Cara Allah Mengazab Suatu Negeri

Apr 15, 2026 05:30 PM - 1 hari yang lalu 1737

Kincai Media , JAKARTA -- Dalam Alquran surah al-Fajr, Allah SWT menerangkan tentang tiga contoh kaum terdahulu. Ketiganya sudah merasakan pedihnya azab. Suku-suku bangsa itu adalah Ad, Tsamud, dan Firaun.

Mereka bukanlah golongan yang tidak sukses membangun kesuksesan selama di dunia. Bahkan, ketiganya dapat dikatakan telah mencapai puncak kejayaan materiil. Kaum Ad, yang berpusat di Iram—sebuah kota antik di Semenanjung Arab—dikenal pandai mendirikan bangunan-bangunan tinggi. Karya mereka bisa dianggap sebagai “pencakar langit” pada masa itu. “Iromadzaatil ‘imaad,” begitu bunyi ayat ketujuh surah al-Fajr, menyinggung karakter kaum tersebut.

Kaum Tsamud sukses mengubah dinding-dinding gunung batu cadas. Dengan kemahiran, mereka menjadikan sisi gunung tersebut sebagai bangunan-bangunan bagus alias istana. “Wa tsamudalladziina jaabush shokhro bilwaad”, ‘dan (terhadap) kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah.” Terakhir, kaum Firaun yang dijelaskan telah sukses membangun piramid-piramid dan kuil-kuil dengan banyak tiang nan megah. “Wa fir’auna dzil autaad”, ‘dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar).’

Dari redaksi ayat-ayat di atas, tergambar bahwa Allah sendiri yang menyebut bukti-bukti keberhasilan mereka secara materiil. Namun, penyebutan itu sama sekali tidak bermaksud untuk membanggakannya.

Semua itu diceritakan kepada umat Nabi Muhammad SAW untuk menegaskan, pencapaian-pencapaian mereka adalah sangat mini dalam pandangan Allah Ta’ala.

Allah tidak butuh dengan seluruh yang mereka raih. Bagi-Nya, letak kemuliaan suatu kaum bukan pada kekayaan dan kemegahan fasilitas, melainkan pada keagamaan dan ketakwaan.

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ

"Sesungguhnya yang paling mulia di antara Anda di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa" (QS al-Hujurat: 13).

sumber : Hikmah Republika oleh Ustaz Dr Amir Faishol Fath

Selengkapnya