Mengenal Birthgasm, Kondisi Tak Biasa Ketika Ibu Mengalami Orgasme Saat Persalinan

May 15, 2026 09:30 PM - 7 jam yang lalu 300

Jakarta -

Setiap wanita mempunyai pengalaman berbeda dalam melahirkan. Termasuk, ada juga yang mengalami klimaks alias birthgasm. Yuk, mengenal birthgasm, kondisi ibu bisa alami orgasme saat melahirkan.

Bicara soal orgasme, kondisi ini biasanya terjadi saat berasosiasi intim dengan pasangan ya, Bunda. Namun ternyata, ada juga yang namanya birthgasm yang biasanya hanya dianggap mitos belaka. Padahal, meskipun jarang terjadi, pengalaman itu nyata dan menjadi sebuah kebenaran yang dialami sebagian perempuan.

Peristiwa tersebut mungkin terjadi selama persalinan, Bun. Tetapi lantaran hanya sedikit yang berbagi pengalamannya, kemungkinan besar perihal ini seperti tak terlalu nyata. Apalagi, di luar sana juga tetap kurang banyaknya pelaporan yang masuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengapa birthgasm bisa terjadi?

Meskipun tidak banyak yang mengalaminya, ada argumen kuat kenapa beberapa wanita mengalami birthorgasm selama persalinan. Perhitungan terbaru tersebut berasal dari sebuah studi di 2013 di journal Sexologies.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mensurvei sekelompok lebih dari 100 perawat Prancis yang telah membantu persalinan 206.000 bayi. Mereka menyimpulkan bahwa 'orgasme obstetrik', seperti yang disebut secara medis, diamati pada 0,3 persen persalinan.  

Angka tersebut memang tidak banyak ya, Bunda. Namun, ada bukti bahwa nomor ini tidak mencakup banyak wanita yang mengalami kenikmatan seksual dan apalagi orgasme selama persalinan. Lebih dari 85 persen perawat dalam studi Prancis tersebut mengatakan mereka percaya bahwa persalinan yang menyenangkan secara seksual itu mungkin terjadi, dan lebih dari dua pertiga  atau sekira 69 persen mengatakan mereka telah menyaksikan setidaknya satu kejadian.

Hal terakhir yang mungkin diharapkan wanita adalah merasakan sesuatu yang menyenangkan di tengah persalinan. Pada gilirannya, mereka yang mengalaminya condong merasa malu dan apalagi merasa bersalah serta memutuskan untuk tidak berbagi pengalaman tersebut dengan siapa pun.

Semua emosi itu dapat dimengerti, tetapi juga membikin mereka lebih susah untuk mendapatkan gambaran jeli tentang seberapa sering orgasme selama persalinan betul-betul terjadi.

Kemungkinan orgasme saat persalinan

Kehamilan memang berangkaian erat dengan hormon khususnya estrogen, progesteron, dan hCG. Selain mendukung kehamilan, keberadaan hormon juga krusial untuk menunjang proses persalinan dan seksualitas.

Memahami hubungan hormonal yang terjadi sepanjang proses, dari pembuahan hingga kehamilan dan lanjut sampai persalinan dan seterusnya, memudahkan untuk memandang sungguh alaminya bagi seorang wanita untuk merasakan gairah seksual tepat ketika dia mungkin paling tidak mengharapkannya.

Dalam persalinan sendiri, hormon oksitosin memainkan peran utama. Selama proses persalinan, oksitosin dilepaskan dalam jumlah besar. ​​Bahkan, hormon ini digunakan untuk menginduksi persalinan alias mempercepatnya. Hormon ini merangsang kontraksi otot rahim dan meningkatkan produksi prostaglandin, yang juga mendorong kontraksi, dan bertanggung jawab untuk memulai emosi keibuan tersebut.

Beta endorfin, adrenalin, dan noradrenalin yang memberikan emosi nyaman juga aktif saat nyeri persalinan meningkat. Hormon-hormon tersebut membantu memberikan stamina yang dibutuhkan wanita untuk menyelesaikan tugas yang berat dan memberikan pereda nyeri alami.

Bahkan, beberapa peneliti beranggapan bahwa orgasme dan rangsangan seksual mungkin merupakan pereda nyeri yang kurang dimanfaatkan untuk wanita yang sedang melahirkan seperti dikutip dari laman Whattoexpect.

Bagaimana langkah kerja birthgasm?

Kondisi birthgasm sebenarnya dapat terjadi kapan saja selama persalinan berlangsung. Namun, kemungkinan besarnya bakal terjadi menjelang kelahiran, alias saat bayi tiba di jalan lahir. Saat kepala bayi memberikan tekanan ekstra pada vagina, emosi senang mungkin mulai muncul alias meningkat pada wanita yang sedang melahirkan.

Meskipun gambaran ini mungkin bukan sesuatu yang mau dibayangkan, setidaknya tidak di tengah kontraksi yang sangat menyiksa kepala bayi apalagi dapat mengenai titik G yang terkadang susah ditemukan (dan tetap diperdebatkan), dapat memicu orgasme.

Bagaimana rasanya saat orgasme ketika persalinan?

Ketika seseorang merasakan kontraksi orgasme alias momen kenikmatan yang luar biasa tepat pada saat melahirkan bayinya, ini mungkin disebut orgasmic birth. 

Dalam perihal ini, Bunda mungkin merasakan tekanan dan sensasi yang luar biasa di memek saat kelahiran bayi mendekat, kemudian pelepasan yang kuat dan menyenangkan yang berkarakter bentuk dan emosional. Tetapi ingatlah bahwa setiap wanita dan setiap persalinan berbeda satu sama lain.

Ketahui faedah birthgasm

Dalam penelitian yang dilakukan sejak 1985 menunjukkan bahwa orgasme dapat meningkatkan toleransi nyeri. Ini berfaedah bahwa orgasme juga dapat membantu mengurangi rasa sakit selama persalinan, menurut penelitian tahun 2016.

Faktanya, studi dari tahun 2015 dan 2014 juga menunjukkan bahwa oksitosin alias hormon yang mencapai puncaknya selama orgasme dan persalinan adalah pereda nyeri dan meningkatkan toleransi nyeri.

Jadi, jika Bunda mengalami orgasme saat persalinan alias mengalami orgasme selama tahap awal persalinan, perihal itu dapat bertindak sebagai pereda nyeri alami untuk membantu mengurangi kebutuhan obat penghilang rasa sakit selama persalinan.

Orgasmic birth alias setidaknya mencoba untuk mendapatkan pengalaman persalinan yang lebih menyenangkan juga dapat membikin wanita merasa lebih berkekuatan selama persalinan.

Waspadai akibat birthorgasm

Secara umum, tidak ada akibat dari tindakan birthorgasm. Tetapi, konsentrasi pada birthorgasm dapat menimbulkan tekanan alias stres jika tidak berhasil. Bahkan, dapat membikin seseorang merasa kandas jika tidak mengalaminya dan menolak metode manajemen nyeri alternatif.

Risiko terbesar yang mungkin muncul adalah ketidaknyamanan saat mencoba birthorgasm di rumah sakit, yang merupakan akomodasi umum, sehingga Bunda memilih untuk tetap di rumah. Namun, master biasanya hanya merekomendasikan persalinan di rumah jika kehamilan Bunda berisiko rendah.Hal ini lantaran persalinan di rumah mempunyai akibat kematian bayi alias cedera parah yang lebih tinggi.

Jika Bunda menginginkan pengalaman persalinan yang lebih menyenangkan, bicarakan dengan master untuk mengetahui apakah kondusif bagi Bunda untuk melahirkan bayi di rumah.

Jika mereka mengatakan tidak, Bunda tetap bisa mencoba pengalaman persalinan yang lebih menyenangkan di rumah sakit dengan meminta bilik pribadi dan mendiskusikan pilihan tersebut dengan dokter.

Mereka mungkin terbuka untuk mendukung niat Bunda melahirkan dalam posisi yang berbeda, melakukan persalinan di dalam air, alias bergerak di sekitar ruangan.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya