurius
  • Kenapa Bayi Sering Ngulet
  • Lost Feeling
  • Makanan Khas Yogyakarta
  • Menghitung Jumlah Data di Excel
  • Mengenal Cluster Random Sampling
  • Mythical Zoan One Piece
  • Musuh Musuh Ultraman
  • Mysterio Spiderman
  • Nama Teman Pororo
  • Negara Termiskin di Asia
  • Negara Terkaya di Asia
  • Negara Terbesar di Dunia
  • Painting Date
  • Pantun Ubur-ubur Ikan Lele
  • Pat Kay Kera Sakti
  • Pekerjaan di Jepang
  • Pekerjaan Bayi 3 Bulan
  • Pertanyaan Konyol
  • Pengertian Non Probability Sampling
  • Pendidikan Seksual Remaja
  • Perbedaan Bola Tenis dan Padel
  • Pertanyaan Tentang Bullying
  • Ramalan Nostradamus
  • Sapardi Djoko Damono
  • Siapa Ayah Kakashi
  • Shio Tikus Tahun Berapa
  • Stimulasi Oromotor
  • Speech Delay
  • Suhu Planet Merkurius
  • Social Energy
  • Tanggung Jawab OSIS
  • Tableau vs Power Bi
  • Tanggung Jawab Sosial
  • Tenryuubito
  • Ultraman Terkuat
  • Urutan Generasi
  • Urutan Weton Jawa
  • Warna Planet Merkurius
  • We Listen We Don't Judge
  • Wisata Anak di Jakarta
Selengkapnya