Malaikat Jibril Bertugas Sebagai Penyampai Wahyu, Apa Tugasnya Setelah Nabi Wafat?

Apr 01, 2026 10:02 PM - 2 minggu yang lalu 11603

Kincai Media – Salah satu ciptaan Allah yang tak pernah durhaka, serta selalu alim kepadanya adalah malaikat. Malaikat yang bekerja menyampaikan wahyu adalah Malaikat Jibril. Yang menjadi pertanyaan adalah setelah Nabi Muhammad wafat, apakah tugasnya sudah selesai?

Imam Suyuthi dalam al-Hawi Lil Fatawa menjelaskan bahwa kebanyakan manusia yang mengingkari turunnya Malaikat Jibril setelah Nabi wafat tidak mempunyai dasar yang kuat. Beliau berdasar dengan sebuah sabda yang diriwayatkan oleh Imam al-Thabrani dalam kitab Mu’jam al-Kabir:

ﻋﻦ ﻣﻴﻤﻮﻧﺔ ﺑﻨﺖ ﺳﻌﺪ ﻗﺎﻟﺖ: ﻗﻠﺖ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﻫﻞ ﻳﺮﻗﺪ اﻟﺠﻨﺐ؟ ﻗﺎﻝ ” ﻣﺎ ﺃﺣﺐ ﺃﻥ ﻳﺮﻗﺪ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻮﺿﺄ، ﻓﺄﻧﻰ ﺃﺧﺎﻑ ﺃﻥ ﻳﺘﻮﻓﻰ ﻓﻼ ﻳﺤﻀﺮﻩ ﺟﺒﺮﻳﻞ

Artinya: Diriwayatkan dari Maimunah binti Sa’ad berkata: Saya berkata,”Wahai Rasulullah, Apakah orang yang sedang junub boleh tidur? Nabi menjawab, ‘Saya senang jika seorang yang junub tidur setelah dia berwudu terlebih dahulu, lantaran saya cemas jika dia dicabut nyawa, sedangkan Malaikat Jibril tak mau mendatanginya.” (HR. at-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir).

Dari penjelasan sabda di atas dapat dipahami bahwa Malaikat Jibril bakal mendatangi kematian orang Mukmin dalam keadaan suci. Dalam fatwa Darul Ifta Mesir dijelaskan bahwa argumentasi tentang turunnya Jibril setelah Nabi Muhammad tidak termasuk ke dalam bagian pokok iktikad Islam, tetapi untuk memberi motivasi bakal pentingnya bersuci, terutama ketika menjelang ajal menjemput, karena  Jibril bakal mendatanginya.

Pandangan ustadz seperti Imam Suyuthi membuka wawasan bahwa tugas Malaikat Jibril tidak sepenuhnya selesai dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW. Meskipun wahyu tidak lagi turun, Jibril tetap mempunyai peran dalam kehidupan umat manusia, terutama dalam momen-momen krusial seperti menghadapi kematian. Pandangan ini mengajarkan umat Islam untuk tidak membatasi kebesaran Allah dalam mengatur makhluk-Nya.

Hadis tentang  Jibril dan orang junub menyimpan hikmah mendalam, ialah mengingatkan umat Islam bakal pentingnya persiapan menuju kehidupan akhirat. Persiapan ini mencakup menjaga kesucian, memperbanyak kebaikan ibadah, dan selalu berada dalam keadaan siap menghadapi ajal. Dengan memahami perihal ini, seorang Muslim dapat menjalani kehidupannya dengan lebih hati-hati dan penuh kesadaran.

Malaikat Jibril adalah makhluk Allah yang alim dan mempunyai tugas yang sangat mulia. Meskipun tugas utama menyampaikan wahyu telah berakhir, beberapa sabda dan penjelasan ustadz menunjukkan bahwa kehadirannya tetap relevan dalam kehidupan manusia. Hal ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa menjaga kesucian dan ketaatan kepada Allah, baik dalam keadaan hidup maupun menjelang kematian.  Wallahu a’lam

Selengkapnya