Mengenal 10 Karakter Anak Usia Dini

Mar 12, 2026 11:00 AM - 1 bulan yang lalu 34953

Untuk mendidik anak tentunya kita perlu memperlakukan anak sesuai dengan umurnya. Setiap jenjang umur anak tentunya mempunyai karakter yang berbeda-beda dan perlu perlakuan yang berbeda pula. Pada tulisan sebelumnya, kita sudah membahas tentang 3 fase anak. Pada tulisan ini bakal kita telaah karakter anak usia dini, ialah fase pertama pada umur 0-7 tahun.

Ketika umur 0-7 tahun, anak mempunyai beberapa karakter khusus. Inilah 10 di antara karakter anak usia dini:

Banyak bergerak dan tidak mau diam

Karakter anak usia awal yang pertama adalah tidak bisa diam. Mereka tidak bisa tak bersuara pada satu tempat dalam waktu yang lama, namun terus-menerus bergerak dan hanya berakhir ketika tertidur. Hal tersebut normal dan alami untuk anak-anak. Malah jika sebaliknya (anak tidak aktif bergerak), artinya ada perihal yang tidak beres dengan anak tersebut.

Dari karakter anak yang pertama ini orang tua kudu bisa memanfaatkannya untuk mendidik anak tersebut. Berikut beberapa perihal yang bisa dilakukan:

Pertama, orang tua hendaknya senantiasa mengisi waktu luangnya berbareng anak dengan kegiatan yang bermanfaat.

Donasi Kincai Media

Kedua, mengunjungi kerabat, teman, dan tetangga yang mempunyai anak sebaya agar mereka dapat bermain dan menyalurkan daya mereka bersama. Akan tetapi, sebagai orang tua, kita perlu memperhatikan kerabat alias kawan yang dikunjungi. Jangan sampai mereka malah yang memberi pengaruh yang jelek bagi anak.

Ketiga, pergi ke tempat rekreasi alias taman bermain meski hanya kadang-kadang saja.

Kecenderungan kuat untuk meniru

Karakter anak usia awal selanjutnya adalah peniru yang handal. Mereka bakal meniru apa saja yang mereka lihat, terutama orang tuanya. Oleh lantaran itu, sebagai orang tua, kita kudu memberi contoh yang baik bagi mereka. Ada beberapa perihal yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan karakter mereka untuk meniru, di ataranya adalah:

Pertama, kita ceritakan kepadanya kisah orang-orang teladan seperti kisah para sahabat, kisah para Nabi, kisah orang-orang saleh, dan kisah teladan lainnya.

Kedua, kita mencontohkan kepada mereka hal-hal yang baik, seperti pergi ke masjid, berkhidmat kepada orang tua, dan semisalnya.

Ketiga, jangan biarkan anak duduk di depan layar televisi, tab, maupun ponsel untuk menyaksikan tokoh khayalan alias yang tidak realistis. Hal tersebut agar mereka tidak mengalami tekanan jiwa ataupun mempunyai angan kosong lantaran berupaya meniru mereka.

Keempat, menyajikan bagi mereka video-video edukasi yang mendidik agar dia mendapat teladan yang baik.

Keras kepala

Karakter anak usia awal yang ketiga adalah mempunyai sifat yang keras kepala. Anak mempunyai sifat keras kepala yang sangat besar. Mereka seringkali susah untuk kita arahkan dan tidak mau menurut. Kesalahan yang banyak kita lakukan adalah dengan menyikapi sikap keras kepala mereka dengan keras dan balasan yang menyakitkan. Padahal, sikap tersebut adalah sifat alami mereka.

Ketika anak keras kepala, yang kita perlukan bukan memarahi mereka, tapi mendorong dan memotivasi untuk melakukan perihal yang benar. Kita bisa memanfaatkan karakter mereka sebelumnya yang merupakan peniru yang handal dengan menceritakan kisah-kisah yang bisa menjauhkan mereka dari sifat keras kepala. Akan tetapi, sebagai orang tua, kita kudu memperhatikan bahwa sifat keras kepala yang dimiliki seorang anak tersebut memang dari tabiat usia dan tahap perkembangannya, bukan lantaran bandel ataupun durhaka.

Tidak bisa membedakan baik dan buruk

Karakter anak usia awal adalah tidak bisa membedakan baik dan buruk. Mereka terkadang melakukan hal-hal yang rawan seperti memegang air panas, menyantap mainannya, dan lain sebagainya. Hal itu lantaran logika mereka belum matang.

Oleh lantaran itu, jangan sampai kita menghukum mereka dengan keras ketika melakukan kesalahan. Tujuan kita tentunya bukan membiarkan mereka untuk terus melakukan kesalahan, tapi memahami kondisi mereka sembari tetap menjauhkan mereka dari hal-hal yang membahayakan.

Baca juga: Cara Mendidik Anak Bertanggung Jawab

Banyak bertanya

Karakter anak usia awal lainnya adalah banyak bertanya, mereka bakal bertanya tentang apa saja, kapan saja, dan dengan langkah apa saja. Kesalahan yang sering kita lakukan adalah tidak mau menjawabnya lantaran merepotkan dan semisalnya. Hasilnya apa? Mereka bakal mencari jawaban di tempat lain yang mungkin ke tempat yang keliru dan berbahaya.

Ketika seorang anak bertanya, bukalah hati dan pikiran kita untuk menjawab pertanyaan anak-anak dengan baik sesuai tingkat logika mereka, jangan sampai kita menyesal nantinya.

Ingatan yang tajam

Anak-anak mempunyai ingatan yang tajam, jiwa mereka tetap bersih, belum dipenuhi beban dan masalah sehingga mudah untuk menghafal apa saja yang mereka dengar. Oleh lantaran itu, sebagai orang tua, sebaiknya jauhkan anak-anak dari mendengar hal-hal yang jelek dan manfaatkan karakter ini untuk mereka menghafal Al-Quran, doa, zikir, dan perihal baik lainnya. Namun perlu diperhatikan agar metode mahfuz yang mereka lakukan itu mudah dan lembut.

Senang bermain dan riang

Karakter anak usia awal lainnya adalah senang bermain dan riang. Perlu diperhatikan bahwa karakter ini bukanlah sebuah kekurangan. Permainan bagi mereka bisa menjadi sarana untuk memperoleh keterampilan, memperkuat keahlian fisik, dan mengembangkan kecerdasan.

Cara terbaik untuk mengajarkan sesuatu pada anak usia awal adalah dengan bermain. Yang perlu diperhatikan oleh kita hanyalah mengarahkan dan membimbing anak dalam memilih permainan yang tepat, mengatur waktu bermain, serta memilihkan kawan bermain yang tepat bagi mereka.

Suka menghayal

Karakter anak usia awal lainnya adalah suka menghayal. Akal anak pada usia ini tetap belum matang sehingga mereka terkadang suka berkhayal. Oleh lantaran itu, jangan heran jika anak kita yang tetap mini suka berangan-angan dan memikirkan sesuatu dengan langkah yang mengawang.

Perkembangan bahasa yang cepat

Karakter anak usia awal lainnya adalah mempunyai perkembangan bahasa yang cepat. Perbendaharaan kata anak tentunya bakal terus menerus bertambah. Untuk mengimbangi kecepatan perkembangan bahasanya dan untuk mencegah perihal jelek yang mungkin muncul akibat cepatnya perkembangan bahasa anak, sebaiknya orang tua memperhatikan beberapa perihal berikut:

Pertama, menjauhkan anak dari ucapan yang jelek dan kotor.

Kedua, membiasakan anak berbaur dengan kawan sebaya yang baik.

Ketiga, memperbanyak cerita-cerita edukatif bagi mereka, bisa melalui lisan, dibacakan buku, ataupun video edukatif.

Keempat, memperbaiki ucapan mereka yang salah tanpa menertawakan alias meremehkannya, agar mereka tidak menjadi keras kepala.

Kelima, orang-orang dewasa di sekitaranya, terutama kita sebagai orang tua, kudu mengucapkan kata-kata yang betul di hadapan mereka. Jangan sampai kosa kata jelek yang mereka miliki rupanya sumbernya adalah kita.

Kepekaan emosi yang tinggi

Karakter anak lainnya adalah mempunyai kepekaan emosi yang tinggi, di antara emosi yang paling menonjol pada anak usia awal adalah:

Rasa takut

Anak mempunyai rasa takut yang kuat, terutama pada anak perumpuan. Oleh lantaran itu, kita jangan sampai menakut-nakuti mereka agar patuh. Mengapa? Karena perihal tersebut bisa membawa akibat jelek di kemudian hari.

Marah

Anak-anak tentunya mudah untuk marah. Penyebab mereka marah biasanya lantaran sering disalahkan, dibanding-bandingkan, dipaksa meninggalkan mainannya, alias memandang orang tua sering marah dan bertengkar.

Raca cemburu

Rasa berprasangka pada anak bisanya tumbuh dan muncul ketika ada adik baru. Ia merasa kasih sayang orang tua berkurang, lampau melampiaskannya ke adiknya ataupun perilaku negatif lainnya. Di antara perihal yang bisa dilakukan untuk menangani kecemburuan anak adalah:

1) Membiasakan mereka saling memuji dan saling memberi hadiah.

2) Mengajarkan sikap mendahulukan orang lain.

3) Tidak membeda-bedakan perlakuan.

Penutup

Anak mempunyai karakter bawaan yang perlu kita sadari. Mereka bisa meniru kita dengan cepat, mempunyai ingatan yang kuat, dan berkembang sesuai lingkungan yang kita corak untuk mereka. Dengan memahami karakter mereka, diharapkan kita bisa mendidik anak-anak kita dengan betul dan tidak menyesal di kemudian hari.

Baca juga: Memberikan Keteladanan dengan Amal Perbuatan

***

Penulis: Firdian Ikhwansyah

Artikel Kincai Media

Referensi:

Kaifa Turabbi Abnaaka, karya Syekh Ahmad bin Nashir At-Thayyar.

Selengkapnya