Masih ingat dengan fitur AI-powered History Search yang sempat diumumkan Microsoft untuk browser Edge tahun lalu? Nah, rupanya fitur tersebut tidak bakal jadi dirilis secara penuh.
Jadi kawan kawan, melalui pembaruan pada Microsoft 365 Roadmap, Microsoft mengonfirmasi bahwa mereka telah membatalkan pengembangan AI-powered History Search di Microsoft Edge dan sayangnya, mereka tidak menjelaskan argumen pasti di kembali keputusan tersebut.

Konsep dari fitur ini sebenarnya cukup menarik, alih alih kudu mengingat alamat website alias kata kunci yang persis sama seperti yang ada di history browser, pengguna cukup mengetik kalimat biasa menggunakan bahasa alami saja.
Misalnya, “artikel mengenai windows update” alias “tempat saya baca tulisan mengenai surface”, AI kemudian bakal mencoba memahami maksud pengguna dan mencari riwayat browsing yang paling relevan, meskipun kata yang diketik tidak sama persis dengan titel laman alias URL.
Baca Juga : Gara Gara AI, Apple Resmi Naikkan Harga MacBook dan iPad
Nah apalagi Microsoft sebelumnya menegaskan bahwa proses pencarian tersebut dijalankan menggunakan model AI lokal (on-device), sehingga informasi riwayat pengguna tidak dikirim ke cloud.
Kini Resmi Dibatalkan
Namun kini, Microsoft menyatakan bahwa mereka tidak bakal melanjutkan pengembangan fitur tersebut.
Dalam laman roadmapnya, Microsoft hanya menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna atas perubahan rencana ini, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai argumen pembatalannya.

Untuk alasannya, mungkin saja ini lantaran respon pengguna yang menganggap fitur tersebut terasa “menyeramkan” lantaran AI kudu memahami seluruh riwayat browsing mereka, meskipun Microsoft sudah menjelaskan bahwa pemrosesan dilakukan secara lokal.
Selain itu, banyak yang menilai bahwa fitur tersebut tidak terlalu dibutuhkan dan hanya menjadi contoh lain dari tren AI ke beragam bagian Widnows dan Edge tanpa ada faedah yang betul benar terasa.
Bagi saya sih ini adalah perihal yang bagus ya, mengingat saya rasa memang jika dirilis, kehadirannya tidak terlalu dibutuhkan, apalagi hanya untuk mencari history yang pada dasaranya tetap bisa kita lakukan secara manual.
Tapi gimana menurutmu? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
English (US) ·
Indonesian (ID) ·