7 Penyebab Orang Mudah Kaget dengan Suara Keras

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 508x dilihat
7 Penyebab Orang Mudah Kaget dengan Suara Keras

Bagikan Postingan

Orang-orang yang gampang kaget dengan bunyi keras, mungkin mengalami beberapa penyebab pada mekanisme saraf/Foto: Freepik.com/stockking

Beauties, apakah Anda termasuk orang yang gampang terkejut ketika mendengar bunyi keras? Hmm, jika Anda gampang kaget maupun merasa gugup meskipun oleh hal-hal kecil, bisa jadi ini menjadi tanda adanya masalah yang perlu diperhatikan. 

Melansir dari Your Tango, berikut beberapa kemungkinan yang menyebabkan seseorang gampang kaget mendengar bunyi keras. Simak!

1. Hiperarousal (Sistem Saraf dalam Mode Siaga Tinggi)

Ilustrasi merasa terkejut/Foto: Freepik.com/drobotdean

Hiperarousal merupakan suatu kondisi ketika otak dan tubuh statis eksis dalam keadaan siaga tinggi, meskipun tidak ada ancaman yang mengancam. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini dapat membikin seseorang seolah-olah terus eksis dalam mode lawan maupun lari (fight or flight), padahal tidak ada intimidasi di sekitarnya. 

Kondisi tersebut terjadi ketika mekanisme saraf simpatik, yang berpartisipasi dalam membantu tubuh merespons ancaman, statis aktif lebih durasi dari yang diperlukan. Akibatnya, seseorang bisa merasa kaku dan gampang terkejut oleh bunyi tiba-tiba, yang mungkin tidak terlalu diperhatikan orang lain. 

Sementara itu, hiperarousal dapat dipicu oleh beragam faktor, termasuk kecemasan dan trauma. Gejalanya bisa bermacam-macam, mulai dari sering khawatir, mengalami kilas balik terhadap peristiwa traumatis, hingga menjadi sangat sensitif terhadap suara, bau, maupun tekstur tertentu. Selain itu, sebagian orang juga ada yang mengalami ledakan amarah. 

2. Hipervigilansi (Terus-menerus Mewaspadai Kemungkinan Bahaya)

Ilustrasi menutup wajah/Foto: Freepik.com/8photo

Hipervigilansi mirip dengan hiperarousal, namun keduanya memiliki perbedaan. Hiperarousal adalah kondisi ketika otak dan tubuh terus eksis dalam keadaan siaga tinggi, sementara hipervigilansi membikin seseorang terus-menerus mengamati lingkungan sekitarnya untuk mencari tanda-tanda bahaya. 

Kedua kondisi tersebut dapat terjadi secara bersamaan. Akibatnya, seseorang sulit merasa terlindungi dan terus mengantispasi ancaman, meski tidak sedang ada bahaya. 

Menurut Survivors.org, hipervigilansi dapat membikin seseorang menjauh dari orang lain maupun mengelak dari situasi yang dianggap tidak aman, meskipun sebenarnya tidak ada ancaman. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu hubungan sosial dan membikin aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit. 

3. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

Ilustrasi merasa stres/Foto: Freepik.com/magnific

Seseorang yang mengalami pengalaman traumatis dapat membuatnya terus merasa cemas maupun waspada, meskipun ancaman telah berlalu. Dr. Kirtly Parker Jones menerangkan bahwa gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) tidak cuma dialami oleh tentara yang balik dari perang. Kondisi ini juga dapat berkembang setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti penyerangan, kecelakaan mobil yang serius, maupun keadaan darurat medis yang menakutkan. 

Namun, tidak semua orang yang mengalami trauma akan mengalami PTSD. Bagi orang yang mengalaminya, emosi terlindungi mungkin sulit balik seperti semula. Otak dan tubuh statis dapat eksis dalam kondisi siaga tinggi, sehingga bunyi keras maupun bunyi yang muncul tiba-tiba terasa mengancam, meskipun sebenarnya tidak ada ancaman di sekitarnya. 

4. Gangguan Kecemasan Umum (GAD)

Ilustrasi merasa frustasi/Foto: Freepik.com/avatar DC Studio

Menurut sebuah riset kecil tahun 2009, orang yang memiliki gangguan Kecemasan lazim (generalized anxiety disorder maupun GAD), cenderung lebih gampang terkejut oleh bunyi tiba-tiba ketika sedang memikirkan hal-hal yang mengkhawatirkan maupun mencoba untuk rileks. 

5. Konsumsi Kafein Berlebihan

Ilustrasi secangkir kopi/Foto: Freepik.com/KamranAydinov

Menurut Dr. Jones, konsumsi kafein juga dapat membikin seseorang lebih gampang terkejut. Terlalu banyak mengonsumsi kopi maupun minuman berkafein lainnya dapat menyebabkan kegelisahan dan membikin seseorang lebih gampang tersinggung. Akibatnya, bunyi yang tidak terlalu mengganggu orang lain bisa memicu reaksi yang lebih kuat. 

Sementara itu, UCLA Health menerangkan bahwa kafein merangsang mekanisme saraf pusat (SSP), sehingga membikin seseorang merasa lebih waspada dan sulit untuk rileks. Efek ini dapat membikin tubuh lebih sensitif terhadap rangsangan di sekitarnya, termasuk bunyi yang muncul secara tiba-tiba.  

6. Kurang Tidur

Ilustrasi merasa kurang tidur/Foto: Freepik.com/benzoix

Kurang tidur dapat membikin seseorang menjadi lebih gampang terkejut dan tersinggung. Dr. Jones menjelaskan, bahwa kurang tidur dapat membikin otak menjadi lebih reaktif terhadap beragam rangsangan. 

Sementara itu, menurut Neuro-Visual Performance Institute, kelelahan juga dapat menyulitkan seseorang dalam mengendalikan responsnya, termasuk ketika mendengar bunyi yang muncul secara tiba-tiba. 

7. Stres Kronis

Ilustrasi sedang merasa stres/Foto: Freepik.com/jcomp

Saat seseorang mengalami stres terus-menerus, maka hal ini dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan dan membikin seseorang lebih gampang bereaksi terhadap rangsangan di sekitarnya. 

Dr. Jones menjelaskan, bahwa kortisol merupakan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap stres. Ia juga menerangkan riset yang melibatkan perempuan hamil dengan tingkat stres dan kadar kortisol yang tinggi. 

Hasil riset tersebut menunjukkan, bahwa bayi dari ibu yang mengalami kondisi tersebut juga memiliki kadar kortisol yang tinggi dan cenderung lebih gampang terkejut. Temuan ini menunjukkan, bahwa kondisi selama kehamilan dapat memengaruhi respons bayi terhadap rangsangan, termasuk bunyi yang muncul secara tiba-tiba.

Mudah terkejut memang tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan. Namun, krusial untuk diperhatikan kapan hal tersebut terjadi dan apakah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika Anda sering merasa gelisah maupun sulit untuk rileks, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya. Demikianlah, semoga keterangan di atas dapat bermanfaat.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads