Pengertian Dan Contoh Majas Ironi

Apr 20, 2026 02:44 PM - 6 jam yang lalu 347

majas ironi – Halo, Grameds! Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Wah, giat banget ya kamu,” padahal orang tersebut sama sekali tidak mengerjakan apa pun? 

Jika iya, bisa jadi kalimat itu mengandung majas ironi. 

Artikel ini bakal membahas majas ironi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, fungsi, jenis, hingga contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, Grameds, simak untuk penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Majas Ironi?

Secara umum, majas ironi adalah style bahasa yang menyampaikan makna berlawanan dari apa yang diucapkan secara literal. Kalimat ironi biasanya terdengar seperti pujian alias pernyataan netral, tetapi sebenarnya mengandung sindiran alias kritik.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ironi diartikan sebagai style bahasa yang menyatakan makna bertentangan dengan maksud sebenarnya. 

Oleh lantaran itu, pemahaman konteks sangat krusial agar pembaca alias pendengar dapat menangkap pesan yang tersembunyi.

Mengapa Majas Ironi Penting Dipelajari?

Majas ironi bukan sekadar permainan kata, Grameds. Ironi mempunyai peran penting, antara lain:

  • Membantu menyampaikan kritik tanpa kudu bersikap frontal
  • Mengasah kepekaan bahasa dan konteks
  • Memperkaya style penulisan dan berbicara
  • Meningkatkan daya tarik karya sastra

Ciri-Ciri Majas Ironi

Agar tidak tertukar dengan majas lain, berikut ciri-ciri utama majas ironi yang perlu Anda pahami, Grameds.

Pros & Cons

Ciri Majas Ironi

  • Makna berlawanan
  • Terdengar halus
  • Bergantung konteks
  • Mengandung sindiran
  • Tidak eksplisit

Penjelasan

  • Maksud sebenarnya bertentangan dengan kalimat yang diucapkan
  • Disampaikan seperti pujian alias pernyataan biasa
  • Makna ironi hanya bisa dipahami jika memandang situasi
  • Biasanya bermaksud mengkritik alias menyindir
  • Sindiran tidak disampaikan secara langsung

Perbedaan Majas Ironi dengan Majas Sindiran Lainnya

Banyak orang tetap bingung membedakan majas ironi dengan sarkasme, satire, dan sinisme. Berikut adalah perbedaannya, Grameds.

Jenis Majas Pengertian Ciri Utama Tujuan Contoh Singkat
Ironi Majas yang menyampaikan makna berlawanan dari apa yang diucapkan dengan bahasa halus Terdengar seperti pujian, tapi berarti sindiran Menyindir secara tidak langsung “Rapormu bagus sekali, penuh warna merah.”
Sarkasme Majas sindiran yang disampaikan secara kasar dan menyakitkan Langsung, tajam, dan frontal Menyerang alias mempermalukan “Otakmu memang encer, sampai soal mudah saja tidak bisa.”
Satire Majas sindiran yang disampaikan dengan langkah cerdas, sering dibalut lawakalias cerita Halus, lucu, kritis Mengkritik kejadian sosial “Negeri ini sangat makmur, rakyatnya kudu antre bantuan.”
Sinisme Majas sindiran bersuara meremehkan dan penuh ketidakpercayaan Dingin, pahit, pesimis Menunjukkan keraguan alias ejekan “Pasti Anda jujur, kan? Sejujur janji-janji itu.”

Fungsi Majas Ironi 

Majas ironi mempunyai beberapa kegunaan penting, Grameds, di antaranya:

1. Menyampaikan Kritik Secara Tersirat

Ironi memungkinkan penulis alias pembicara mengkritik tanpa menyinggung secara langsung.

2. Menambah Nilai Estetika Bahasa

Dalam karya sastra, ironi membikin tulisan terasa lebih hidup dan bernuansa.

3. Membangun Humor 

Ironi sering digunakan untuk menciptakan lawakpintar yang tidak berisik.

4. Mengajak Pembaca Berpikir Kritis

Karena maknanya tersembunyi, pembaca dituntut untuk memahami konteks secara mendalam.

Jenis-Jenis Ironi dalam Bahasa

Selain ironi verbal yang sering dibahas dalam pelajaran sekolah, rupanya ironi mempunyai beberapa jenis lain, Grameds.

1. Ironi Verbal

Jenis ironi yang paling umum. Terjadi ketika seseorang mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan maksud sebenarnya.

Contoh: “Hebat sekali hasil ujianmu,” padahal nilainya sangat rendah.

2. Ironi Situasional

Terjadi ketika hasil suatu peristiwa berlawanan dengan harapan.

Contoh: Pemadam kebakaran justru rumahnya sendiri yang terbakar.

3. Ironi Dramatis

Pembaca alias penonton mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh tokoh.

Contoh: Dalam cerita, tokoh merasa aman, padahal pembaca tahu ancaman sedang mendekat.

Contoh Majas Ironi dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut adalah beberapa contoh majas ironi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Pintar sekali anak itu sampai kudu mengulang kelas dua kali.
  2. Cepat betul hubungan internet ini sampai laman tetap loading sejak tadi.
  3. Bersih sekali dapurnya sampai tikus nyaman tinggal di sana.
  4. Disiplin sekali dia, tidakhadir sudah penuh dengan tanda alfa.
  5. Sejuk sekali cuaca hari ini sampai kipas angin dipakai level maksimal.
  6. Ramah sekali pelayanannya sampai pembeli jera datang lagi.
  7. Aman sekali daerah ini sampai maling bertindak setiap malam.
  8. Murah sekali harganya sampai kudu menabung setahun dulu.
  9. Kuat sekali suaranya sampai bisikan pun terdengar seperti teriakan.
  10. Tepat waktu sekali dia datang setelah kegiatan selesai.
  11. Rajin sekali belajar sampai bukunya tetap terbungkus plastik.
  12. Halus sekali kata-katanya sampai bikin orang tersinggung.
  13. Tenang sekali suasananya sampai semua orang berteriak panik.
  14. Cepat sekali hujannya reda sampai banjir sempat datang duluan.
  15. Sederhana sekali pesta itu sampai tamu bingung mau duduk di mana.
  16. Hangat sekali sambutannya sampai tamu merasa tidak diharapkan.
  17. Pekerja keras sekali dia sampai tugasnya selalu dilimpahkan ke orang lain.
  18. Tulus sekali senyumnya sampai terasa dibuat-buat.
  19. Rapi sekali mejanya sampai kertas berceceran ke lantai.
  20. Hemat sekali hidupnya sampai utangnya di mana-mana.
  21. Baik sekali ucapannya sampai melukai emosi semua orang.
  22. Pintar sekali rencananya sampai acak-acakan sejak awal.
  23. Adem sekali ruangan ini sampai AC rusak lantaran panas.
  24. Murid paling giat itu selalu hadir… di akhir jam pelajaran.
  25. Waktu melangkah sigap sekali sampai jam tembok berakhir bergerak.
  26. Nyaman sekali kursinya sampai punggung terasa remuk.
  27. Lembut sekali sentuhannya sampai bekasnya memar.
  28. Lengkap sekali fasilitasnya sampai tidak ada yang bisa dipakai.
  29. Jujur sekali ceritanya sampai susah dipercaya.
  30. Enak sekali minumannya sampai tenggorokan langsung menolak.
  31. Teratur sekali lampau lintas di sini sampai klakson bersuara tanpa henti.
  32. Pagi sekali dia bangun saat mentari sudah tinggi.
  33. Cepat sekali pengirimannya sampai paket datang bulan depan.
  34. Bersinar sekali masa depannya sampai sekarang gelap gulita.
  35. Amanah sekali dia sampai rahasia bocor ke semua orang.
  36. Hebat sekali pidatonya sampai audiens tertidur pulas.
  37. Menarik sekali bukunya sampai jadi pengganjal meja.
  38. Berkelas sekali style bicaranya sampai terdengar kasar.
  39. Segar sekali udaranya sampai sesak napas.
  40. Murah senyum sekali dia sampai wajahnya jarang terlihat tersenyum.
  41. Indah sekali pemandangannya sampai mata mau memejam.
  42. Pintar sekali dia menyimpan rahasia sampai semua orang tahu.
  43. Cepat sekali pertolongan datang setelah semuanya terlambat.
  44. Rasa pedulinya besar sekali sampai tidak pernah bertanya kabar.
  45. Damai sekali hubungan mereka sampai setiap hari bertengkar.
  46. Jelas sekali penjelasannya sampai saya makin bingung.
  47. Tinggi sekali moralnya sampai etika sering tertinggal.
  48. Produktif sekali rapat hari ini sampai tidak ada keputusan.
  49. Sabar sekali orang itu sampai emosinya meledak-ledak.
  50. Nyaman sekali tempat ini sampai saya mau sigap pergi.

