Jakarta -
Bunda, edukasi mengenai pentingnya imunisasi kembali menjadi sorotan pemerintah di tengah tetap adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap program vaksinasi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja berbareng komisi IX DPR pada Selasa (23/6/2026), yang menegaskan perlunya penguatan pemahaman publik mengenai imunisasi.
Budi mengatakan pihaknya telah menyiapkan perencanaan, pengadaan, hingga pengedaran vaksin. Namun, edukasi kepada masyarakat dinilai perlu diperkuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Itu masalahnya mengenai edukasi. Jadi kita pemerintah bakal memfokuskan program edukasi mengenai imunisasi,” ungkap Budi, dikutip dari laman detikcom, Rabu (24/6/2026).
Adapun hasil survei menunjukkan family menjadi argumen terbesar masyarakat tidak melakukan imunisasi. Sebagian masyarakat juga belum memahami faedah imunisasi sehingga menganggap vaksinasi tidak penting.
“Alasan terbesar tidak mau imunisasi itu family tidak mengizinkan. Kalau saya cek, itu bukan hanya ibu ternyata, bapak ternyata. Kita menemukan ayah-ayah yang tidak mengizinkan anaknya divaksinasi for whatever reason,” ungkap Budi.
Ia pun mengatakan tak sedikit juga para ibu yang takut anaknya mengalami pengaruh samping setelah mendapatkan imunisasi.
“Ada juga tidak imunisasi lantaran si ibunya ini takut anaknya demam alias malah sakit, kemudian tetap ada sekelompok family yang merasa imunisasi itu tidak penting,” sambungnya.
Padahal, imunisasi bermaksud untuk melindungi anak dari penyakit-penyakit menular maupun tidak menular.
Menkes pun menegaskan faedah imunisasi jauh lebih besar dibandingkan pengaruh samping ringan yang mungkin bakal muncul setelah vaksinasi.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·