Jangan Sampai Keliru! Ini Makna Hadis Jumlah Pahala Shalat Di Masjidil Haram

Apr 15, 2026 06:21 PM - 1 hari yang lalu 1682

Kincai Media , JAKARTA -- Dalam perspektif Islam, Makkah al-Mukarramah merupakan Tanah Suci yang mulia. Di antara bentuk kemuliaannya adalah ibadah yang dilakukan di sana, insya Allah, bakal diganjar pahala lebih banyak daripada banyak tempat lain di muka bumi.

Pelbagai sabda Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan keistimewaan kota tempat kelahiran beliau itu. Di antaranya adalah sabda Rasulullah SAW yang mengabarkan, seorang Mukmin bila shalat di Masjid al-Haram bakal memperoleh jawaban hingga 100 ribu kali lipat daripada shalat di masjid-masjid lainnya.

Teks komplit sabda itu adalah sebagai berikut.

“Satu kali shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lain, selain di Masjid al-Haram. Satu kali shalat di Masjid al-Haram lebih afdal (utama) daripada 100 ribu kali shalat di masjidku ini,” demikian sabda Rasulullah SAW, seperti diriwayatkan Imam Ahmad dan Ibnu Hibban.

Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam bukunya yang berjudul 66 Tanya Jawab Umrah (2019) menyayangkan jika sabda tersebut acapkali dipahami secara keliru. Seolah-olah, orang Islam cukuplah menyempatkan diri untuk shalat di Masjid al-Haram, untuk kemudian "tidak perlu" lagi shalat begitu kembali ke Tanah Air hingga akhir hayatnya.

Di satu sisi, lanjut UAS, sabda di atas termasuk sahih. Akan tetapi, di sisi lain, janganlah perkataan Rasulullah SAW itu dimaknai secara literal belaka, melainkan ungkapan.

“Tidak boleh terlintas di pikiran kita bahwa shalat satu hari di Masjidil Haram sudah cukup sehingga tidak perlu lagi shalat selama 100 ribu tahun. Makna ungkapan 'sama dengan' (dalam sabda tersebut --Red) adalah jawaban pahalanya,” ujar alumnus Universitas al-Azhar Kairo itu.

Dengan demikian, sabda tentang pahala shalat di Masjid al-Haram lebih sebagai motivasi untuk seorang Muslim agar selalu mencintai Tanah Suci. Dengan sabda tersebut, Muslimin diimbau untuk mempunyai tekad agar suatu hari bisa beragama di sana.

Masjid pertama

Masjidil Haram merupakan masjid pertama kali yang dibangun di atas muka bumi ini. Pembangunnya bukanlah manusia, melainkan para malaikat. Bahkan, eksistensinya telah ada jauh sebelum diciptakannya Nabi Adam AS oleh Allah SWT.

Masjidil Haram merupakan merupakan refleksi dari rumah di surga yang berjulukan Baitul Makmur. Di dalam tempat ibadah ini, terdapat rumah Allah (Baitullah), ialah Ka’bah. Semua orang Islam menghadap ke arah sana saat mendirikan shalat.

Pasca-banjir besar di era Nabi Nuh AS, fondasi Ka'bah kian terpendam. Jauh kemudian, Allah menyuruh Nabi Ibrahim AS untuk memulihkan Baitullah itu. Bersama putranya ialah Ismail AS, sang Khalilullah pun mendirikan Ka'bah.

Selengkapnya