Tahukah Bunda tanaman pecut kuda yang bagus untuk kesehatan? Yuk simak info selengkapnya mengenai tanaman pecut kuda dan faedah di baliknya.
Indonesia mempunyai beragam tanaman herbal yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai obat tradisional. Salah satu di antaranya tanaman pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis) yang sering tumbuh liar di pekarangan, kebun, maupun tepi jalan.
Meski sering dianggap sebagai gulma, pecut kuda rupanya menyimpan beragam faedah yang telah dikenal dalam pengobatan tradisional. Dalam kitab 1001 Resep Herbal serta Tanaman Obat Pelancar Air Seni, pecut kuda disebut sebagai tanaman yang mempunyai kandungan senyawa aktif dan dimanfaatkan untuk membantu mengatasi sejumlah keluhan kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan ramuan herbal, mulai dari daun, batang, hingga bunganya. Mari mengenal lebih dekat dengan tanaman pecut kuda.
Mengenal tanaman pecut kuda
Pecut kuda mempunyai nama ilmiah Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl. Tanaman ini dikenal dengan beragam nama daerah, seperti jarong lalaki, sekar lanu, dan laler meneng. Di beberapa negara, tanaman ini juga dikenal dengan nama yu long bian.
Secara botani, pecut kuda termasuk ke dalam famili Verbenaceae. Tanaman ini mudah tumbuh di daerah tropis dan tidak memerlukan perawatan unik sehingga banyak ditemukan tumbuh secara alami di beragam daerah Indonesia.
Mengandung senyawa kimia bermanfaat
Menurut literatur herbal, pecut kuda mengandung senyawa alkaloid dan glikosida. Kedua kandungan tersebut menjadi salah satu argumen kenapa tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Selain kandungan kimianya, pecut kuda juga mempunyai pengaruh farmakologis yang dikenal sebagai diuretik alias membantu meningkatkan produksi urine. Tanaman ini juga disebut mempunyai sifat antiradang yang berpotensi membantu meredakan peradangan pada tubuh.
Manfaat tanaman pecut kuda
Berbeda dengan beberapa tanaman obat yang hanya memanfaatkan bagian tertentu, seluruh bagian pecut kuda dapat digunakan sebagai bahan ramuan herbal. Baik daun, batang, bunga, maupun bagian lainnya bisa diolah sesuai kebutuhan pengobatan tradisional.
Perbanyakan tanaman ini juga relatif mudah lantaran dapat dilakukan melalui anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk. Hal tersebut membikin pecut kuda cukup mudah dibudidayakan sebagai tanaman obat keluarga.
Simak faedah tanaman pecut kuda untuk kesehatan.
1. Atasi jangkitan dan batu pada saluran kemih
Salah satu faedah yang paling dikenal dari pecut kuda adalah membantu mengatasi jangkitan serta batu pada saluran kemih. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini direbus berbareng air hingga tersisa separuh bagian, kemudian air rebusannya diminum secara teratur.
Khasiat ini diduga berangkaian dengan pengaruh diuretik yang dimiliki pecut kuda. Dengan meningkatnya produksi urine, tubuh dapat membantu membersihkan saluran kemih dan mendukung proses pembuangan zat-zat sisa.
2. Digunakan sebagai pembersih darah
Ramuan pecut kuda juga secara tradisional digunakan sebagai pembersih darah. Penggunaannya dilakukan dengan merebus tanaman segar alias kering hingga menghasilkan air rebusan yang siap diminum.
Masyarakat sejak lama memanfaatkan ramuan ini sebagai bagian dari perawatan kesehatan alami. Meskipun demikian, penggunaannya tetap perlu disertai kehati-hatian dan tidak menggantikan pengobatan medis yang direkomendasikan tenaga kesehatan.
3. Bantu atasi menstruasi tidak lancar
Selain digunakan sebagai pelancar air seni, pecut kuda juga dikenal dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi gangguan menstruasi, terutama menstruasi yang tidak lancar. Ramuan herbal dari tanaman ini dipercaya membantu memperlancar siklus menstruasi andaikan dikonsumsi sesuai patokan tradisional. Namun faedah tersebut tetap memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya secara medis.
4. Berpotensi membantu pengobatan hepatitis
Dalam kitab 1001 Resep Herbal, kembang beserta tangkai pecut kuda disebut sebagai salah satu bahan ramuan tradisional yang digunakan untuk membantu mengatasi hepatitis. Bagian tanaman tersebut direbus hingga airnya berkurang, kemudian disaring dan diminum.
Ramuan biasanya ditambahkan gula batu untuk memperbaiki rasa. Penggunaannya dilakukan secara rutin sesuai petunjuk pengobatan tradisional yang tercantum dalam resep herbal.
Meski telah lama digunakan sebagai tanaman obat tradisional, penggunaan pecut kuda tetap perlu dilakukan dengan bijaksana. Herbal tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, alias Bunda yang sedang menjalani terapi obat tertentu.
Sebelum menggunakan pecut kuda sebagai pengobatan alternatif, konsultasi dengan master tetap disarankan. Dengan penggunaan yang tepat, tanaman yang sering tumbuh liar ini dapat menjadi salah satu kekayaan herbal Indonesia yang berfaedah bagi kesehatan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·