Penelitian Ungkap Olahraga Jalan Kaki Bersama Pasangan Bisa Bikin Pernikahan Lebih Harmonis

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 27x dilihat
Penelitian Ungkap Olahraga Jalan Kaki Bersama Pasangan Bisa Bikin Pernikahan Lebih Harmonis

Bagikan Postingan

Bunda mau rumah tangga semakin harmonis? Coba saja jalan kaki bersama-sama.

Menjaga keharmonisan rumah tangga tidak selalu mesti dilakukan dengan metode besar maupun membutuhkan biaya mahal. Terkadang, kebiasaan sederhana yang dilakukan berbareng pasangan justru bisa memberikan akibat positif bagi hubungan.

Salah satunya meluangkan waktu untuk berolahraga bersama, termasuk berjalan kaki. Sebuah riset dari Brigham Young University (BYU), Amerika Serikat, mengungkap bahwa pasangan yang rutin berbuat aktivitas jasmani berbareng cenderung memiliki hubungan pernikahan yang lebih sehat.


Dikutip dari Huffington Post dan Science Daily, mereka dilaporkan memiliki komunikasi yang lebih baik, bisa menyelesaikan konflik, serta mengalami tingkat stres pernikahan yang lebih rendah dibandingkan pasangan yang tidak berolahraga bersama. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Family Relations ini memberitahu bahwa olahraga bukan cuma berguna bagi kesehatan tubuh dan mental, tapi juga dapat menjadi salah satu metode untuk menguatkan ikatan emosional suami istri.

Jalan kaki berbareng bantu tingkatkan keharmonisan pernikahan

Penelitian ini dipimpin oleh Jeremy Yorgason, guru besar di School of Family Life BYU, berbareng Ashlyn Hiatt Mildenhall yang turut menjadi penulis penelitian. Keduanya menganalisis balasan survei dari hampir 1.700 pasangan muda yang telah menikah.

Para peserta merupakan bagiankecil dari riset Couple Relationships and Transition Experiences (CREATE), sebuah proyek BYU berskala nasional yang telah mengikuti perjalanan pasangan pengantin baru di Amerika Serikat selama lebih dari satu dekade.

Peneliti membandingkan kebiasaan olahraga secara individu dan aktivitas jasmani yang dilakukan berbareng pasangan. Setelah itu, mereka mengamati tiga sisi kesehatan hubungan, yaitu komunikasi, kapasitas menyelesaikan konflik, dan tingkat stres dalam pernikahan.

Hasilnya memberitahu bahwa olahraga, baik dilakukan sendiri maupun berbareng pasangan, berhubungan dengan kondisi pernikahan lebih sehat. Namun aktivitas jasmani yang dilakukan berdua secara konsisten memperlihatkan hubungan lebih kuat dengan beragam indikator positif dalam rumah tangga.

Jeremy Yorgason menerangkan bahwa aktivitas olahraga berbareng pasangan dapat membantu menaikkan kapasitas suami istri dalam menyelesaikan perselisihan secara damai.

"Temuan kami memberitahu bahwa olahraga berbareng pasangan memfasilitasi kapasitas untuk menyelesaikan perselisihan secara damai, meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar. Orang-orang melaporkan hasil yang lebih positif dalam komunikasi dan penyelesaian perselisihan ketika mereka berolahraga bersama," ujar Yorgason.

Olahraga berbareng bikin komunikasi suami istri lebih baik

Salah satu temuan menarik dari riset ini adalah aktivitas jasmani berbareng memiliki kaitan paling kuat dengan peningkatan kualitas komunikasi pasangan. Menurut Ashlyn Hiatt Mildenhall, kebiasaan olahraga berbareng memberikan kesempatan bagi suami istri untuk lebih banyak berhubungan dan saling berbicara.

"Dari ketiga sisi yang diteliti, olahraga memberikan akibat terbesar terhadap komunikasi. Itulah kenapa menarik bahwa berjalan kaki menjadi jenis olahraga yang paling banyak dilaporkan. Aktivitas ini secara alami memberikan kesempatan bagi pasangan untuk berkomunikasi," ucap Mildenhall.

Selain komunikasi, pasangan yang berolahraga berbareng juga melaporkan kapasitas mendengarkan yang lebih baik. Mereka merasa lebih didengar, dipahami, dan mendapatkan sokongan dari pasangan masing-masing.

Interaksi sederhana tersebut diduga menjadi salah satu karena kenapa aktivitas jasmani berbareng berhubungan dengan kapasitas menyelesaikan perselisihan dan menjaga komunikasi statis sehat.

Jadi, berjalan kaki berbareng bukan cuma kesempatan untuk menggerakkan tubuh. Momen tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk berganti cerita, mendengarkan keluh kesah, hingga membicarakan beragam hal yang mungkin sulit disampaikan di tengah kesibukan sehari-hari.

Menariknya, pasangan juga tidak mesti mengeluarkan biaya untuk bergabung dengan pusat kebugaran maupun membeli perlengkapan olahraga di rumah agar bisa mendapatkan khasiat dari aktivitas jasmani bersama.

Dalam penelitian, berjalan kaki menjadi jenis olahraga yang paling banyak dilakukan pasangan secara bersama-sama. Data riset juga memberitahu bahwa sekitar 60 persen suami dan istri yang menjadi responden mengaku berolahraga. Hanya sekitar sepertiganya yang berbuat aktivitas tersebut berbareng pasangan.

Yorgason menilai bahwa efek olahraga berbareng terhadap hubungan pernikahan tidak terlalu besar, akibatnya cukup konsisten. Ini memberi kepercayaan bahwa aktivitas jasmani berbareng memang memiliki efek berarti terhadap hubungan pasangan.

Untuk itu, Bunda dan suami bisa mulai membangun kebiasaan sederhana, seperti berjalan kaki di sekitar rumah pada pagi maupun sore hari. Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas ini juga dapat menjadi waktu khusus untuk menikmati kebersamaan tanpa gangguan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.

Olahraga berbareng bukan solusi untuk semua masalah pernikahan

Meski memberikan hasil positif, para peneliti menegaskan bahwa olahraga berbareng bukanlah solusi untuk menyelesaikan seluruh permasalahan dalam rumah tangga. Pasangan muda, terutama yang sedang membesarkan anak, mungkin menghadapi tantangan tersendiri untuk menemukan waktu berolahraga bersama.

Kesibukan pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga tanggung jawab mengasuh anak sering kali membikin waktu berdua menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kesepakatan dan perencanaan agar suami istri statis bisa meluangkan waktu untuk berbuat aktivitas bersama.

Para peneliti menyarankan agar olahraga berbareng dipandang sebagai salah satu kebiasaan positif yang dapat mendukung kualitas hubungan, bukan sebagai satu-satunya metode mempertahankan keharmonisan pernikahan. Di tengah beragam tuntutan hayat sehari-hari, kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki berbareng bisa menjadi kesempatan bermutu untuk balik terhubung dengan pasangan.

Tak mesti berjalan jauh maupun menetapkan sasaran olahraga yang berat. Coba luangkan waktu untuk berjalan santai sambil berbincang bisa menjadi cara kecil agar bisa menjaga komunikasi, mempererat kedekatan, dan membangun hubungan pernikahan yang lebih sehat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads