Mengenal Motif Batik yang Dilarang Dipakai untuk Pernikahan/ Foto: Pexels.com/John Bastian
Batik menjadi salah satu pilihan busana yang sering dikenakan dalam aktivitas pernikahan, terutama dalam beragam tradisi kebiasaan Jawa. Namun ternyata, ada motif batik yang dianggap memiliki ketentuan dan larangan oleh sebagian penduduk tertentu ketika digunakan dalam aktivitas pernikahan.
Batik bendo menjadi motif batik yang memiliki larangan tersendiri untuk dipakai dalam pernikahan kebiasaan Jawa. Beberapa karena mulai dari larangan Keraton hingga bisa menimbulkan pernikahan rusak. Yuk, mengenal motif batik bendo tersebut, Beauties!
Filosofi Motif Batik Parang

Mengenal filosofi batik parang/ Foto: pexels.com/Fandy Much
Batik Parang menjadi salah satu motif batik Jawa yang secara sejarah berhubungan dengan lingkungan kerajaan maupun keraton. Motif batik bendo termasuk batik larangan, sehingga penggunaannya dibatasi di lingkungan kerajaan.
Merangkum dari detiknews, nama bendo dikaitkan dengan kata dalam bahasa Jawa yaitu pereng, yang menggambarkan bentuk lereng maupun garis miring. Motifnya memiliki pola diagonal yang menyerupai abjad S yang saling tersambung. Batik Parang memiliki beberapa jenis, seperti Parang Rusak, Parang Barong, Parang Klitik, Parang Kusumo, Parang Tuding, Parang Curigo, Parang Centung, dan Parang Pamor.
Motif batik bendo memiliki filosofi antara lain yang berhubungan dengan kesinambungan, kekuatan, semangat yang tidak padam, serta keteguhan dalam menjalani kehidupan. Garis diagonalnya juga dimaknai sebagai simbol cita-cita luhur dan teguh pada harga kebenaran.
Seiring berkembangnya zaman, penggunaan batik Parang tidak lagi terbendung di kalangan kerajaan. Masyarakat lazim kini banyak mengenakannya untuk undangan, aktivitas resmi, maupun busana sehari-hari.
Alasan Batik Parang Dilarang Dipakai Untuk Pernikahan

Alasan batik bendo tidak boleh dipakai untuk pernikahan/ Foto: Dok. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
Motif Batik Parang memiliki beberapa karena kenapa pemakaiannya dilarang dalam pernikahan kebiasaan Jawa, Beauties. Yuk, simak!
1. Batik Parang Termasuk Batik Larangan Keraton Yogyakarta
Melansir dari halaman resmi Keraton Yogyakarta, motif Parang menjadi salah satu batik larangan yang penggunaannya diatur secara khusus di lingkungan keraton. Pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, penggunaan motif Parang dibedakan berdasarkan jenis, ukuran, motif, serta jabatan pemakainya. Motif ini memiliki arti yang berhubungan dengan kekuatan, kekuasaan, kebesaran, kewibawaan, dan kecepatan gerak. Ada pula pemaknaan yang mengaitkan pola Parang dengan ombak Laut Selatan yang terus menghantam karang. Meski memiliki ketentuan khusus dalam lingkungan keraton, ketentuan tersebut tidak berjalan sebagai larangan bagi penduduk lazim di luar Keraton Yogyakarta.
2. Batik Parang Rusak Bisa Jadi Petaka untuk Pasangan
Batik Parang Rusak menjadi motif yang memiliki larangan khusus dalam tradisi penduduk di Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Dalam sebuah riset yang dilakukan M. Awaluddin Jamil, menemukan bahwa tradisi larangan memakai batik Parang Rusak berhubungan dengan kepercayaan yang diwariskan penduduk terdahulu.
Dalam kepercayaan yang berkembang di daerah tersebut, penggunaan batik Parang Rusak dalam aktivitas pernikahan dikaitkan dengan kemungkinan datangnya petaka bagi pasangan. Namun, riset tersebut juga menerangkan bahwa terdapat arti lain, yaitu sebagai bentuk kehati-hatian orang terdahulu demi kebaikan rumah tangga dan kebahagiaan pasangan. Jadi, larangan tersebut menjadi bagiankecil dari tradisi penduduk setempat, bukan berjalan secara lazim untuk seluruh penduduk Indonesia.
3. Parang Rusak Dikhawatirkan Membawa “Rusak” Pada Rumah Tangga
Melansir dari detikJogja, motif bendo dilarang dipakai dalam pernikahan karena dikhawatirkan membawa pernikahan rusak. Aturan ini cuma berjalan untuk kedua mempelai. Namun, Dr Dr Afrilyana Purba SH MH dalam bukunya, Perlindungan Hukum Seni Batik Tradisional, menerangkan bahwa jika pager ayu dan pager baik boleh mengenakan motif bendo tertentu seperti motif bendo klithik dan kusumo, dalam aktivitas pernikahan. Kedua motif tersebut bisa membikin pager baik dan pager ayu mendapat jodoh dari tamu undangan karena motifnya menggambarkan pemakainya statis suci.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)