Jakarta -
Orang yang manipulatif biasanya menggunakan pujian untuk mencapai tujuan hidup mereka. Orang-orang ini tak ragu untuk melontarkan kata-kata manis untuk memanfaatkan orang lain demi untung pribadinya, Bunda.
Mereka sering kali memilih pujian spesifik yang pada awalnya tampak menyenangkan, tetapi di baliknya tersembunyi motif berbeda. Pada kebanyakan kasus, kata-kata pujian itu bisa merusak hidup orang lain.
"Perilaku manipulatif dapat terjadi dalam hubungan pribadi dan profesional, yang seiring waktu bisa menyebabkan ketidakseimbangan kekuasaan yang berujung pada lebih banyak masalah di kemudian hari. Meskipun pada awalnya tampak tidak berbahaya, perihal itu dapat menciptakan hubungan yang penuh kekerasan emosional, membikin orang lain merasa bingung, cemas, dan lelah," kata psikolog Rachel Goldman, PhD, FTOS, dilansir Very Well Mind.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat yang sering diucapkan orang manipulatif
Orang manipulatif sering mengucapkan kata-kata yang cukup khas. Mengenali ucapan ini sangat krusial bagi kita untuk melindungi diri dari sifat jelek tersebut, Bunda.
Dikutip dari Your Tango, berikut 10 kalimat yang sering diucapkan oleh orang manipulatif:
1. 'Hubungan ini adalah kesempatan sekali seumur hidup'
Taktik 'love bombing' adalah sesuatu yang sangat diandalkan oleh para manipulator. Mereka bakal menggunakan frasa-frasa dalam strategi ini untuk memastikan seseorang menjadi sangat terikat pada mereka.
Mereka bakal menghujani seseorang dengan pujian terus-menerus alias memberi mereka banyak hadiah, serta memberikan perhatian penuh. Namun semua itu hanya ada di awal. Setelah itu, mereka bakal menguasai korban sampai kehilangan jati diri.
2. 'Hanya Anda yang mengerti aku'
Kalimat 'Hanya Anda yang mengerti aku' sering diucapkan orang manipulatif untuk memperdaya korbannya. Kalimat itu bukanlah pujian, melainkan peringatan bahwa kita tidak bakal pernah bisa meninggalkan mereka.
Bila didengarkan dan dipercayai, perihal itu dapat mempersulit Bunda untuk menetapkan batas alias apalagi hanya mengungkapkan perasaan. Para manipulator kronis biasanya sangat berjuntai pada hubungan sebagai langkah untuk menjalankan kendali. Tanpa itu, mereka tidak mempunyai apa pun.
3. 'Aku belum pernah berjumpa orang seperti kamu'
Pada awalnya, kalimat "Aku belum pernah berjumpa orang seperti kamu" dapat membikin seseorang merasa istimewa. Namun, jika pujian itu datang dari orang yang manipulatif, maka Bunda kudu waspada ya.
Kalimat itu seolah-olah mendefinisikan kepribadian kita yang terlalu menarik untuk. Padahal, kalimat itu diucapkan sebagai trik untuk mendapatkan empati, yang pada akhirnya digunakan untuk mengontrol seseorang.
4. 'Kamu sangat murah hati'
Orang yang manipulatif sering kali mengandalkan pujian terhadap sifat-sifat tertentu yang dimiliki seseorang. Misalnya, mereka bakal memuji seseorang lantaran 'sangat setia' alias 'sangat murah hati'.
Namun tak lama kemudian, pujian tersebut dimanfaatkan untuk mengendalikan seseorang. Kita jadi susah untuk bersikap tegas lantaran dari awal sudah diberi label pujian ini dari orang manipulatif.
5. 'Kamu sangat pandai mengelola uang, apakah Anda keberatan bayar tagihan ini?'
Orang yang manipulatif bakal memberikan pujian kepada seseorang yang pada akhirnya juga menjadi sebuah permintaan. Misalnya, dia bakal memuji kawan yang dianggap pandai mengeloka keuangan, lampau mengusulkan pinjaman dari mini hingga besar.
Orang manipulatif berambisi dengan memberikan pujian di awal, perihal itu bakal mengurangi rasa canggung lantaran kudu meminta orang lain melakukan sesuatu untuk mereka. Orang yang manipulatif tidak hanya bakal menganggapnya sebagai penolakan, tetapi mereka juga bakal dengan sigap mencoba mengubah pikiran orang lain.
6. Aku suka langkah berpikirmu'
Pujian jenis ini awalnya bakal muncul beruntun sebelum menghilang sepenuhnya. Orang-orang yang manipulatif bakal bersikap hangat di hari ini, dan kemudian keesokan harinya tiba-tiba dingin seperti es.
Teknik ini dilakukan untuk membikin orang lain terus mengejar mereka dan menginginkan pengakuan dari mereka. Penarikan pujian secara tiba-tiba membikin orang lain merasa seolah-olah mereka telah melakukan kesalahan, padahal sebenarnya tidak.
7. 'Kamu adalah argumen kenapa ini sukses dengan baik'
Kalimat pujian ini juga terdengar tulus. Namun, jika diucapkan orang yang manipulatif, ini dapat berfaedah bencana.
Alih-alih betul-betul mengakui kontribusi kita, orang manipulatif membingkainya sedemikian rupa sehingga seolah-olah kita adalah argumen utama kenapa semuanya melangkah lancar. Hal itu biasanya membikin kita susah untuk betul-betul pergi alias apalagi hanya membahas hal-hal yang tidak membikin kita bahagia.
8. 'Kamu sangat pengertian'
Kalimat ini adalah bagian dari strategi 'melucuti pertahanan'. Orang-orang manipulatif bakal menggunakan strategi ini ketika mereka tidak mau meminta maaf alias memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Meskipun awalnya mereka mengatakan 'Kamu sangat pengertian', pujian ini dengan sigap berubah menjadi sesuatu yang disalahgunakan, seperti seperti 'Seharusnya itu tidak mengganggu kamu'. Orang yang manipulatif tidak mau bertanggung jawab alias terlihat rentan, jadi mereka mencoba mengalihkan perhatian dengan kata-kata manis dan berambisi orang lain lupa dengan kesalahan mereka.
9. 'Hanya Anda yang betul-betul bisa saya andalkan'
Bunda perlu hati-hari jika pujian ini terucap dari orang yang manipulatif ya. Kalimat ini dapat berfaedah mereka mau orang lain merasa bertanggung jawab atas mereka dan hubungan yang terjalin.
Jika Bunda adalah satu-satunya orang yang dapat mereka andalkan, maka itu berfaedah Bunda bakal memikul banyak harapan. Orang manipulatif menyanjung dan berasumsi bahwa kita bakal bertindak dan melakukan hal-hal tertentu hanya lantaran mereka menganggap kita sebagai bagian krusial dalam hidup mereka.
10. 'Aku percaya kita bakal menjadi dahsyat di masa depan'
Seorang manipulator bakal menggunakan masa depan sebagai langkah untuk mengendalikan seseorang. Mereka bakal menyamarkan janji-janji manis dengan pembicaraan tentang masa depan untuk membikin seseorang tetap memperkuat lebih lama. Taktik ini disebut juga 'future faking' alias memalsukan masa depan.
"Future faking pada dasarnya adalah love bombing dalam skala yang lebih besar. Future faking adalah tentang manipulasi untuk mendapatkan sesuatu dari kita saat ini. Mereka sebenarnya tidak memikirkan masa depan," kata terapis berlisensi Yolanda Renteria.
Demikian 10 kalimat yang sering diucapkan oleh orang manipulatif. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·