LOréal Indonesia Berdayakan Perempuan Lewat Pendidikan Kecantikan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 32x dilihat
LOréal Indonesia Berdayakan Perempuan Lewat Pendidikan Kecantikan

Bagikan Postingan

L'Oreal Indonesia Berdayakan Perempuan Lewat Pendidikan Kecantikan/ Foto: Dok. L’Oréal Indonesia/Fausta Bayu

Inilah cerita Ibu Made Sumiati, seorang pendidik tata kecantikan SMKN 3 Bogor. Merantau dari Bali ke Jakarta pada tahun 1986, Ibu Made menempuh tiga tahun perkuliahan dengan danasiswa untuk menjadi calon pendidik di bidang kecantikan. Setelah lulus, perempuan paruh baya itu langsung menjadi pendidik dan pegawai negeri.

"Bangga aku menjadi pendidik kecantikan karena banyak alumni-alumni yang sudah sukses," ucapnya sambil tersenyum saat bercerita kepada media, di L'Oréal Indonesia Head Office, dalam aktivitas Media Gathering "Beauty That Moves: World Teacher's Day" (27/10/2026). Rasa bangga tak bisa dibendung Ibu Made ketika mendengar cerita para lulusan yang telah berhasil menghidupi diri lewat keahlian yang pernah diajarkannya.

Tata rambut dan makeup jadi keahlian yang diwariskannya kepada anak didik, dimulai dari perawatan kulit, tata rias, kemudian tata rambut. Selain menjadi seorang guru, Ibu Made juga menawarkan jasa tata rambut dan rias di salonnya di rumah, serta mengelola SMK Plus Pelita Nusantara. Ia juga mau mengembangkan program khusus untuk kecantikan, Beauties.

"Pokoknya punya keahlian itu sangat membantu," lanjut Ibu Made, memberikan pesan bagi para perempuan masa kini. "Kalau ada kursus-kursus, ikutin saja."

Ia percaya, suatu keahlian itu pasti berguna. Bukan cuma agar bisa menata rambut dan merias sendiri, tapi akan lebih baik lagi jika bisa menerima order untuk membantu orang lain. "Perempuan itu jangan bersandar sama suami," lanjut Ibu Made yang kemudian menerangkan bahwa suaminya telah wafat bumi sebelas tahun yang lalu. Namun dengan memiliki keahlian di sektor kecantikan, dia bisa menyambung hidup secara mandiri.

Pendidik Kecantikan yang Mengikuti Perkembangan Zaman

Kiri ke Kanan] Melanie Masriel (Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability of L'Oreal Indonesia), Made Sumiati, M.Pd, (Guru SMKN 3 Bogor dan mitra program L’Oreal dari Hairducation), Indra Tanudarma (Head of Education

Kiri ke Kanan] Melanie Masriel (Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability of L'Oreal Indonesia), Made Sumiati, M.Pd, (Guru SMKN 3 Bogor dan mitra program L’Oreal dari Hairducation), Indra Tanudarma (Head of Education/ Foto: Dok. L'Oreal Indonesia

Menurut Ibu Made, perempuan-perempuan muda saat ini sudah sangat melek dengan kecantikan. Tren itu diamati pula pada cucunya yang gemar menata rambut dan memakai makeup sendiri. Meningkatnya minat tesebut ditampung dan dikembangkan melalui kerja sama berbareng L'Oréal Indonesia.

Ibu Made berkesempatan untuk memperdalam ilmunya melalui training berbareng L'Oréal dalam program Hairducation, Beauties. “Sebelum mengikuti pelatihan berbareng L’Oréal, aku sudah dapat mempraktikkan teknik pewarnaan rambut, tetapi belum memahami teorinya secara mendalam. Saya kemudian mempelajari anatomi rambut dan hair science, termasuk sepertiapa warna meresap ke batang rambut serta fluktuasi yang terjadi selama proses pewarnaan.”

Pengetahuan tersebut mengubah metode ia mengajar. Murid tidak cuma diminta mengikuti tahapan kerja, tetapi juga memahami kenapa suatu teknik digunakan dan sepertiapa menyesuaikannya dengan kondisi rambut yang mereka hadapi.

Manfaat itu tidak cuma dirasakannya sebagai tenaga pengajar, tapi juga para anak didinya. Ibu Made membawa murid belajar langsung di L’Oréal Professionnel Academy dan menghadirkan pendidik tamu melalui kelas Hairducation agar pembelajaran di sekolah semakin dekat dengan praktik industri.

Hingga saat ini, Hairducation telah melatih 88 pendidik dari 46 SMKN di beragam daerah di Indonesia, yang pada gilirannya berhasil mempersiapkan lebih dari 4.200 lulusan yang siap untuk diserap industri tata rambut profesional.

“Industri tata rambut bergeser sangat cepat dengan standar teknis yang kian tinggi. Program Hairducation memberikan ruang bagi para pendidik kejuruan untuk secara terusmenerus memperbarui kompetensi mereka,” terang Indra Tanudarma, Head of Education Performance Professional Products Division L’Oréal Indonesia.

“Ketika seorang pendidik memperoleh pemahaman teknis dan standar industri terkini, khasiat tersebut akan tereskalasi kepada ratusan murid yang mereka didik setiap tahunnya, menciptakan bakat masa depan yang siap bersaing.”

L’Oréal Indonesia Memberdayakan Perempuan melalui Beauty for a Better Life (BFBL)

Sesi Makeup Class berbareng dengan Beauty Educators

Sesi Makeup Class berbareng dengan Beauty Educators/ Foto: Dok. L’Oréal Indonesia/Fausta Bayu

Program pemberdayaan tidak cuma dikerahkan melalui Hairducation saja, Beauties. Namun juga Beauty for a Better Life (BFBL), program sosial yang merangkul dan membekali para perempuan dari himpunan rapuh sosial-ekonomi. Dengan mengikuti BFBL, diharapkan mereka dapat meraih kemandirian finansial dan berkontribusi bagi perekonomian keluarga.

Dampaknya pun turut disampaikan Ibu Achadiningtyas (Aca), trainer Beauty for a Better Life (BFBL) Training Center Cianjur. Perempuan yang telah malang melintang di industri kecantikan selama kurang lebih 45 tahun itu memulai pekerjaan di salon pada usia 20 tahun.

Kemudian, dia menjadi pendidik di beragam institusi kursus dan pelatihan, asesor sertifikasi kompetensi nasional di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi, serta Ketua Tiara Kusuma Kabupaten Cianjur. Sejak bergabung sebagai trainer BFBL pada 2015, ia telah membantu melatih dan meluluskan sekitar 4.800 peserta.

“Mengajar tata rambut tidak cukup cuma dengan memberitahu teknik. Saya juga mesti terus belajar karena kebutuhan di industri berubah, sementara setiap peserta datang dengan kondisi yang berbeda. Ada yang cepat menguasai materi, ada pula yang perlu lebih banyak waktu dan desakan untuk percaya pada dirinya sendiri,” ujarnya. “Bagi saya, hal yang paling berarti adalah ketika mereka mulai berani menggunakan keterampilannya untuk bekerja maupun memulai usaha.”

Pendampingannya tidak selalu selesai saat pelatihan selesai. Pemilik salon, termasuk alumni BFBL yang telah membuka usaha, kerap menghubungi Ibu Aca untuk meminta anjuran lulusan yang siap bekerja. Dengan demikian, pengalaman dan jaringan yang ia bangun ikut membantu menghubungkan peserta dengan kesempatan berikutnya.

Hal ini pun harmonis dengan klarifikasi Magdalena Rospita selaku Corporate Affairs and Impact Director L’Oréal Indonesia, yang mengungkapkan, “[Instruktur BFBL] datang sebagai mentor yang mendengar, memotivasi, dan menumbuhkan daya juang para peserta.” Program-program ini pun mengukuhkan komitmen L’Oréal Indonesia mendukung orang- orang yang eksis di balik proses belajar.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads