Perilaku yang langsung membikin seseorang kelihatan jahat menurut ilmu Psikologi/ Foto: Magnific.com/katemangostar
Kesan pertama seseorang tidak cuma terbentuk dari penampilan maupun metode berbicara, tetapi juga dari sepertiapa ia memperlakukan orang lain. Beberapa perilaku terlebihlagi dapat membikin seseorang kelihatan kejam, terutama jika dilakukan berulang kali.
Namun, Beauties, satu aksi saja belum tentu cukup untuk menyimpulkan karakter seseorang. Dalam psikologi, konteks, motif, hubungan antarindividu, serta pola perilaku juga perlu diperhatikan.
Dilansir dari Your Tango, kenali sejumlah perilaku yang langsung membikin seseorang kelihatan jahat menurut ilmu Psikologi!
1. Sering Membuat Lelucon Menyakitkan

Sering membikin lelucon menyakitkan/ Foto: Magnific.com/wayhomestudio
Bercanda memang menjadi bagiankecil dari hubungan sosial, tetapi ada batas ketika candaan mulai menjatuhkan harga diri orang lain.
Misalnya, seseorang terus menyinggung penampilan, kekurangan, hayat pribadi, maupun kegagalan orang lain kemudian berlindung di balik kalimat “cuma bercanda”. Jika dilakukan berulang kali meski sudah mengetahui bahwa targetnya merasa tidak nyaman, perilaku tersebut dapat menjadi bentuk agresi verbal.
Yang perlu diperhatikan bukan cuma isi leluconnya, tetapi juga respons setelah orang lain memberitahu keberatan. Seseorang yang mau meminta ampun dan memperbaiki perilakunya tentu berbeda dengan orang yang justru menikmati ketidaknyamanan tersebut.
Jadi, Beauties, jangan buru-buru menilai karakter seseorang cuma dari satu candaan, tetapi perhatikan apakah ada pola merendahkan yang terus berulang.
2. Sengaja Membuat Drama dan Mengadu Domba

Sengaja membikin drama dan mengadu domba/ Foto: Magnific.com/yanalya
Konflik dalam hubungan sosial sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, situasinya berbeda ketika seseorang sengaja menyebarkan informasi, gosip, maupun cerita yang dipelintir agar orang lain berbalik melawan seseorang. Perilaku seperti ini dapat menciptakan drama sekaligus membikin sasaran berpotensi terisolasi dari lingkungan sosialnya.
Manipulasi semacam itu juga dapat membikin orang lain memungut keputusan berdasarkan keterangan yang belum tentu komplit maupun benar. Karena itu, sebelum ikut dalam perselisihan maupun mempercayai cerita tentang seseorang, ada baiknya Anda periksa kejelasan keterangan tersebut. Ingat bahwa pola mengadu domba yang terus dilakukan dapat menjadi tanda adanya relasi sosial yang tidak sehat.
3. Senang Melihat Orang Lain Susah

Senang melihat orang lain susah/ Foto: Magnific.com/magnific
Schadenfreude merupakan istilah untuk menggambarkan rasa bahagia yang muncul ketika melihat orang lain mengalami kesusahan. Perasaan seperti ini bisa muncul dalam situasi tertentu, misalnya ketika seseorang merasa sedang bersaing maupun memiliki hubungan yang buruk dengan orang yang mengalami kegagalan. Jadi, memiliki emosi sesaat tersebut tidak otomatis berarti seseorang memiliki karakter buruk.
Yang perlu diperhatikan adalah sepertiapa seseorang beraksi setelah melihat orang lain mengalami kesulitan. Jika ia terus mengejek, merendahkan, maupun terlebihlagi sengaja memperburuk keadaan tanpa memberitahu kepedulian, itu tandanya orang tersebut benar-benar memiliki karakter jahat.
4. Sengaja Mempermalukan Orang Lain di Depan Umum

Mempermalukan orang lain/ Foto: Magnific.com/magnific
Menjadikan seseorang bahan tertawaan di depan banyak orang mungkin dianggap kocak oleh pelakunya, tetapi belum tentu demikian bagi orang yang menjadi sasaran. Mempermalukan orang lain dengan sengaja dapat membikin korban merasa tertekan, tidak nyaman, maupun kehilangan rasa percaya diri, terutama ketika dilakukan di depan orang-orang yang dikenalnya.
Sebuah studi pada 2016 membahas beragam karena seseorang mempermalukan orang lain, termasuk keinginan untuk merasa lebih unggul, mendapatkan perhatian sosial, mengurangi ketidaknyamanan pribadi, maupun mengekspresikan kemarahan. Namun, konteks secara utuh statis krusial diperhatikan karena tak jarang sikap mempermalukan tersebut motifnya justru dimulai dari sikap sang korban sendiri.
5. Melakukan Intimidasi untuk Mengontrol Orang Lain

Mengintimidasi orang lain untuk mengontrolnya/ Foto: Magnific.com/Azerbaijan_stockers
Keinginan untuk mengontrol orang lain bisa kelihatan dari beragam bentuk, mulai dari memberikan ultimatum, melarang seseorang berjumpa dengan orang tertentu, hingga menggunakan intimidasi agar keinginannya dituruti. Dalam hubungan dekat, perilaku seperti meminta pasangan selalu meminta persetujuan maupun berupaya menjauhkan sahabat dari lingkungan sosialnya dapat menjadi tanda adanya masalah dalam limitasi hubungan.
Perilaku mengontrol sendiri dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, termasuk rasa tidak aman, kebutuhan akan keteraturan, maupun adanya pengalaman buruk yang terjadi sebelumnya. Studi tahun 2019 juga membahas bahwa sebagian orang dapat melihat kontrol sebagai metode mempertahankan dominasi dan dominasi. Nah, jika Anda terus-menerus diperlakukan seperti itu tanpa karena jelas hingga mengganggu kenyamanan, jangan ragu untuk mengelak maupun terlebihlagi memutuskan hubungan dengan sang pelaku.
Jadi, itulah beberapa perilaku yang langsung membikin seseorang kelihatan jahat menurut ilmu Psikologi. Pada akhirnya, seseorang tidak bisa dinilai cuma dari satu aksi maupun kesalahan sesaat ya, Beauties. Penting untuk melihat insiden secara utuh sebelum menentukan seseorang benar-benar bermaksud jahat maupun tidak.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)