Mirip Chromeos Tapi Berbasis Ai, Akankah ‘project Aion’ Jadi Pengganti Windows 11?

Jul 05, 2026 08:01 PM - 4 jam yang lalu 151

Jika selama ini kita memandang Microsoft semakin garang mendorong Copilot ke beragam produknya, mulai dari Windows, Edge, Microsoft 365 hingga GitHub, rupanya itu mungkin baru permulaan saja.

Baca Juga : GitHub Sindir PlayStation! Microsoft Siap Kirim Repository GitHub Kamu Dalam Bentuk CD

Jadi kawan kawan, baru baru ini ada sebuah arsip internal yang bocor dan mengungkap bahwa Microsoft rupanya sempat mengembangkan sebuah proyek rahasia berjulukan Project Aion, ialah konsep sistem operasi generasi baru yang dibangun sepenuhnya di sekitar Copilot dan Agentic AI.

Dan menariknya lagi, proyek ini apalagi disebut sudah mempunyai prototype yang betul-betul berjalan.

Apa itu Project Aion?

Berdasarkan arsip internal yang bocor, Project Aion merupakan proyek inkubasi Microsoft sejak tahun 2024 untuk menciptakan pengalaman Copilot OS, ialah sistem operasi yang tidak lagi berpusat pada Windows seperti yang kita kenal saat ini, tetapi berpusat pada AI.

Dan yang cukup mengejutkan, sistem operasi ini disebut bisa melangkah diatas Windows 11, Android (AOSP) dan sebuah platform internal berjulukan Win3. Dengan kata lain, Aion ini bukanlah Windows baru, melainkan sebuah UI Shell yang dapat melangkah di beragam platform.

Dibangun Dari Microsoft Edge

Nah bagian yang paling menarik tentu adalah gimana Microsoft membangun sistem operasi ini, yang mana alih-alih menggunakan komponen Windows tradisional, Aion justru dibangun menggunakan teknologi web yang berasal dari Microsoft Edge.

Yap, nyaris seluruh antarmuka sistem operasi ini sebenarnya merupakan browser Edge yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tampil layaknya desktop Windows komplit dengan Start Menu, Taskbar, Window, Snap Layout dan System Tray yang sekilas, tampilannya memang tetap terasa seperti Windows 11, namun nyaris seluruhnya melangkah menggunakan teknologi web.

Start Menu Jadi Copilot

Nah seperti pada gambar bocoran diatas, jika di Windows selama ini kita menekan logo Windows untuk membuka Start Menu, di Project Aion tombol tersebut justru digantikan oleh icon Copilot.

Dan tentu itu bukan sekedar perubahan logo saja, namun seluruh Start Menu betul benar berpusat pada kegiatan AI, mulai dengan membuka aplikasi web, mencari file, browsing internet, memulai workflow, bertanya ke Copilot, hingga menjalankan beragam tugas menggunakan AI Agent.

Microsoft apalagi menyebutnya sebagai multimodal omnibox, lantaran satu kolom tersebut dapat melakukan nyaris semua hal.

Tidak Menjalankan Aplikasi Windows

Nah satu perihal yang menjadi perbedaan besar Project Aion dengan Windows yang kita kenal saat ini. Dimana poject Aion tidak dirancang untuk menjalankan aplikasi Windows klasik (Win32).

Sebaliknya, sistem ini bakal lebih mengandalkan Web App, Progressive Web App (PWA) dan Website, seluruh aplikasinya bakal melangkah didalam window layaknya aplikasi desktop biasa.

Tapi gimana jika pengguna memerlukan aplikasi Windows lama?, nah tenyata, jika seandainya pengguna memerlukan aplikasi Windows tradisional, Project Aion bakal langsung memanfaatkan Windows 365 Cloud PC.

Yang berarti, aplikasi tersebut sebenarnya melangkah di cloud, sementara pengguna hanya memandang hasilnya melalui streaming saja.

AI Mengetahui Semua Aktivitas Pengguna

Nah lantaran nyaris seluruh aplikasi yang melangkah merupakan aplikasi web, Copilot dapat memahami konteks dari semua kegiatan pengguna. Milai dari website apa yang sedang dibuka, arsip apa yang sedang dikerjakan, email apa yang sedang ditulis dan laman mana yang baru saja dikunjungi.

Meskipun ini bakal menimbulkan pro dan kontra, tapi dengan begitu, fitur AI bakal maksimal lantaran pengguna cukup memberikan intruksi sederhana seperti “ringkas laman ini lampau kirimkan melalui email” maka AI bakal membikin ringkasan, membikin draft email, menampilkan hasilnya dan meminta konfirmasi sebelum dikirim.

Semuanya dilakukan tanpa kudu beranjak aplikasi dan semuanya melangkah serba otomatis. Menarik bukan?

Sekilas Mirip ChromeOS

Nah jika diperhatikan sih, konsep ini mirip pada ChromeOS, lantaran sama-sama mengandalkan web sebagai fondasi utama, namun bedanya Microsoft mau menjadikan AI sebagai pusat dari seluruh pengalaman penggunaan sistem operasi.

Dengan kata lain, jika ChromeOS berpusat pada browser, maka Project Aion berpusat pada Copilot.

Apakah Akan Dirilis dan Akan Jadi Windows Masa Depan?

Sayangnya, hingga saat tulisan ini ditulis, Microsoft belum mengumumkan Project Aion secara resmi, dan belum diketahui apakah proyek tersebut tetap dikembangkan, dihentikan, alias justru berevolusi menjadi proyek lain.

Sementara itu, jika kita memandang arah Microsoft beberapa tahun terakhir, rasanya bukan perihal yang mustahil jika Windows suatu hari kelak betul-betul berubah menjadi sistem operasi yang jauh lebih berjuntai pada AI dibanding sekarang.

Karena mulai dari hadirnya Copilot, Recall, Click to Do, AI Explorer, WSL Containers, hingga beragam fitur agentic AI yang terus bermunculan, semuanya menunjukkan satu arah yang sama.

Tapi, gimana menurutmu? Apakah Anda tertarik menggunakan Windows yang nyaris seluruh pengoperasiannya dikendalikan oleh AI seperti Project Aion ini, alias justru lebih nyaman dengan Windows yang ada sekarang? komen dibawah guys.

Referensi : Windows Central


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya