Museum Sultan Mahmud Badaruddin Ii, Menelusuri Jejak Sriwijaya Hingga Kesultanan Di Jantung Kota Palembang

Mar 08, 2026 01:09 PM - 1 bulan yang lalu 28041

Kalau Anda mau memahami Palembang bukan hanya dari pempeknya alias megahnya Jembatan Ampera, maka datanglah ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

Museum ini adalah gerbang untuk menyelami perjalanan panjang sejarah Sumatra Selatan – mulai dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya, kebesaran Kesultanan Palembang, hingga masa kolonialisme Belanda.

Berlokasi strategis di area berhistoris dekat Sungai Musi dan berdampingan dengan Benteng Kuto Besak, museum ini bukan sekadar tempat menyimpan barang lama.

Tempat ini adalah ruang memori kolektif yang merangkum identitas Palembang sebagai Bumi Sriwijaya.

Dari Sriwijaya ke Kesultanan: Lintasan Sejarah yang Panjang

Sumatra Selatan sejak abad ke-7 dikenal sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim yang disegani di Asia Tenggara. Sriwijaya menguasai jalur perdagangan Selat Malaka dan menjadi pusat pembelajaran kepercayaan Buddha yang dikunjungi pelajar dari Tiongkok dan India.

Namun memasuki abad ke-13, kejayaan Sriwijaya mulai meredup. Palembang sempat mengalami masa transisi hingga akhirnya muncul Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-15 sebagai kekuatan baru.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi tempat yang merangkum dua era besar tersebut dalam satu narasi yang utuh.

Mengenal Sosok Sultan Mahmud Badaruddin II

Mengenal Sosok Sultan Mahmud Badaruddin IISultan Mahmud Badaruddin II

Nama museum ini diambil dari pahlawan besar Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II. Ia dikenal sebagai pemimpin yang gigih melawan kolonialisme Belanda pada awal abad ke-19.

Perlawanan Sultan Mahmud Badaruddin II bukan sekadar bentrok bersenjata, tetapi simbol perjuangan mempertahankan kedaulatan dan martabat rakyat Palembang.

Di museum ini, kisah perjuangannya diabadikan dalam beragam diorama, foto dokumentasi, serta koleksi senjata dan perlengkapan perang.

Lokasi Strategis di Pusat Kota

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin No. 2, tepat di pusat kota Palembang dan berhadapan langsung dengan Sungai Musi.

Dari area museum, visitor bisa menikmati pemandangan sungai sekaligus merasakan atmosfer sejarah yang kental.

Lokasi ini dulunya merupakan pusat kegiatan pemerintahan dan pertahanan Kesultanan Palembang.

Letaknya yang strategis membikin museum ini mudah dijangkau oleh pengunjung maupun pelajar.

Koleksi Museum yang Kaya dan Beragam

Koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang Kaya dan BeragamKoleksi Museum

Museum ini menyimpan sekitar 500 koleksi barang berhistoris yang terbagi dalam dua lantai. Setiap ruangan disusun secara kronologis agar visitor bisa mengikuti alur sejarah dengan runtut.

1. Replika Prasasti Kedukan Bukit

Salah satu koleksi paling krusial adalah replika Prasasti Kedukan Bukit.

Prasasti ini menjadi dasar penetapan hari jadi Kota Palembang. Replika yang ditampilkan dibuat dengan skala 1:1, sehingga tampilannya menyerupai corak aslinya.

Melalui prasasti ini, visitor dapat memahami awal mula kebesaran Sriwijaya.

2. Senjata Tradisional dan Meriam Kuno

Di lantai museum terdapat koleksi senjata tradisional, keris, tombak, hingga meriam antik yang digunakan dalam peperangan melawan Belanda.

Meriam-meriam tersebut menjadi saksi bisu sungguh kerasnya perlawanan rakyat Palembang terhadap penjajah.

Melihat koleksi ini, kita bisa membayangkan suasana pertempuran yang penuh strategi dan keberanian.

3. Kain Songket dan Busana Kesultanan

Museum ini juga memamerkan kain songket unik Palembang yang dulu digunakan oleh kalangan bangsawan Kesultanan.

Motif emas pada songket mencerminkan kemewahan dan status sosial pada masa itu. Selain itu, terdapat busana budaya komplit yang menunjukkan kekayaan budaya Melayu Palembang.

4. Keramik dan Artefak Perdagangan

Sebagai pusat perdagangan maritim, Palembang mempunyai hubungan jual beli dengan Tiongkok, India, dan bangsa lain.

Bukti hubungan tersebut terlihat dari koleksi keramik Tiongkok, peralatan pecah belah, serta artefak jual beli lainnya yang tersimpan rapi di museum.

Koleksi ini memperlihatkan sungguh terbukanya Palembang terhadap hubungan dunia sejak masa lampau.

5. Koleksi Mata Uang Kuno

Perkembangan ekonomi Palembang juga tercermin dalam koleksi mata duit kuno, mulai dari era Sriwijaya, Kesultanan, hingga masa kolonial.

Melalui koleksi ini, visitor bisa memandang gimana sistem ekonomi dan perdagangan berkembang dari waktu ke waktu.

Diorama yang Menghidupkan Sejarah

Diorama yang Menghidupkan SejarahDiorama di Museum

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah penyajian diorama.

Di ruang tertentu, visitor bisa memandang diorama perang yang menggambarkan perlawanan Sultan Mahmud Badaruddin II terhadap Belanda.

Visualisasi ini membikin sejarah terasa lebih nyata dan mudah dipahami.

Ada juga diorama kehidupan masyarakat Sriwijaya dan kegiatan perdagangan di Sungai Musi yang memperkaya pemahaman sejarah.

Peran Museum di Era Modern

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sekarang tidak hanya berfaedah sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga pusat edukasi dan penelitian.

Banyak pelajar dari beragam jenjang pendidikan datang untuk belajar sejarah secara langsung. Peneliti juga kerap menjadikan museum ini sebagai sumber referensi.

Selain itu, museum ini sering menjadi letak pagelaran budaya, pameran sejarah, hingga peringatan hari besar nasional.

Kepala Museum berambisi semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa museum adalah gambaran peradaban. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari gimana masyarakatnya merawat warisan sejarah.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Museum buka setiap:

  • Senin–Jumat: 07.30–16.00 WIB
  • Sabtu–Minggu: 09.00–15.00 WIB

Harga tiket sangat terjangkau:

  • Pelajar: Rp1.000
  • Mahasiswa: Rp2.000
  • Umum: Rp5.000
  • Wisatawan asing: Rp20.000

Dengan biaya murah, visitor bisa menikmati perjalanan ratusan tahun sejarah Palembang.

Kenapa Museum Ini Wajib Dikunjungi?

  • Menghubungkan era Sriwijaya hingga Kesultanan
  • Koleksi sejarah komplit dan autentik
  • Diorama yang edukatif
  • Lokasi strategis di pusat kota
  • Cocok untuk wisata family dan penelitian

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II bukan hanya tempat memandang barang tua, tetapi ruang untuk memahami identitas Palembang secara utuh.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah jantung sejarah Palembang. Di sinilah jejak Sriwijaya, kebesaran Kesultanan, dan perjuangan melawan kolonialisme tersimpan dalam satu ruang.

Berkunjung ke museum ini seperti menyusuri lorong waktu – mengingatkan kita bahwa Palembang pernah menjadi pusat peradaban maritim yang besar dan disegani.

Jika mau mengenal Palembang lebih dalam, mulailah dari museum ini.

Selengkapnya