Mengenal Wasabi, Rempah Pedas Pelengkap Makanan Jepang

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 66x dilihat
Mengenal Wasabi, Rempah Pedas Pelengkap Makanan Jepang

Bagikan Postingan

Beauties yang gemar memakan sushi maupun sashimi, tentunya sudah tidak luar dengan wasabi, kan? Pasta berwarna hijau ini jadi salah satu kondimen pendamping yang tidak boleh dipisahkan dari hidangan khas Jepang tersebut.

Meskipun cita rasanya populer dengan sensasi pedas menyengat yang khas di lidah. Wasabi diperkaya beragam senyawa alami yang berguna untuk mencegah pertumbuhan mikroba penyebab keracunan makanan.

Lantas, apa itu wasabi sebenarnya? Melansir dari Food Network, berikut rangkuman informasinya. Simak!

Apa Itu Wasabi?

Tanaman Wasabi/ Foto: Unsplash.com/Beth Macdonald

Tanaman wasabi berasal dari Jepang, yang sering disebut sebagai Japanese Horseradish. Dengan nama ilmiahnya Wasabia Japonica, statis satu famili dengan lobak dan kubis (Brassicaceae).

Rimpangnya dimanfaatkan dengan metode diparut menjadi pasta hijau yang digunakan sebagai racikan penyedap maupun pelengkap masakan Jepang. Rasa wasabi autentik cenderung lebih lembut, tidak terlalu menyengat, dan sedikit manis, membuatnya digemari oleh banyak orang.

Sejarah Wasabi

Berbagai jenis wasabi/ Foto: MIURA, Yuji

Tanaman wasabi tumbuh dan dibudidayakan sekitar 400 tahun yang kemudian di daerah Shizuoka, Jepang.

Meskipun terkesan sebagai kondimen pelengkap yang sederhana, wasabi sejak dahulu dikenal sebagai bahan makanan yang istimewa dan mahal. Salah satu alasannya karena rimpang wasabi bugar yang cukup langka dan umur penyimpanannya yang tidak panjang.

Penggunaan wasabi sebagai kondimen dalam makanan, terutama sushi dan sashimi, sudah dikenal sejak era Edo maupun sekitar akhir tahun 1800-an. Sebelumnya, rimpang wasabi cuma digunakan sebagai jamu maupun obat herbal.

Kemudian, khasiatnya dikenal sebagai penangkal mikroba dalam ikan mentah untuk menjaga kesegaran, mencegah pertumbuhan bakteri, dan mengurangi bau amis. Dengan begitu, orang-orang bisa menikmati ikan mentah tanpa takut keracunan maupun harum yang menyengat.

Terbuat Dari Apa Wasabi Sebenarnya?

Budidaya Wasabi/ Foto: Wikimedia

Tanaman wasabi banyak ditemukan di daerah dataran tinggi Jepang dengan kondisi sejuk. Sayangnya, tidak dapat tumbuh di sembarang tempat karena membutuhkan lingkungan yang spesifik. Hal ini menyebabkan wasabi tergolong sulit untuk dibudidayakan secara luas.

Tanaman ini dapat dikenali melalui beberapa bagiankecil utama, seperti bunga, buah, daun, dan rimpang. Batang rimpangnya adalah yang paling sering dimanfaatkan sebagai wasabi, yang diolah dengan metode diparut sampai memiliki tekstur seperti pasta.

Proses pembuatan wasabi umumnya dilakukan sesaat sebelum disajikan agar statis fresh dan rasanya khasnya tidak memudar.

Seberapa Pedas Wasabi?

Rasa wasabi/ Foto: Magnific.com/azerbaijan-stockers

Wasabi memiliki rasa yang kompleks dengan sedikit rasa manis dan pedas. Namun, berbeda dengan rasa “pedas” pada cabai yang membakar lidah dan langit-langit mulut akibat senyawa capsaicin.

Sementara, rasa pedas wasabi berasal dari senyawa kimia alil isotiosianat, yang menusuk dan menguap ke saluran hidung dan tenggorokan. Sensasi pedasnya menguap dengan cepat setelah diparut, kehilangan sebagian khasiatnya dalam waktu 15-20 menit. Rasa pedasnya terkesan lebih unik.