Kesalahan Umum dalam Memahami Majas Ironi

Meski terlihat sederhana, banyak orang tetap keliru memahami ironi. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering ditemui, Grameds.

  • Menganggap ironi sebagai pujian sungguhan

Kesalahan ini terjadi lantaran ironi sering memakai kata-kata positif. Tanpa memahami makna tersembunyi, pembaca bisa mengira penulis betul-betul memuji, padahal maksudnya menyindir.

  • Menyamakan ironi dengan sarkasme

Ironi dan sarkasme sama-sama sindiran, tetapi ironi berkarakter halus, sedangkan sarkasme lebih kasar dan menyakitkan. Menyamakan keduanya bisa membikin makna kalimat jadi keliru.

  • Mengabaikan konteks kalimat

Ironi sangat berjuntai pada situasi. Jika konteks tidak diperhatikan, makna berlawanan yang mau disampaikan penulis bisa tidak tertangkap.

  • Salah menafsirkan maksud penulis

Tanpa memahami tujuan penulis, pembaca bisa kandas menangkap kritik alias pesan tersembunyi yang disampaikan melalui ironi.

Kesimpulan

Grameds, majas ironi adalah style bahasa yang menyampaikan makna berlawanan dari apa yang diucapkan secara literal. Dengan karakter unik sindiran lembut dan berjuntai pada konteks, ironi banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Buku Terkait

  1. Penulisan Populer Penulisan Populer

button cek gramedia com

Tulisan terkenal merupakan tulisan yang imajinatif yang dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat umum. Tulisan terkenal ini adalah hasil produktivitas seorang penulis yang disampaikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, tulisan terkenal kudu disampaikan secara menarik dan berkarakter persuasif sehingga digemari banyak orang. Penulisan terkenal ini dapat membangkitkan daya produktivitas penulisnya untuk lebih berkarakter kreatif, penuh inisiatif, dan inovatif. Oleh lantaran itu, tulisan jenis ini sangat disenangi oleh masyarakat pembaca. Hal ini dapat dilihat dan dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa masyarakat lebih menyukai buku-buku populer, surat kabar, dan majalah daripada buku-buku ilmiah murni berupa buku-buku pelajaran alias pengetahuan dan jurnal-jurnal ilmiah.

2. Penulisan Karya Ilmiah 

Penulisan Karya Ilmiah

button cek gramedia com

Penulisan karya ilmiah ini bermaksud memberikan info yang cukup mengenai gimana prosedur dalam menghasilkan sebuah karya ilmiah namun tetap menaati etika ilmiah, baik untuk mengikuti mata pelajaran maupun dalam penyusunan karya ilmiahnya nanti. Karena di dalamnya menyajikan tentang prinsip karya ilmiah, gimana mengembangkan pendapat alias buahpikiran dalam penulisan karya ilmiah, pemahaman tentang etika dalam penulisan karya ilmiah, bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah, seperti apa sistematika dalam penulisan karya ilmiah, gimana menggunakan manajemen referensi dalam penulisan karya ilmiah serta gimana melakukan pencarian tulisan pada jurnal nasional, terakreditasi dan juga internasional terindeks. 

3. Penulisan Naskah/Skenario

Penulisan Naskah/Skenario

button cek gramedia com

Menulis sebuah naskah/skenario merupakan perihal yang berbeda dengan menulis tulisan alias menulis naskah novel alias karangan lainnya yang bakal dicetak. Menulis sebuah naskah/skenario kudu mengikuti kaidah-kaidah yang bertindak secara universal yang nantinya bakal dipahami oleh pihak-pihak yang bakal memproduksi naskah tersebut menjadi sebuah karya audio visual. Buku ini membahas kaidah-kaidah alias tata langkah penulisan naskah/skenario baik untuk program siaran TV ataupun untuk keperluan diunggah di media sosial seperti Youtube, IG dll, baik yang berjenis intermezo maupun berita/informasi. Di dalam kitab ini dijelaskan langkah-langkah dalam menulis naskah/skenario mulai dari pengembangan ide/gagasan hingga menjadi sebuah naskah/skenario seperti naskah Talkshow, Feature, Berita, Iklan Layananan masyarakat maupun skenario movie cerita pendek yang siap produksi dan bakal akan menjadi program siaran TV alias media sosial yang bakal mempunyai nilai jual. 

Selengkapnya