Perbandingan Silikon vs Plastik: Mana yang Lebih Awet?

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 9 menit 508x dilihat
Perbandingan Silikon vs Plastik: Mana yang Lebih Awet?

Bagikan Postingan

Silikon vs Plastik – Kalau Anda gemar memperhatikan perlengkapan dapur maupun kotak bekal masa kini, spatula dan wadah berbahan silikon warna-warni pasti sudah tidak luar lagi di matamu.

Banyak orang mengira silikon hanyalah varian lain dari plastik karena sama-sama memiliki tekstur yang kenyal dan lentur, padahal kedua material ini memiliki formasi bahan alas yang sangat berbeda.

Menggunakan alat yang salah saat memasak di suhu panas terlebihlagi bisa memicu konsekuensi kesehatan yang rapuh bagi tubuh kamu.

Yuk, baca artikel ini sampai tuntas untuk mengetahui perbedaan mendasar, ketahanan, serta mana yang lebih terlindungi antara silikon vs plastik untuk kebutuhan harianmu! 

Apakah Silikon Termasuk Jenis Plastik?

Bukan, silikon berbeda dari plastik konvensional karena struktur utamanya terdiri dari ikatan silikon dan oksigen.

Bahan ini lebih lentur dan biasanya lebih tahan panas sehingga sering dipakai untuk spatula, cetakan kue, dan alat masak.

Tabel Perbandingan Silikon vs Plastik

Supaya Anda lebih gampang melihat perbedaan kedua material tersebut, yuk, perhatikan tabel komparasi berikut!

Aspek Silikon Plastik
Bahan dasar Polimer dengan ikatan silikon dan oksigen Umumnya polimer berbasis karbon
Ketahanan panas Umumnya lebih tinggi, sesuai rincian produk Bergantung pada jenis plastik
Ketahanan suhu dingin Umumnya statis lentur Beberapa jenis dapat menjadi kaku
Keamanan pangan Bergantung pada kualitas dan kesesuaian produk Bergantung pada jenis dan penggunaannya
Kelenturan Lentur dan elastis Bervariasi, dari beku hingga fleksibel
Harga Cenderung lebih mahal Pilihan ekonomis lebih banyak

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Silikon

Silikon banyak digunakan untuk perlengkapan dapur karena lentur dan bisa mengekang panas sesuai rincian produk.

Namun, material ini juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu Anda ketahui.

Kelebihan Bahan Silikon

Berikut beberapa kelebihan silikon yang membuatnya praktis untuk beragam kebutuhan rumah tangga.

  • Tahan Panas: Silikon yang dibuat untuk memasak bisa dipakai di oven maupun untuk mengaduk makanan panas sesuai batas suhu dari produsen.
  • Tersedia dalam Pilihan Food Grade: Produk silikon yang terlindungi untuk kontak dengan makanan bisa dipakai untuk alat makan dan minum sesuai instruksi penggunaan.
  • Lembut untuk Wajan Anti Lengket: Spatula silikon memiliki permukaan yang relatif halus sehingga membantu mengurangi konsekuensi goresan pada lapisan wajan.
  • Lentur dan Mudah Digunakan: Karakteristiknya yang elastis memudahkan Anda menggunakan cetakan kue, spatula, dan perlengkapan lain dengan bentuk yang fleksibel.
  • Tidak Mudah Pecah saat Terjatuh: Sifatnya yang lentur membikin perlengkapan silikon tidak gampang pecah berkeping-keping ketika terjatuh seperti perlengkapan berbahan kaca maupun keramik. 

Kekurangan Bahan Silikon

Meskipun memiliki beragam kelebihan, silikon statis membutuhkan pemilihan produk dan perawatan yang tepat.

  • Harga Lebih Mahal: Beberapa alat silikon harganya lebih tinggi dibanding plastik biasa, terutama jika punya rancangan khusus maupun tahan suhu tertentu.
  • Mudah Menarik Debu: Permukaan silikon bisa menarik debu dan serat kecil jadi mesti dibersihkan sebelum dipakai untuk makanan.
  • Bisa Menyimpan Bau dan Minyak: Beberapa produk silikon bisa menyimpan harum maupun sisa minyak jika tidak dicuci dan dibilas dengan benar.
  • Tidak Mudah Didaur Ulang: Mendaur ulang silikon butuh akomodasi khusus jadi tidak semua tempat sampah bisa menerimanya.
  • Bisa Robek jika Terkena Benda Tajam: Meskipun lentur, silikon dapat sobek maupun rusak jika tergores barang tajam maupun digunakan di luar batas pemakaian yang dianjurkan. 

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Plastik

Plastik statis menjadi pilihan populer karena ringan, gampang dibentuk, dan tersedia dalam beragam harga. Namun, Anda perlu memperhatikan jenis materialnya agar sesuai dengan kebutuhan.

Kelebihan Bahan Plastik

Berikut sejumlah karena plastik statis banyak digunakan dalam perlengkapan rumah tangga.

  • Harga Murah: Produk plastik ada dalam beragam harga sehingga cocok untuk kebutuhan dengan biaya terbatas.
  • Ringan dan Praktis Dibawa: Kotak bekal, botol minum, dan perlengkapan plastik gampang dibawa ke sekolah maupun saat bepergian.
  • Banyak Pilihan Bentuk: Plastik dapat dibuat menjadi beragam ukuran, warna, dan bentuk sesuai kebutuhan penggunaan.
  • Mudah Ditemukan: Peralatan berbahan plastik tersedia luas di beragam toko, mulai dari kebutuhan dapur hingga perlengkapan penyimpanan.
  • Tahan Air: Plastik umumnya tidak gampang menyerap air sehingga cocok digunakan sebagai wadah makanan dan minuman selama materialnya sesuai dengan peruntukannya. 

Kekurangan Bahan Plastik

Plastik juga memiliki kekurangan yang perlu Anda perhatikan, terutama ketika digunakan untuk makanan panas maupun secara berulang.

  • Ketahanan Panas Terbatas: Beberapa jenis plastik bisa melunak maupun berubah bentuk jika terkena suhu di luar batas yang dianjurkan.
  • Kemungkinan Zat Kimia Pindah: Beberapa bahan plastik bisa bergeser ke makanan dalam kondisi tertentu, jadi pilih produk dan perhatikan batas suhu pemakaian.
  • Mudah Tergores: Goresan pada permukaan plastik dapat membikin sisa makanan lebih sulit dibersihkan jika menumpuk di bagiankecil tersebut.
  • Menambah Masalah Sampah: Plastik yang tidak dibuang dengan benar bisa bertetap durasi di lingkungan dan pecah menjadi elemen kecil kecil.
  • Dapat Berubah Warna: Beberapa jenis plastik bisa menguning maupun kusam akibat paparan cahaya matahari, panas, maupun noda makanan setelah digunakan berulang kali.

Apakah Bahan Silikon Aman Digunakan?

Ya, silikon yang memenuhi persyaratan food grade terlindungi digunakan untuk makanan sesuai instruksi produsennya.

Pilih produk dari produsen terpercaya dan perhatikan batas suhu pemakaiannya agar statis terlindungi dan awet.

Alat Masak Silikon vs Plastik: Mana yang Bagus?

Pilihan perlengkapan masak sebaiknya disesuaikan dengan fungsi alat dan suhu penggunaannya. Berikut beberapa panduan yang bisa Anda terapkan di dapur.

1. Untuk Menumis dan Mengaduk Masakan

Spatula silikon yang dibuat untuk memasak cocok dipakai mengaduk maupun membalik makanan panas sesuai batas suhu produk. Jangan letakkan alat silikon langsung di atas api jika tidak dibuat untuk itu.

2. Untuk Menjaga Lapisan Wajan Anti Lengket

Spatula silikon cukup halus sehingga membantu mengurangi konsekuensi goresan pada lapisan anti lengket wajan. Hindari memakai alat yang sudah robek maupun rusak agar tidak meninggalkan sisa pada makanan.

3. Untuk Wadah Penyimpanan Makanan Kering

Wadah plastik yang terlindungi untuk makanan bisa dipakai menyimpan bahan kering maupun makanan di kulkas. Pastikan wadah bersih dan ikuti batas suhu yang ada di instruksi penggunaan.

4. Untuk Menghangatkan Makanan di Microwave

Gunakan wadah silikon maupun plastik yang jelas terlindungi untuk microwave. Jangan anggap semua produk dari kedua bahan itu tahan panas karena rincian tiap produk berbeda.

Silikon vs Plastik: Mana yang Lebih Awet?

Silikon biasanya lebih tahan durasi untuk alat masak yang sering kena panas karena lebih lentur dan tahan suhu tinggi dibanding banyak jenis plastik biasa.

Sementara itu, plastik lebih murah dan praktis untuk dipakai sehari-hari, tapi beberapa jenis lebih gampang berubah bentuk jika kena panas berlebihan.

Cara Membersihkan Alat Masak Silikon dan Plastik

Perawatan yang benar membantu menjaga alat masak silikon dan plastik statis bersih dan bisa dipakai lama. Kamu bisa lakukan empat cara berikut sesuai instruksi produk.