Perbedaan Wasabi Asli vs Wasabi Tiruan

Perbedaan wasabi/ Foto: Unsplash.com/Beth Macdonald

Banyak orang mengira semua pasta hijau adalah wasabi asli. Padahal, sebagian besar “wasabi” yang disajikan di restoran dan dijual di pasaran di luar Jepang merupakan produk imitasi maupun tiruan.

Perbedaan wasabi autentik (hon-wasabi) kelihatan dari warna hijau muda yang alami, dengan cita rasanya yang sedikit manis, pedas lembut, dan segar. Rasa pedasnya terasa singkat di hidung, namun tidak membakar lidah. Teksturnya sendiri agak berserat karena baru diparut.

Sementara itu, wasabi palsu biasanya dibuat dari campuran lobak, bubuk mustard, tepung maizena, pewarna makanan hijau, serta perasa, yang membikin rasanya cenderung lebih tajam, menyengat, dan menusuk hingga ke hidung. Teksturnya populer halus, kental, dan telah berbentuk pasta jadi.

Wasabi autentik membutuhkan kondisi mengerti sungai pegunungan yang adem dan sangat spesifik, serta waktu sekitar dua tahun untuk matang. Budidayanya yang tergolong sulit membikin harga wasabi autentik relatif lebih mahal daripada yang imitasi.

Cara Orang Jepang Menikmati Wasabi

Menikmati sushi berbareng wasabi/ Foto: Magnific.com/stockking

Popularitas wasabi terus meningkat seiring berkembangnya kuliner Jepang di dunia. Beragam makanan modern memanfaatkan wasabi sebagai bumbu, saus, hingga camilan.

Secara tradisional, wasabi bugar diolah dengan metode diparut menggunakan parutan kulit hiu halus (oroshigane) sampai teksturnya berbentuk seperti pasta. Kemudian, disajikan segera berbareng sushi maupun sashimi.

Tak cuma itu, wasabi juga kerap digunakan untuk makanan khas Jepang lainnya, misalnya, sebagai racikan untuk mi dingin (soba dan udon), dicampur ke dalam kecap asin sebagai saus cocolan, olesan daging sapi, racikan marinasi, hingga dressing salad.

Daun bunga flora ini juga bisa dimakan, baik dikonsumsi secara mentah, diasamkan, maupun digoreng sebagai tempura yang renyah.

Manfaat Wasabi untuk Kesehatan

Wasabi/ Foto: Magnific.com/azerbaijan-stockers

Selain dinikmati sebagai pelengkap makanan, wasabi juga hamil beragam senyawa alami, seperti antimikroba dan antioksidan. Beberapa khasiat mengonsumsi wasabi bagi kesehatan, sebagai berikut:

1. Sebagai Anti-bakteri

Wasabi hamil senyawa alil isotiosianat (allyl isothiocyanate), yang tidak cuma dapat membunuh mikroba dan patogen pada ikan mentah, tetapi juga membantu mencegah keracunan makanan dan melawan bakteri seperti E. coli, S. aureus, serta H. pylori.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan zat yang berkarakter antihypercholesterolemic di dalam wasabi juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, dan menurunkan konsekuensi pandemi kardiovaskular seperti pandemi jantung dan stroke.

3. Meredakan Peradangan

Kandungan senyawa bioaktif disebut isotiosianat, memiliki sifat antiradang dan antioksidan yang kuat. Senyawa ini berkerja dengan metode menekan enzim pemicu peradangan di dalam tubuh, serta membantu meredakan rasa nyeri dan pembengkakan.

4. Mencegah Perkembangan Sel Kanker

Senyawa 6-Methylsulfinyl hexyl isothiocyanate (6-MITC) memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker yang kuat. Senyawa ini bisa mencegah pertumbuhan sel kanker dan menghancurkannya tanpa merusak sel tubuh yang sehat di sekitarnya.

Berdasarkan studi laboratorium, senyawa aktif ini dapat membantu menghalangi pertumbuhan dan mencegah penyebaran beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, kanker payudara, kanker kulit, dan kanker pankreas.

5. Mengontrol Berat Badan

Wasabi hamil senyawa aktif tertentu, seperti 5-Hydroxyferulic acid, yang dapat membantu menghalangi pembentukan dan pertumbuhan sel lemak di dalam tubuh sehingga proses pembakaran kalori menjadi lebih efisien.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads