Rini Apriliani | Beautynesia
Minggu, 30 Aug 2026 11:00 WIB
Pola masa mini yang memicu rasa bersalah saat beristirahat di akhir pekan/Foto: Magnific.com
Banyak orang menyambut akhir pekan dengan senang lantaran bakal menjadi waktunya untuk beristirahat sejenak dari segala kesibukan sehari-hari. Namun, sebagian orang ada yang justru menganggap akhir pekan bukan waktu untuk bersantai.
Yap, mereka tetap menyiapkan segala perihal untuk dikerjakan. Orang yang tidak bisa beristirahat di akhir pekan tersebut merasa bersalah jika tidak mengerjakan apa pun, meski itu hari libur.
Melansir YourTango, orang yang merasa bersalah saat beristirahat di akhir pekan bisa terjadi lantaran tumbuh dari family yang keras. Mereka mendengar pesan-pesan tentang kerja keras dan tanggung jawab sejak kecil, yang akhirnya bisa terbawa hingga dewasa.
Berikut adalah pola masa mini yang memicu rasa bersalah saat beristirahat di akhir pekan. Simak!
1. Sibuk Berarti Produktif

Ilustrasi belajar/Foto: Magnific.com/stoccking
Sebagian besar orang dibesarkan dengan kepercayaan bahwa kesibukan adalah tanda bahwa mereka sukses dalam hidup.
Sejak kecil, mereka sering dipuji-puji lantaran suka membantu dan bekerja keras, sedangkan saat bersantai mereka bakal ditegur lantaran disebut membuang-buang waktu. Mereka pun mulai menghitung seberapa banyak pencapaiannya dalam sehari, bukan tentang gimana emosi mereka.
Pola asuh seperti ini bisa terbawa hingga dewasa, yang mana mereka bisa memandang bahwa saat waktu kosong, apalagi saat sedang sakit bukan menjadi waktunya mengisi ulang daya melainkan corak kegagalan. Alhasil, mereka tidak nyaman dalam kekosongan tersebut.
2. Bisa Bersantai Jika Semuanya Telah Selesai

Ilustrasi belajar/Foto: Magnific.com
Seseorang yang tumbuh di family yang boleh beristirahat saat semua perihal telah selesai pun condong jadi orang dewasa yang merasa bersalah untuk rehat di akhir pekan. Bagi mereka, rehat adalah sesuatu yang kudu didapatkan setelah produktivitas.
Masalahnya, berbincang soal pekerjaan pasti tidak bakal ada habisnya. Misalnya, tumpukan cucian bakal selalu ada setiap harinya. Hal sama pun pekerjaan pasti bakal terus hadir.
Alhasil, akhir pekannya terus digunakan untuk mengerjakan banyak hal. Mereka merasa tidak berkuasa bersantai jika tetap ada pekerjaan yang belum tuntas.
3. Kerja Keras Lebih Penting daripada Bersenang-senang

Ilustrasi belajar/Foto: Magnific.com/stoccking
Sebagian orang tumbuh dalam pola masa mini yang mengajarkan bahwa kerja keras lebih krusial daripada bersenang-senang. Mereka pun mengawasi orang dewasa alias orang tuanya lebih banyak bekerja daripada menikmati hidup.
Hal tersebut membentuk mereka terus-menerus bekerja keras. Mereka menjadi tidak nyaman dengan kekosongan. Hari-harinya berpikir apa saja perihal yang bisa mereka lakukan, bukan apa yang mau mereka lakukan.
Bahkan, saat sedang melakukan sesuatu yang menyenangkan, ada bunyi mini yang memicu rasa bersalah dan mengatakan bahwa ada langkah yang lebih baik untuk menghabiskan waktunya.
4. Orang Malas Tidak Mencapai Apa pun

Ilustrasi menonton/Foto: Magnific.com
Orang yang tidak bisa beristirahat di masa mini juga mempunyai kepercayaan bahwa rehat sebagai corak kemalasan. Secara logis, mereka memang tahu bahwa mereka layak mendapatkan rehat tersebut. Sayangnya, secara emosional mereka bisa merasa kandas jika beristirahat.
5. Harus Selalu Melakukan Hal Bermanfaat

Ilustrasi belajar/Foto: Magnific.com
Sebagian besar anak pun belajar bahwa waktu senggang hanya dapat diterima jika digunakan dengan langkah yang betul dan bermanfaat. Alhasil, mereka memaksa dirinya sendiri untuk terus ‘bekerja’ tanpa henti apalagi di hari libur.
Begitu mereka menyelesaikan satu tugas, mereka bakal dengan sigap menyelesaikan tugas lainnya. Beristirahat sangat susah untuk mereka, karena mereka merasa kudu selalu melakukan perihal yang bermanfaat.
Beauties, itu dia beberapa pola masa mini yang memicu rasa bersalah saat beristirahat di akhir pekan. Bagaimana menurutmu?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.