Berdzikir. Ilustrasi
Kincai Media , JAKARTA— Nabi Muhammad SAW biasa mengajarkan para sahabat dan membimbing mereka mengenai dzikir-dzikir yang diucapkan setelah shalat dan sebelum tidur.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keistimewaan dzikir-dzikir tersebut serta pahala besar yang melekat dengan dzikir-dzikir tersebut.
Dalam hadits berikut ini misalnya, Abdullah bin Amr RA dalam riwayat Abu Dawud menceritakan bahwa Nabi SAW menjelaskan terdapat dua ibadah sederhana yang jika dilanggengkan bakal mengantarkan seseorang ke surga.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: خَصْلَتَانِ، أَوْ خَلَّتَانِ لَا يُحَافِظُ عَلَيْههِمَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ، هُمَا يَسِيرٌ، وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ، يُسَبِّحُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا، وَيَحْمَدُ عَشْرًا، وَيُكَبِّرُ عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسُونَ ووَمِائَةٌ بِاللِّسَانِ، وَأَلْفٌ وَخَمْسُ مِائَةٍ فِي الْمِيزَانِ، وَيُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ، وَيَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَيُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثثِينَ، فَذَلِكَ مِائَةٌ بِاللِّسَانِ، وَأَلْفٌ فِي الْمِيزَانِ» فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعْقِدُهَا بِيَدِهِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ؟ قَالَ: «يَأْتِي أَحَدَكُمْ -يَعْنِي الشَّيْطَانَ- فِي مَنَامِهِ فَيُنَوِّمُهُ قَبْلَ أَنْ يَقُولَهُ، وَيَأْتِيهِ فِي صَلَاتِهِ فَيُذَكِّرُهُ حَاجَةً قَبْلَ أَنْ يَقُولَهَا»
“Ada dua kebiasaan yang tidak dijaga oleh seorang muslim selain dia bakal masuk surga. Keduanya ringan, tetapi sedikit yang melakukannya:
Pertama, b ertasbih sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali, dan bertakbir sepuluh kali setiap selesai shalat. Itu berfaedah 150 kali di lisan dan 1500 kali di timbangan.
Kedua, bertakbir 34 kali, bertahmid 33 kali, dan bertasbih 33 kali ketika hendak tidur. Itu 100 kali di lisan dan 1000 kali di timbangan. Aku memandang Rasulullah SAW melakukannya dengan hitungan jari.
Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah bagaimana dzikir itu ringan tetapi yang mengerjakannya sedikit?’
Rasulullah SAW menjawab, “Setan mendatangi salah seorang dari kalian ialah setan dalam tidurnya lampau membuatnya lelap sebelum melafalknny. Dia mendatanginy dalam shalat dan mengingatkannya tentang rencana tertentu lampau sebelum merapalnya.” (HR Ahmad no 6616, Abu Dawud no 5065, at-Tirmidzi no 3410, an-Nasa’i no 1331, Ibnu Majah no 926)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·