1. Cuci dengan Air Hangat dan Sabun Lembut

Gunakan sabun cuci piring dan spons halus untuk membersihkan sisa minyak dan makanan yang menempel. Bilas sampai tidak ada sabun tersisa.

2. Gunakan Soda Kue untuk Mengangkat Bau dan Noda

Jika bau maupun noda minyak statis ada, Anda bisa coba pasta soda kue dan air pada bagiankecil yang sesuai. Bilas sampai bersih dan hentikan metode ini jika instruksi produsen tidak menyarankan.

3. Hindari Sabut Kawat Kasar

Sabut kawat bisa menggores permukaan plastik dan merusak bagiankecil alat silikon. Gunakan sikat berambut halus agar alat lebih gampang dibersihkan tanpa rusak.

4. Keringkan Sebelum Disimpan

Setelah dicuci dan dibilas, keringkan alat dengan kain bersih maupun letakkan di rak yang ada udara mengalir. Pastikan alat benar-benar kering sebelum disimpan agar kelembapan dan bau tidak menumpuk.

Tentukan Bahan Pilihan yang Berkualitas dan Aman!

Silikon dan plastik sama-sama punya fungsi dalam perlengkapan rumah tangga, dari alat masak sampai wadah penyimpanan.

Silikon cocok untuk alat yang butuh kelenturan dan tahan panas, sedangkan plastik praktis untuk gudang sesuai spesifikasinya.

Yuk, pilih alat berdasarkan fungsi, kualitas, dan instruksi penggunaan agar Anda bisa pakai dengan tepat dan awet!

Penulis: Ivory Ayeisha

Rekomendasi Buku Ketahanan Pangan

1. Keamanan Pangan

Keamanan Pangan

Melalui buku ini, Anda bisa mengenal beragam aspek yang memengaruhi keamanan makanan, mulai dari penggunaan bahan tambahan pangan seperti pengawet, pemanis, pewarna, dan antioksidan hingga konsekuensi pencemaran logam bermutu serta residu pestisida.

Pembahasannya juga mengajakmu mengenali ancaman penggunaan bahan seperti formalin dan boraks secara tidak tepat, memahami akibat kontaminasi terhadap kesehatan, serta mempelajari pentingnya memilih dan mengolah makanan dengan benar.

2. Keamanan Pangan Makanan Tradisional

Buku Ajar Keamanan Pangan Makanan Tradisional

Makanan tradisional merupakan bagiankecil dari harta adat yang diwariskan antargenerasi, dengan cita rasa dan metode pengolahan khas yang mencerminkan kebiasaan penduduk setempat.

Melalui buku ini, Anda akan diajak memahami beragam konsekuensi kontaminasi biologis, kimia, dan jasmani dalam pengolahan makanan tradisional sekaligus mengenali pentingnya higiene serta sanitasi untuk menjaga kualitas dan keamanan hidangan, sehingga warisan kuliner Nusantara statis dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan konsumen.

3. Sistem Keamanan Pangan: HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point)

Sistem Keamanan Pangan HACCP

Ingin memahami sepertiapa industri mengendalikan konsekuensi keamanan pangan secara sistematis?

Buku ini membahas lima cara mula dan tujuh hakikat HACCP, dilengkapi contoh arsip penerapannya pada industri pangan skala pilot plant, sehingga Anda dapat mempelajari proses pengawasan keamanan makanan secara lebih terstruktur serta mengenali penerapannya dalam beragam bidang.

4. Keamanan Pangan: Higiene dan Sanitasi Usaha Jasa Boga

Keamanan Pangan Higiene

Di balik makanan enak yang disajikan restoran dan upaya katering, kebersihan menjadi aspek krusial untuk melindungi kesehatan konsumen dari konsekuensi keracunan pangan.

Buku ini membantumu memahami implementasi higiene dan sanitasi dalam upaya jasa boga, mulai dari menjaga kebersihan ahli masak hingga memperhatikan tata metode pengolahan makanan.

Selain itu, Anda akan diajak mengenali khasiat implementasi keamanan pangan dalam mempertahankan kualitas hidangan, menaikkan kepercayaan pelanggan, dan mendukung keberlangsungan upaya kuliner.

5. Ketahanan Pangan

Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan tidak cuma berhubungan dengan kesiapan bahan pokok seperti beras, tetapi juga pemenuhan kebutuhan gizi melalui beragam sumber pangan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Buku ini mengajakmu memahami sepertiapa aspek sosial, budaya, dan ekonomi memengaruhi pola konsumsi, sekaligus mengenali pentingnya diversifikasi produksi dan konsumsi pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang lebih beragam.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads