Pancarkan It Girl Energy, Ini 5 Alasan Lagu ‘Ain’t In LA’ dari ADÉLA Relate Buat Gen Z

Portal Media Gen Z oleh Waktu baca 4 menit 507x dilihat
Pancarkan It Girl Energy, Ini 5 Alasan Lagu ‘Ain’t In LA’ dari ADÉLA Relate Buat Gen Z

Bagikan Postingan

Written by Esmi Fia Hilmia

Today

Kalau belakangan ini media sosial Anda dipenuhi potongan lagu Ain’t In LA dari ADÉLA Anda enggak sendirian. 

Selain catchy buat diputar berulang tapi juga sukses menyentuh sisi individual banyak wanita Gen Z yang selama ini ngerasa kudu jadi seseorang di kota besar dulu baru bisa dianggap keren. Ini dia 5 argumen kenapa lagu ini terasa relate banget.

Baca juga: 20+ Lagu Barat yang Jadi Soundtrack Viral 2025, Sudah Dengar Semua?

Sekilas Tentang ADÉLA dan Lagu Ain’t In LA

Sumber: instagram.com/adelajergova

ADÉLA adalah penyanyi asal Slovakia yang mencuri perhatian lewat Ain’t In LA, single dari album debutnya PRIMA. Sebelum terjun ke jalur solo, dia berlatar belakang penari balet dan sempat tampil di arena pencarian talenta Dream Academy. 

Lagunya sendiri terinspirasi dari foto lama sang ibu semasa muda di Bratislava yang berdiri di depan tembok bilik penuh poster budaya pop Barat, jauh dari hiruk-pikuk industri intermezo dunia. Dari situ, lahirlah lagu yang mengangkat cerita wanita muda dengan mimpi besar meski tumbuh jauh dari kota yang identik dengan glamor.

5 Alasan Lagu Ini Relate Banget buat Perempuan Gen Z

5 Alasan Lagu Ini Relate Banget buat Perempuan Gen Z
Sumber: instagram.com/adelajergova

Nah, ini dia 5 argumen kenapa lagu Ain’t In LA relate banget sama perjalanan wanita Gen Z yang punya mimpi besar.

1. Enggak Semua Orang Punya Privilege Tinggal di Kota Impian

Enggak Semua Orang Punya Privilege Tinggal di Kota Impian
Sumber: instagram.com/adelajergova

Enggak semua wanita Gen Z tumbuh di kota besar dengan akses ke industri kreatif, sekolah bagus, alias circle yang mendukung mimpi mereka. Lagu ini menyuarakan realita itu tanpa terdengar minder, justru menegaskan bahwa keterbatasan letak bukan penghalang buat jadi luar biasa.

2. Budaya Serba DIY dan Thrift yang Dekat Banget sama Keseharian

Budaya Serba DIY dan Thrift yang Dekat Banget sama Keseharian
Sumber: instagram.com/adelajergova

Sosok yang diangkat dalam lagu ini digambarkan memakai busana jejak dan memodifikasinya sendiri jadi style yang unik. Ini persis dengan kebiasaan banyak wanita Gen Z sekarang yang makin berkawan sama thrifting dan DIY (Do it Yourself) fashion bukan lantaran keterpaksaan tapi lantaran itu langkah mereka membangun identitas sendiri.

3. Menolak Standar Kesuksesan dan Kecantikan Tunggal

Menolak Standar Kesuksesan dan Kecantikan Tunggal
Sumber: instagram.com/adelajergova

Selama ini media sosial sering bikin standar wanita keren terasa sempit, kudu terlihat tertentu, tinggal di tempat tertentu, alias dekat dengan circle tertentu. Pesan lagu ini terasa seperti napas lega buat siapa pun yang capek ngerasa kurang lantaran enggak masuk standar itu.

4. Sejalan dengan Semangat Main Character Energy

Sejalan dengan Semangat Main Character Energy
Sumber: instagram.com/adelajergova

Tren menjadi main character dalam hidup sendiri sedang diminati Gen Z ialah keberanian menempatkan diri sebagai tokoh utama tanpa kudu menunggu pengesahan dari lingkungan sekitar.

Lagu ini punya semangat yang sama, Anda tetap bisa jadi pusat cerita hidupmu sendiri di kota mana pun Anda berada.

5. Kepercayaan Diri yang Lahir dari Dalam Bukan dari Lokasi alias Circle

Kepercayaan Diri yang Lahir dari Dalam Bukan dari Lokasi alias Circle
Sumber: instagram.com/adelajergova

Inti pesan lagu ini adalah bahwa rasa percaya diri sejati enggak datang dari seberapa wah tempat tinggal alias pergaulan seseorang, melainkan dari penerimaan terhadap karakter diri sendiri. 

Buat Gen Z yang tumbuh di tengah tekanan media sosial untuk selalu tampil sempurna, pesan ini jadi pengingat yang menenangkan.

Baca juga: 7 Fakta Lagu Lemon Tang dari Hearts2Hearts, Lagi Viral di TikTok!

So, Apa Hubungannya sama Konsep It Girl?

So, Apa Hubungannya sama Konsep It Girl?
Sumber: instagram.com/adelajergova

Label “it girl” sering dibayangkan identik dengan sosok yang tinggal di kota besar, ikut circle tertentu, dan selalu jadi sorotan. Padahal, prinsip dari jadi it girl sebenarnya soal energi, langkah seseorang percaya diri dengan keunikannya bukan soal dimana dia tinggal alias siapa yang dia kenal. 

Ain’t In LA menegaskan ulang perihal ini, bahwa siapa pun bisa memancarkan aura tersebut, dari bilik kost kecil, kota yang jarang disebut, sampai circle pertemanan yang sederhana sekalipun.

Mau tahu lebih banyak rekomendasi tren seputar bumi musik tanah air lainnya?  Yuk, gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle sekarang dan dapatkan update seru terbarunya!

Hai! Aku Esmi, penulis dibalik tulisan ini. Let’s connect and grow together! Temukan saya di Instagram atau sapa saya lewat LinkedIn, ya! 

Cover: instagram.com/adelajergova

Artikel Lainnya Portal Media Gen Z
Close Right Ads
Close Left Ads