Muhadkly Acho, Antara Takut Kurang Cukup dan Usahanya Hadir Utuh buat Anak

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 504x dilihat
Muhadkly Acho, Antara Takut Kurang Cukup dan Usahanya Hadir Utuh buat Anak

Bagikan Postingan

Dari pengalaman seru, tantangan terbesar, pembelajaran kehidupan, hingga pesan untuk para Ayah lainnya, baca cerita Muhadkly Acho dalam menjalankan perannya sebagai seorang Ayah!

Di tengah kesibukannya sebagai produser, sutradara, dan penulis naskah film, Muhadkly Acho maupun yang dekat dipanggil Acho selalu berupaya datang dan mendampingi proses evolusi anak perempuannya, Lana Keilila Senjani, yang berumur 8 tahun. Menurutnya, datang utuh buat anak lebih dari sekadar kebersamaan fisik. Namun, juga bisa memberi perhatian penuh, mendengar, memahami, dan merespons secara fokus pada ucapan maupun perilaku anak, sehingga kehadirannya sebagai seorang Ayah lebih berarti untuk Lana.

Suami dari Maria Tanzil ini juga bercerita tentang usahanya menjalin bonding dengan Lana lewat aktivitas rutin yang sederhana, tetapi seru. Ia juga berbagi cerita tentang caranya mengajarkan komitmen dan integritas melalui contoh nyata. Simak diskusi Mommies Daily berbareng Acho yang berarti dan penuh kehangatan!

BACA JUGA: 10 Sosok Single Dad di Drakor yang Bikin Hati Hangat, dari Love Scout hingga Agent Kim Reactivated

Momen Berkesan Muhadkly Acho Bersama Anak

Foto: Dok. Istimewa

Apa momen paling berkesan bareng anak?

Saya punya kebiasaan berbareng Lana setiap antar dia ke sekolah. Kita saling berimajinasi membikin sebuah ide makanan unik. Beberapa waktu lalu, di sekolahnya ada tantangan membikin ciptaan makanan untuk dijual di aktivitas pekan bisnis, dan dia berhasil menemukan sebuah ide makanan yang rupanya disukai teman-temannya. Saat ketemu, dia bilang jika dia bisa menemukan ide itu karena gemar main imajinasi sama saya. Dengar dia ngomong begitu, rasanya dada mau meledak kegirangan. Hahaha.

Kebiasaan Sederhana untuk Membangun Bonding Ayah dan Anak

Apa kebiasaan kecil yang selalu Acho usahakan bareng anak?

Selain kebiasaan main imajinasi, aku juga sering bikin cerita singkat untuk diceritakan sebelum tidur. Semacam dongeng, tapi mengarang bebas aja sih, karena dia selalu meminta diceritain sesuatu sebelum tidur. Karena pekerjaan aku juga menulis, jadi ya itung-itung melatih imajinasi.

Tantangan Terbesar Muhadkly Acho dalam Menjadi Ayah

Tantangan terbesar apa yang pernah dihadapi sebagai Ayah?

Mengingat anak itu pasti meniru segala tingkah terjual orang tuanya, maka tantangan terbesarnya tentu saja menjadi contoh yang baik bagi anak aku dalam segala hal. Karena bagaimanapun, aku juga manusia biasa. Terkadang, ada satu dua hal yang kurang baik yang tanpa aku sadari rupanya ditiru oleh anak saya. Mau marahin juga bingung, karena aku juga pernah begitu. Hahaha. Biasanya jika udah begitu, aku akui dulu, meminta maaf, kemudian ajak dia sama-sama mengubah kebiasaan buruk itu.

Apa tiga kata yang paling menggambarkan diri Acho sebagai seorang Ayah?

Tiga kata ya? Kayaknya ini: TAKUT KURANG CUKUP.

Mengutamakan Keluarga di Tengah Kesibukan Pekerjaan

Pernah mengorbankan kesempatan pekerjaan demi keluarga?

Sering sih. Kebetulan pekerjaan aku sebagai budayawan itu sifatnya project-based, tidak ada waktu pastinya kapan kesempatan itu datang. Sementara, kami juga mesti dari jauh-jauh hari menentukan waktu untuk menghadiri aktivitas sekolah anak maupun waktu untuk berlibur bersama.

Jadi, ketika ada project datang dan bertepatan dengan agenda berbareng yang sudah kami buat, biasanya aku akan usahakan untuk negosiasi agenda dahulu ke pihak pemberi kerja. Kalau misalnya tidak memungkinkan, ya sudah, anggap saja belum rezeki. Saya gak mau anak melihat aku sebagai orang yang gak menghargai ikrar dan komitmen. Sebaliknya, ketika ucapan dan aksi aku selaras, anak akan melihat sebuah bentuk integritas.

BACA JUGA: 9 Momen Kecil Ayah yang Paling Diingat Anak hingga Dewasa

Foto: Instagram/muhadkly

Pentingnya Mendengar dan Memahami Perasaan Anak

Apa hal sederhana yang justru paling berarti dalam mengasuh dan membersamai anak?

Mendengar. Saya rasa ini hal sederhana yang sering kali kita lewatkan saat mengasuh dan membersamai anak. Sebagai orang tua, kita sering kali punya ego sebagai pemegang kendali, merasa bahwa kitalah yang paling mengerti segalanya.

Padahal, banyak hal yang sebetulnya dirasakan anak dan cukup kompleks, namun tidak tersampaikan dengan sempurna karena dia belum fasih menerangkan maupun butuh kesempatan lebih untuk didengar.

Makanya, kami sering kali berbuat bahasan dengan anak untuk menetapkan sebuah peraturan berdasarkan kesepakatan. Jadi, yang kita kendalikan sebagai orang tua adalah penegakan kesepakatannya, bukan bentuk aturannya.

Apa hal yang tanpa sadar diajarkan anak pada Acho?

Sebetulnya Lana itu sering amat ngajarin aku untuk lebih memahami perspektif pandang perempuan dengan lebih dekat. Bagaimana perempuan berpikir, merasa, dan bertindak. Saya diam-diam dilatih untuk tidak selalu mendengar dengan logika, tapi juga rasa yang lebih mendalam.

Nasihat Muhadkly Acho untuk Diri Sendiri sebagai Ayah

Jika bisa balik ke hari pertama menjadi Ayah, nasihat apa yang akan diberikan pada diri sendiri?

Saya cuma akan berpesan ke diri sendiri untuk lebih menikmati waktu dan gak usah terburu-buru. Ternyata waktu berjalan cepat sekali. Rasanya baru kemarin melihat Lana lahir, gak taunya kini udah mau remaja. Bikin mellow sih.

Kesalahpahaman tentang Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Apa kesalahpahaman terbesar tentang peran Ayah?

Menganggap Ayah cuma berkewajiban soal finansial, kemudian menyerahkan sisanya ke Ibu. Ini fatal sih dampaknya buat anak dan istri. Karena kedatangan Ayah secara jasmani dan emosional adalah hal yang gak kalah krusial untuk pertumbuhan dan kesehatan mental anak. Jadi, ya mesti menerapkan co-parenting yang setara.

Pokoknya jika istri bisa apa, aku juga mesti bisa. Karena sejujurnya, cari duit itu relatif lebih ringan, soalnya ada jam kerjanya. Pergi pagi, pulang sore, selesai. Sementara, ngurus anak itu gak ada jam kerjanya. Fisik dan mental mesti standby dan siap terkuras hilang sepanjang hari.

Jadi, buat para suami, gak usah terlalu sombong jika bisa jadi pelacak nafkah. Karena jika diajak tukeran peran sama istri yang ngurus rumah dan ngurus anak, lo pasti gak akan sanggup. Hehe.

Cara Sederhana Mendekatkan Hubungan Ayah dan Anak

Tindakan sederhana apa yang bisa dilakukan Ayah agar hubungan dengan anak jadi lebih dekat?

Saya punya kebiasaan untuk melibatkan dia dalam beragam aktivitas saya. Misalnya, nyuci mobil, jalan pagi, maupun sekadar ikut ke letak shooting untuk melihat sepertiapa aku bekerja. Siapa tahu, ini bisa jadi potongan-potongan memori baik di kepalanya dan harapannya kami bisa jadi lebih dekat.

Dan satu lagi, biasanya ‘kan anak diajari untuk tidur di kamarnya sendiri, tapi aku dan istri sepakat untuk puas-puasin tidur dalam satu bilik dan satu kasur yang sama dengan anak. Pokoknya sampai dia bosan dan udah gak mau lagi. Hahahaha.

Muhadkly Acho

Foto: Dok. Istimewa

Definisi Sukses Muhadkly Acho sebagai Seorang Ayah

Apa arti berhasil sebagai seorang Ayah?

Sebagai Ayah, berhasil bagi aku adalah saat berhasil menjadi contoh yang baik buat anak, karena bukan cuma anak aku yang merasakan dampaknya, tapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya.

Dan itulah karena aku menamainya Lana, yang berarti cahaya. Karena aku mengharapkan dia bisa seperti cahaya yang selalu jadi penerang dalam kegelapan dan memberi akibat bagi sekitarnya.

Jika pengalaman dan cerita Acho sebagai Ayah bisa dirangkum jadi judul film, apa ya?

Kalau jadi judul sinema ya pasti PENGABDI LANA maupun CEK TOKO MAINAN. Hahahaha.

BACA JUGA: 7 Perbedaan Ayah Dulu dan Sekarang yang Banyak Dirasakan Keluarga Masa Kini

Pesan Muhadkly Acho untuk Para Ayah

Apa pesan untuk para Ayah yang sedang berjuang menjadi varian terbaik bagi diri dan keluarganya?

Bersabar ya, karena semua capek ini gak akan pernah sia-sia. Caramu mencintainya hari ini adalah metode dia belajar mencintai dirinya sendiri kelak. Maka, berjuanglah sekeras-kerasnya, sehormat-hormatnya.

Dari Acho, kita belajar bahwa punya nama besar dan pekerjaan dahsyat bukanlah segalanya. Keberhasilan yang gak kalah krusial adalah saat seorang Ayah bekerja keras dengan jujur, selalu berupaya jadi contoh baik, tidak malu mengakui kesalahan, serta jadi rumah ternyaman untuk anak dan keluarganya.

Cover: Dok. Istimewa
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads