Alasan Mengapa Tempat Umum di Jepang Jarang Ada Tempat Sampah/Foto: Pexels.com/ Jan van der Wolf
Beauties, jika Anda mendatangi ke Jepang, mungkin ada satu hal sederhana yang membikin cukup heran, yaitu tempat sampah lazim rupanya tidak gampang ditemukan. Padahal jalanan dan ruang publik di negara tersebut dikenal sangat bersih. Kondisi ini tentu memunculkan pertanyaan, sepertiapa penduduk Jepang mengelola sampah ketika mereka tidak selalu menemukan tempat untuk membuangnya?
Ternyata, minimnya tempat sampah bukan berarti penduduk Jepang tidak memiliki mekanisme pengelolaan sampah yang baik. Tetapi justru berhubungan dengan kebiasaan, tanggung jawab pribadi, mekanisme pemilahan, hingga aspek keamanan. Seperti yang dilansir dari Japan Internships, ada beberapa karena kenapa tempat sampah lazim di Jepang relatif terbatas. Penasaran, seperti apa penjelasannya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.
1. Masyarakat Terbiasa Bertanggung Jawab atas Sampahnya

Masyarakat Terbiasa Bertanggung Jawab atas Sampahnya/Foto: Pexels.com/ Cup of Couple
Salah satu karena mendasarnya berakar pada pola pikir adat Jepang mengenai tanggung jawab pribadi. Di Jepang, setiap individu diharapkan untuk mengurus sampah mereka sendiri. Praktik ini merupakan bagiankecil dari penekanan adat yang lebih luas terhadap harga pribadi. Pendekatan ini memastikan ruang publik statis bersih dan individu statis sadar akan kebiasaan membuang sampah mereka.
Minimnya tempat sampah lazim juga menjadi bukti dedikasi penduduk Jepang terhadap kebersihan dan ketertiban umum. Hal ini dapat dikaitkan dengan kuatnya kaidah sosial yang melarang membuang sampah sembarangan dan mendorong adat bersih. Kebersihan lingkungan lazim dianggap sebagai harga bersama, dan penduduk bangga menjaga keelokan serta keteraturan lingkungan sekitar mereka.
2. Sistem Pemilahan Sampah Sangat Teratur

Sistem Pemilahan Sampah Sangat Teratur/Foto: Pexels.com/ cottonbro studio
Jepang memiliki salah satu mekanisme pengelolaan sampah paling efisien di dunia. Klasifikasi sampah di Jepang sangat mendetail. Sebagai contoh, terdapat beragam jenis pengelompokan kertas, seperti kertas tisu toilet, bungkusan kue, kertas tulis, dan sebagainya. Truk sampah di Jepang cuma mengangkut jenis sampah tertentu setiap harinya, misalnya seperti sampah kertas hari ini, sampah plastik besok, sampah kaca lusa, dan seterusnya, proses ini dilakukan dengan sangat cermat.
Jadi, kesiapan terlalu banyak tempat sampah lazim justru berpotensi membikin orang membuang sampah tanpa mengikuti ketentuan pemilahan. Dengan mendorong penduduk untuk mengelola sampah mereka sendiri di rumah, mekanisme ini statis berjalan secara efisien dan efektif.
3. Menghindari Sampah Berserakan karena Hewan

Menghindari Sampah Berserakan karena Hewan/Foto: Pexels.com/ Ramazan Toygun
Faktor lain kenapa tempat lazim di Jepang jarang tersedia tempat sampah, karena keberadaan burung gagak dan fauna lain. Burung gagak dan fauna lain seperti kucing liar, bisa saja mencari makan dari tumpuan sampah. Ketika sampah gampang diakses, fauna dapat mengacak-acaknya sehingga lingkungan menjadi kotor dan menimbulkan bau tidak sedap.
Karena karena tersebut, jumlah tempat sampah yang tersedia di ruang publik menjadi lebih terbatas. Jadi, minimnya tempat sampah juga berhubungan dengan upaya menjaga agar sampah tidak gampang berceceran akibat aktivitas hewan.
4. Ada Faktor Keamanan Sejak Serangan Sarin 1995

Ada Faktor Keamanan Sejak Serangan Sarin 1995/Foto: Pexels.com/ Patrick
Salah satu peristiwa krusial yang menyebabkan langkanya tempat sampah lazim di Jepang adalah serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo pada tahun 1995. Serangan mematikan yang dilakukan oleh sekte Aum Shinrikyo tersebut melibatkan penggunaan gas sarin yang diletakkan di tempat-tempat umum, termasuk di dalam tempat sampah.
Sebagai respons terhadap insiden tragis ini, banyak tempat sampah lazim disingkirkan sebagai cara pencegahan agar serangan serupa tidak terjadi di masa depan. Dampak peristiwa ini statis terasa hingga kini, karena kecemasan akan potensi serangan teroris terus memengaruhi kebijakan keamanan publik, termasuk terbatasnya kesiapan tempat sampah.
5. Mendorong Pengurangan Sampah

Mendorong Pengurangan Sampah/Foto: Pexels.com/ Arnie Papp
Pendekatan Jepang terhadap pengelolaan sampah juga mencerminkan komitmen negara tersebut terhadap kelestarian lingkungan. Dengan mengurangi jumlah tempat sampah umum, desakan bagi penduduk untuk menghasilkan sampah pun berkurang. Fokus pada daur ulang dan pembuangan sampah yang tepat di rumah tangga semakin mendukung pencapaian tujuan lingkungan hidup.
Jadi, Beauties, karena Jepang memiliki sedikit tempat sampah rupanya cukup beragam, mulai dari tanggung jawab pribadi, mekanisme pengelolaan sampah, gangguan hewan, aspek keamanan, hingga penilaian lingkungan. Mungkin kebiasaan sederhana untuk membawa balik sampah sendiri bisa menjadi inspirasi kecil bagi kita untuk lebih sadar bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)