Mengenal 7 Tradisi Memanggil Hujan di Nusantara, Warisan Budaya yang Masih Dikenal/ Foto: pdk.cilacapkab.go.id/DinasPendidikandan KebudayaanKabupatenCilacap
Jauh sebelum teknologi modern digunakan untuk memantau cuaca, penduduk di beragam daerah Indonesia sudah memiliki tradisi tersendiri untuk memohon turunnya hujan saat musim kering panjang. Tradisi ini tidak cuma berhubungan dengan harapan akan datangnya air, tetapi juga mencerminkan warisan adat yang dijaga secara turun-temurun.
Mulai dari pagelaran tari hingga ritual, setiap daerah memiliki metode khas untuk mengungkapkan harapan tersebut. Mengutip dari Kemenko PMK, yuk, kenali tujuh tradisi memanggil hujan yang menjadi bagiankecil dari harta adat Indonesia berikut ini
1. Tradisi Tiban, Tulungagung

Tiban merupakan ritual saling mencambuk menggunakan cambuk berbahan alami yang dipercaya penduduk setempat sebagai bentuk permohonan turunnya hujan saat musim kering panjang/ Foto: jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id/ Pusaka Jawatimuran
Tradisi Tiban merupakan ritual yang dikenal penduduk Tulungagung, Jawa Timur, ketika musim kering panjang menyebabkan kesulitan air. Dalam ritual ini, dua lelaki bertelanjang dada saling mencambuk menggunakan alat tertentu, seperti cambuk dari bahan alami. Masyarakat setempat meyakini bahwa darah yang keluar selama ritual dapat menjadi simbol permohonan turunnya hujan. Tradisi serupa juga dikenal di sejumlah daerah lain dengan nama dan pelaksanaan yang berbeda.
2. Tradisi Ujungan, Purbalingga

Ujungan adalah tradisi adu cambuk menggunakan rotan yang dilakukan sebagai ritual memohon hujan, dengan ketentuan tertentu dalam pelaksanaannya/ Foto: dinrumkim.purbalinggakab.go.id/ DinasPerumahandanPermukiman
Di Purbalingga dan Banjarnegara, Jawa Tengah, terdapat tradisi Ujungan yang dilakukan sebagai bagiankecil dari permohonan hujan saat musim kering panjang. Ritual ini melibatkan dua lelaki yang saling salingberhadapan menggunakan rotan untuk mencambuk lawannya. Dalam pelaksanaannya, terdapat ketentuan mengenai jumlah pukulan yang dilakukan. Tradisi ini memperlihatkan sepertiapa penduduk setempat mewariskan ritual yang berhubungan dengan harapan akan turunnya hujan dan keberlangsungan hayat mereka.
3. Tradisi Cowongan, Banyumas

Cowongan merupakan ritual memohon hujan menggunakan boneka yang dilakukan secara turun-temurun oleh perempuan di Banyumas dan berhubungan dengan kepercayaan lokal/ Foto: pdk.cilacapkab.go.id/DinasPendidikandan KebudayaanKabupatenCilacap
Berbeda dari tradisi yang melibatkan pertarungan, Cowongan di Banyumas, Jawa Tengah, menggunakan media boneka sebagai bagiankecil dari ritual memohon hujan. Tradisi ini secara turun-temurun dilakukan oleh perempuan di Desa Plana, Kecamatan Somagede, terutama ketika musim kering terjadi panjang. Cowongan dimaknai sebagai bentuk permohonan sekaligus penghormatan terhadap peninggalan leluhur. Pelaksanaannya juga berhubungan dengan kepercayaan lokal dan waktu tertentu dalam almanak Jawa, sehingga menjadi bagiankecil dari harta tradisi penduduk Banyumas.
4. Tari Sintren, Cirebon

Sintren merupakan kesenian tradisional dengan elemen magis yang dalam tradisi tertentu dikaitkan dengan ritual memohon hujan saat musim kering panjang/ Foto: rri.co.id/ RadioRepublikIndonesia
Tari Sintren dikenal sebagai kesenian tradisional yang memiliki elemen magis dan berhubungan dengan kisah cinta Sulasih dan Sulandono. Dalam tradisi yang diceritakan sebagai ritual memohon hujan, pagelaran ini dilaksanakan ketika penduduk mengalami musim kering panjang, disertai doa yang dipimpin oleh seorang pawang. Tarian Sintren memiliki ciri khas khas berupa penampilan penari perempuan, sementara pagelaran Lais yang berhubungan dengannya melibatkan penari laki-laki. Tradisi ini memberitahu sepertiapa seni pagelaran dapat menjadi bagiankecil dari ekspresi kepercayaan penduduk setempat.
5. Tari Gundala-Gundala, Karo

Tari Gundala-Gundala merupakan tradisi penduduk Karo yang berhubungan dengan ritual Ndilo Wari Udan, yaitu permohonan turunnya hujan, dengan ciri khas khas kostum dan topeng kayu/ Foto: gubug-wayang.com/MuseumGubugWayang
Masyarakat Karo di Sumatera Utara mengenal Tari Gundala-Gundala, yang dikaitkan dengan ritual Ndilo Wari Udan maupun permohonan turunnya hujan. Tarian ini ditampilkan ketika daerah tersebut mengalami musim kering panjang. Salah satu ciri khas khasnya adalah penggunaan kostum menyerupai jubah dan topeng berbahan kayu. Selain menjadi bagiankecil dari tradisi penduduk Karo, pagelaran ini juga memperlihatkan harta seni dan identitas adat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
6. Tradisi Gebug Ende, Karangasem

Gebug Ende adalah tradisi pertarungan menggunakan rotan dan tameng yang dilakukan penduduk Bali sebagai bagiankecil dari ritual memohon hujan/ Foto: bulelengkab.go.id/PemerintahKabupatenBuleleng
Di Karangasem, Bali, terdapat tradisi Gebug Ende yang melibatkan dua himpunan lelaki dewasa dalam pertarungan menggunakan rotan dan tameng sebagai pelindung. Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang wasit yang disebut Saye. Dalam kepercayaan penduduk setempat, ritual tersebut berhubungan dengan harapan agar hujan turun setelah musim kemarau. Gebug Ende menjadi salah satu contoh tradisi yang memadukan elemen ritual, keberanian, dan kebersamaan penduduk dalam menjaga warisan adat daerah.
7. Tradisi Ojung, Bondowoso

Ojung merupakan ritual adu cambuk menggunakan rotan yang dilakukan penduduk setempat sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar hujan turun setelah musim kering panjang/ Foto: rri.co.id/RadioRepublikIndonesia
Tradisi Ojung dikenal di daerah Jawa Timur, termasuk Desa Tapen, Bondowoso, sebagai ritual yang berhubungan dengan permohonan hujan setelah musim kering panjang. Dalam pelaksanaannya, dua lelaki bertelanjang dada saling salingberhadapan sambil menggunakan rotan, dengan seorang wasit yang mengamati jalannya pertarungan. Masyarakat melaksanakan tradisi ini sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hujan segera turun. Meski memiliki kesamaan dengan ritual di daerah lain, Ojung statis menjadi bagiankecil dari identitas adat penduduk setempat.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)