Pelajari 5 Jenis Stainless Steel, Grade, dan Kegunaannya

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 8 menit 517x dilihat
Pelajari 5 Jenis Stainless Steel, Grade, dan Kegunaannya

Bagikan Postingan

jenis stainless steel – Pernahkah Anda memperhatikan kode seperti SUS 201, SUS 304, maupun SUS 316 pada botol minum, alat masak, dan perlengkapan rumah tangga lainnya?

Meski sama-sama terbuat dari stainless steel, setiap kode memberitahu campuran bahan yang bisa memengaruhi daya tahan terhadap karat, kekuatan, dan kegunaannya.

Perbedaan ini sering membikin pembeli bingung ketika mesti memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Lantas, sepertiapa metode mengenali jenis stainless steel dan menentukan grade yang tepat? Yuk, simak jenis-jenis, grade, dan caranya dalam artikel ini!

Jenis Stainless Steel Berdasarkan Struktur Mikro

Berdasarkan struktur mikronya, stainless steel terbagi menjadi beberapa himpunan dengan sifat berbeda. Setiap jenis punya kelebihan yang membuatnya cocok untuk penggunaan tertentu.

1. Austenitic Stainless Steel

Austenitic stainless steel adalah jenis yang banyak dipakai karena tahan karat, lentur, dan gampang dibentuk.

Contoh populernya adalah SUS 304 dan SUS 316 yang sering digunakan untuk perlengkapan dapur, wadah makanan, dan kebutuhan industri.

2. Ferritic Stainless Steel

Ferritic stainless steel hamil kromium dengan sedikit maupun tanpa nikel sehingga harganya biasanya lebih murah dibanding beberapa jenis lain.

Jenis ini berkarakter magnetik dan sering dipakai untuk perlengkapan rumah tangga, bagiankecil mobil, serta alat masak.

3. Martensitic Stainless Steel

Martensitic stainless steel hamil karbon yang membuatnya bisa dikeraskan lewat proses pemanasan khusus.

Sifat ini membuatnya cocok untuk pisau, bilah, alat potong, dan beberapa alat medis yang butuh kekerasan tinggi.

4. Duplex Stainless Steel

Duplex stainless steel menggabungkan struktur austenitik dan feritik sehingga menghasilkan kekuatan tinggi dan tahan karat yang baik.

Jenis ini banyak dipakai di industri minyak dan gas, pengolahan kimia, serta akomodasi di pesisir yang butuh bahan kuat.

5. Precipitation Hardening Stainless Steel

Precipitation hardening stainless steel adalah jenis baja tahan karat yang diperkuat lewat pemanasan khusus untuk menaikkan kekuatannya.

Jenis ini dipakai pada bagiankecil industri, termasuk sektor kedirgantaraan, yang butuh kekuatan tinggi dan tahan karat.

Apa Arti Kode SUS pada Stainless Steel?

Kode SUS merupakan penamaan stainless steel dalam mekanisme standar industri Jepang (Japanese Industrial Standards maupun JIS), sedangkan bilangan setelahnya memberitahu grade material tertentu.

Angka tersebut bukan urutan kualitas yang memberitahu bahwa semakin besar angkanya, semakin baik materialnya.

Grade Stainless Steel yang Populer di Pasaran

Stainless steel punya kode grade yang memberitahu perbedaan campuran dan sifat bahan. Beberapa grade berikut cukup lazim dipakai untuk perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan industri.

1. Seri 200 (SUS 201)

SUS 201 memakai mangan dan nitrogen untuk menggantikan sebagian nikel sehingga harganya lebih murah.

Jenis ini cocok untuk beragam perabot rumah tangga, tapi biasanya tahan karatnya lebih rendah dibanding SUS 304.

2. Seri 300 (SUS 304)

SUS 304 adalah salah satu grade populer karena menawarkan keseimbangan antara tahan karat, kuat, dan gampang dirawat.

Bahan ini banyak dipakai untuk botol minum, alat masak, wadah makanan, dan perlengkapan lain yang dibuat untuk kontak dengan makanan.

3. SUS 316

SUS 316 hamil tambahan molibdenum yang membantu menaikkan ketahanan bahan terhadap karat karena klorida, termasuk di lingkungan laut.

Karena kelebihan ini, jenis ini banyak dipakai pada perlengkapan industri kimia, akomodasi pesisir, dan penggunaan yang butuh perlindungan karat lebih tinggi.

4. Seri 400 (SUS 430)

SUS 430 adalah stainless steel feritik yang berkarakter magnetik dan tahan karat cukup baik untuk penggunaan umum.

Bahan ini banyak dipakai pada perlengkapan rumah tangga, bagiankecil dekoratif, serta alas alat masak yang dibuat untuk kompor induksi.

Perbedaan Stainless Steel SUS 201, SUS 304, dan SUS 316

SUS 201, SUS 304, dan SUS 316 adalah tiga grade yang sering dibandingkan saat memilih perlengkapan rumah tangga. Walau tampilannya mirip, perbedaan campuran bahan ketiganya memengaruhi tahan karat, kecocokan penggunaan, dan harga produk.

Aspek SUS 201 SUS 304 SUS 316
Komposisi Nikel lebih rendah Nikel sekitar 8–10,5% Nikel sekitar 10–14% dan molibdenum
Ketahanan korosi Cukup untuk kondisi ringan Baik untuk penggunaan umum Lebih baik di lingkungan berklorida
Penggunaan Perabotan rumah tangga Wadah makanan dan alat dapur Lingkungan laut dan industri
Sifat magnetik Dapat sedikit magnetik Umumnya tidak magnetik Umumnya tidak magnetik
Harga relatif Ekonomis Menengah Lebih mahal

Apakah Semua Jenis Stainless Steel Aman untuk Makanan?

Tidak semua jenis stainless steel bisa langsung dianggap cocok untuk makanan dan minuman karena setiap grade memiliki komposisi serta ketahanan korosi yang berbeda.

SUS 304 banyak digunakan untuk perlengkapan dapur dan wadah makanan, sedangkan SUS 316 dapat dipilih untuk kebutuhan yang membutuhkan ketahanan korosi lebih tinggi.

Cara Memilih Jenis Stainless Steel Sesuai Kebutuhanmu

Memilih stainless steel yang tepat bisa membikin perlengkapan lebih tahan durasi dan sesuai kebutuhan. Selain harga, perhatikan juga tempat pemakaian, tahan karat, dan rincian produk.

1. Untuk Botol Minum dan Tumbler

SUS 304 banyak dipakai untuk botol minum dan tumbler karena tahan karat baik untuk penggunaan sehari-hari.

Pastikan produk mencantumkan keterangan bahan yang jelas dan dibuat untuk kontak dengan makanan maupun minuman.

2. Untuk Peralatan Memasak pada Kompor Induksi

Pilih panci maupun wajan dengan bagiankecil alas magnetik, misalnya yang memakai SUS 430, agar bisa dipakai di kompor induksi.

Periksa juga keterangan dari produsen karena tidak semua alat stainless steel bisa dipakai di kompor ini.

3. Untuk Aktivitas Luar Ruangan dan Wilayah Pesisir

SUS 316 bisa jadi pilihan untuk perlengkapan di daerah pesisir karena lebih tahan karat akibat garam laut. Namun, bahan ini statis mesti dibersihkan dan dirawat dengan baik agar kualitasnya terjaga.

4. Untuk Perabotan Rumah Tangga Ekonomis

SUS 201 bisa dipilih untuk rak piring, gantungan, maupun perabot lain yang dipakai di dalam ruangan dengan paparan karat rendah.

Hindari membiarkan permukaannya selalu basah dan bersihkan secara rutin agar perlengkapan lebih tahan lama.

Cara Mengenali Kualitas Stainless Steel di Pasaran

Tampilan mengilap tidak selalu memberitahu jenis dan kualitas stainless steel yang dipakai. Karena itu, periksa keterangan bahan dan rincian produk sebelum membeli.

1. Gunakan Magnet sebagai Pemeriksaan Awal

Tes magnet bisa membantu mengenali sifat magnetik bahan, tapi tidak bisa memastikan grade stainless steel dengan tepat.

SUS 430 biasanya magnetik, sedangkan SUS 304 dan SUS 316 biasanya tidak magnetik dalam kondisi tertentu.

2. Periksa Kode Material dan Spesifikasi Produk

Cari keterangan grade seperti SUS 304 maupun SUS 316 pada label, kemasan, maupun arsip produsen.

Pastikan keterangan itu dari sumber terpercaya karena cap di permukaan saja belum membuktikan campuran bahan.

3. Periksa Kondisi Permukaan Produk

Pilih produk dengan permukaan rata, hasil akhir rapi, dan tanpa noda karat maupun tidak sempurna yang terlihat. Namun, permukaan yang baik saja tidak cukup untuk memastikan grade dan kualitas bahan.

4. Pastikan Produk Sesuai untuk Kontak Pangan

Untuk tumbler dan perlengkapan makan, periksa keterangan untuk makanan maupun minuman serta keterangan standar keamanan yang sesuai.

Jangan cuma percaya artikel food grade tanpa melihat rincian maupun keterangan dari produsen.

5. Pilih Penjual dan Produsen Tepercaya

Beli produk dari penjual yang memberikan keterangan bahan, identitas produsen, dan garansi dengan jelas. Jika rincian tidak ada, tanyakan langsung ke penjual sebelum membeli.

Kenali Kode Stainless Steel dan Dapatkan Manfaatnya!

Memahami jenis dan grade stainless steel membantu Anda memilih perlengkapan sesuai kebutuhan, tahan karat, dan anggaran yang ada.

SUS 201 bisa jadi pilihan murah untuk kondisi tertentu, SUS 304 banyak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan SUS 316 cocok untuk lingkungan yang lebih gampang berkarat.

Jangan cuma tertarik pada permukaan yang mengilap maupun klaim food grade tanpa keterangan pendukung.

Yuk, periksa kode material dan rincian produk sebelum membeli tumbler maupun perlengkapan makan agar pilihanmu lebih tepat untuk kebutuhan keluarga!

Rekomendasi Buku Ketahanan Pangan

1. Keamanan Pangan

Keamanan Pangan

Melalui buku ini, Anda bisa mengenal beragam aspek yang memengaruhi keamanan makanan, mulai dari penggunaan bahan tambahan pangan seperti pengawet, pemanis, pewarna, dan antioksidan hingga konsekuensi pencemaran logam bermutu serta residu pestisida.

Pembahasannya juga mengajakmu mengenali ancaman penggunaan bahan seperti formalin dan boraks secara tidak tepat, memahami akibat kontaminasi terhadap kesehatan, serta mempelajari pentingnya memilih dan mengolah makanan dengan benar.

2. Keamanan Pangan Makanan Tradisional

Keamanan Pangan Makanan Tradisional

Makanan tradisional merupakan bagiankecil dari harta adat yang diwariskan antargenerasi, dengan cita rasa dan metode pengolahan khas yang mencerminkan kebiasaan penduduk setempat.

Melalui buku ini, Anda akan diajak memahami beragam konsekuensi kontaminasi biologis, kimia, dan jasmani dalam pengolahan makanan tradisional sekaligus mengenali pentingnya higiene serta sanitasi untuk menjaga kualitas dan keamanan hidangan, sehingga warisan kuliner Nusantara statis dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan konsumen.

3. Sistem Keamanan Pangan: HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point)

 HACCP (Hazard Analysis And Critical Control Point)

Ingin memahami sepertiapa industri mengendalikan konsekuensi keamanan pangan secara sistematis?

Buku ini membahas lima cara mula dan tujuh hakikat HACCP, dilengkapi contoh arsip penerapannya pada industri pangan skala pilot plant, sehingga Anda dapat mempelajari proses pengawasan keamanan makanan secara lebih terstruktur serta mengenali penerapannya dalam beragam bidang.

4. Keamanan Pangan: Higiene dan Sanitasi Usaha Jasa Boga

 Higiene dan Sanitasi Usaha Jasa Boga

Di balik makanan enak yang disajikan restoran dan upaya katering, kebersihan menjadi aspek krusial untuk melindungi kesehatan konsumen dari konsekuensi keracunan pangan.

Buku ini membantumu memahami implementasi higiene dan sanitasi dalam upaya jasa boga, mulai dari menjaga kebersihan ahli masak hingga memperhatikan tata metode pengolahan makanan.

Selain itu, Anda akan diajak mengenali khasiat implementasi keamanan pangan dalam mempertahankan kualitas hidangan, menaikkan kepercayaan pelanggan, dan mendukung keberlangsungan upaya kuliner.

5. Ketahanan Pangan

Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan tidak cuma berhubungan dengan kesiapan bahan pokok seperti beras, tetapi juga pemenuhan kebutuhan gizi melalui beragam sumber pangan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Buku ini mengajakmu memahami sepertiapa aspek sosial, budaya, dan ekonomi memengaruhi pola konsumsi, sekaligus mengenali pentingnya diversifikasi produksi dan konsumsi pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang lebih beragam.

Written by Vania Andini

perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads