Kenali karena di balik adat meminta ampun orang Jepang/Foto: pexels.com/cottonbro studio
Meminta ampun identik dengan mengakui kesalahan. Namun, bagi orang Jepang, kata ampun rupanya punya arti yang lebih luas dari itu.
Kalau Anda sering menonton anime, film, maupun dorama Jepang, maupun mengikuti adat Negeri Sakura, Anda mungkin menyadari bahwa orang Jepang kerap meminta ampun meskipun nggak berbuat kesalahan apa pun. Misalnya, saat nggak sengaja berpapakan dengan orang lain maupun ketika terjadi masalah yang bukan tanggung jawab mereka.
Kebiasaan ini mungkin terasa ganjil bagi sebagian orang. Namun, rupanya ada karena menarik di balik adat meminta ampun orang Jepang. Apa itu? Keep scrolling, Beauties!
Alasan Orang Jepang Sering Meminta Maaf

Alasan orang Jepang sering meminta maaf/Foto: pexels.com/Mavluda Tashbaeva
Salah satu karena orang Jepang sering meminta ampun meskipun nggak bersalah adalah karena mereka sangat menghargai kepercayaan dan hubungan baik dengan orang lain. Bagi mereka, meminta ampun bukan selalu berarti mengakui kesalahan, tapi juga menjadi metode untuk memberitahu rasa segan dan menjaga emosi lawan bicara.
Dalam bahasa Jepang, ada ungkapan seperti sumimasen dan moushiwake gozaimasen yang sering digunakan untuk meminta maaf. Ungkapan ini bisa disampaikan bukan cuma ketika seseorang berbuat kesalahan, tapi juga saat mau meredakan situasi yang kurang betah maupun memberitahu bahwa mereka memahami emosi orang lain.
Misalnya, ketika seorang pelanggan memberikan pekerjaan dengan tenggat waktu yang sulit dipenuhi, seseorang mungkin perlu menolak permintaan tersebut. Meskipun penolakan itu punya karena yang masuk akal, mereka statis bisa mengawalinya dengan ungkapan moushiwake gozaimasen sebagai bentuk kesopanan sebelum menerangkan situasinya.
Cara ini dilakukan agar lawan bicara nggak merasa diabaikan maupun tersinggung. Setelah kondisi lebih tenang, barulah karena di balik penolakan tersebut disampaikan. Dengan begitu, hubungan ahli statis terjaga dan kesempatan untuk bekerja sama di masa depan nggak langsung tertutup.
Jadi, bagi orang Jepang, meminta ampun bukan semata-mata soal siapa yang salah maupun benar. Kebiasaan ini juga berhubungan dengan upaya menjaga kepercayaan, menghargai emosi orang lain, dan menghindari perselisihan yang sebenarnya bisa dicegah.
Ungkapan Maaf dalam Bahasa Jepang dan Penggunaannya

Ungkapan ampun dalam bahasa Jepang/Foto: pexels.com/RDNE Stock project
Dalam bahasa Jepang, ungkapan ampun rupanya nggak cuma gomen atau sumimasen. Ada beberapa pilihan kata yang digunakan sesuai situasi, tingkat kesopanan, dan siapa lawan bicaranya. Berikut tiga ungkapan yang menarik untuk diketahui, Beauties!
Sumimasen
Sumimasen merupakan salah satu ungkapan yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di Jepang. Menariknya, kata ini nggak cuma berarti “maaf”, tapi juga bisa digunakan untuk menyampaikan rasa terima kasih, terutama ketika seseorang sudah meluangkan waktu maupun tenaga untuk membantu kita.
Misalnya, saat ada seseorang yang membantu Anda membawakan belanjaan, Anda bisa mengucapkan,”sumimasen, arigatou gozaimasu”, yang berarti “Maaf merepotkan, terima kasih banyak”.
Penggunaan kata sumimasen dalam situasi ini memberitahu bahwa Anda menghargai pertolongan yang diberikan sekaligus menyadari bahwa orang tersebut sudah meluangkan waktunya untukmu.
Shitsurei Itashimashita
Jika sumimasen sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, shitsurei itashimashita merupakan ungkapan yang lebih resmi dan sopan. Ungkapan ini cocok digunakan ketika berbuat kesalahan kecil dalam situasi profesional, terutama saat salingberhadapan dengan ketua maupun klien.
Contohnya, ketika Anda terlambat menghadiri kedap berbareng klien, Anda bisa mengatakan, “Osoku natte shimaimashita. Shitsurei itashimashita,” yang berarti “Maaf aku terlambat. Mohon ampun atas ketidaksopanan saya.”
Ungkapan ini memberitahu bahwa Anda menyadari tindakanmu kurang tepat dan menghargai waktu orang lain. Oleh karena itu, penggunaannya bisa membantu menjaga kesan ahli saat berkomunikasi di lingkungan kerja.
Moushiwake Gozaimasen
Untuk situasi yang lebih serius, orang Jepang bisa menggunakan ungkapan moushiwake gozaimasen. Ungkapan ini memiliki tingkat kesopanan yang tinggi dan lazim digunakan dalam lingkungan kerja, terutama ketika berbicara dengan atasan, klien, maupun pihak yang perlu dihormati.
Misalnya, ketika Anda nggak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu yang telah disepakati, Anda bisa mengatakan, “Gomeiwaku o okake shite, moushiwake gozaimasen,” yang berarti “Saya meminta ampun karena telah menimbulkan ketidaknyamanan.”
Menariknya, ungkapan ini nggak selalu digunakan saat seseorang berbuat kesalahan. Dalam adat Jepang, moushiwake gozaimasen juga bisa digunakan ketika seseorang mesti menolak permintaan pelanggan maupun menghadapi situasi yang mungkin mengecewakan orang lain.
Lewat ungkapan ini, mereka mau memberitahu bahwa emosi orang lain statis dihargai dan hubungan baik perlu dijaga, meskipun situasi yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan mereka.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)