Kisah Sahabat 'berani' Mengerjai Nabi

Apr 16, 2026 07:16 AM - 20 jam yang lalu 1039

Kincai Media , JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW merupakan insan yang paling mulia. Namun, kemuliaan itu tidak menjadikan beliau sosok yang "melangit." Justru, Rasulullah SAW semakin membumi dan tetap menjaga kedekatan dengan umatnya.

Lantaran kedekatan itulah, Nabi SAW terbiasa berkawan dengan kaum Muslimin. Malahan, ada di antara sahabat-sahabat Nabi yang "berani" mengerjai beliau. Tentu, tujuannya untuk menghadirkan keceriaan, tanpa mengurangi rasa hormat dan cintanya terhadap sang Khatam al-anbiya.

Sosok sahabat yang dimaksud adalah Nu’aiman bin Amr. Pada suatu ketika, dia berjalan-jalan di dekat Masjid Nabawi.

Siang itu, seluruh Kota Madinah merasakan terik mentari yang banget menyengat. Sang sahabat Nabi pun merasa kepayahan.

Saat sedang berlindung tak jauh dari rumah Rasulullah SAW, Nu'aiman memandang seorang penjual madu. Pedagang itu tampak letih, tetapi sorot matanya tetap tegar. Tak menyerah untuk menjajakan dagangannya.

Nu'aiman lantas menghampirinya. Setelah mengobrol beberapa menit, terlintaslah buahpikiran dalam benaknya.

“Bukankah Rasulullah SAW sangat menyukai madu?” gumam Nu’aiman dalam hati.

Ia langsung menepuk pundak si penjual madu.

“Wahai hamba Allah! Mari kuantar engkau ke rumah Rasulullah SAW!” katanya.

Seketika, senyum terpancar dari bibir pedagang tersebut.

“Luar biasa sekali laki-laki yang baik hati ini mau mengantarkanku kepada Nabi SAW. Ternyata Rasulullah mau membeli maduku!” gumamnya.

Setelah mendekati rumah Rasulullah SAW, Nu’aiman menyuruh si penjual madu menunggu dari kejauhan. Dengan sebotol madu di tangannya, dia berdiri sembari mengetuk pintu rumah al-Musthafa.

Setelah itu, sang tuan rumah membuka pintu, dan lampau mempersilakan Nu'aiman masuk.

“Ya Rasulullah,” kata Nu’aiman, “aku tahu engkau suka madu. Karena itu, saya membawakan hadiah.”

Selengkapnya