
Es dawet biasanya diasosiasikan dengan rasa berat karena santan kental dan gula putih. Pada resep ini, sajian dibuat lebih ringan namun tetap manis legit dengan pendekatan bahan yang lebih sehat: pewarna alami dari daun suji dan pandan, serta adonan yang diperkuat jelly serbuk agar tekstur kenyal tetap terjaga.
Manis pada resep ini didominasi gula aren yang dipilih karena indeks glikemiknya lebih rendah dibanding gula pasir, sehingga memberi sensasi manis tanpa lonjakan gula darah yang tajam. Kuah menggunakan pilihan susu nabati atau krimer tinggi serat untuk menghasilkan rasa lembut tanpa rasa enek akibat santan pekat.
Proses pembuatan tidak rumit dan cocok untuk pemula. Kunci utama adalah mengaduk adonan secara konsisten hingga tepung benar-benar matang dan warna berubah menjadi cerah-transparan agar dawet memiliki tekstur kenyal yang pas saat disajikan bersama es batu.
Persiapan Bahan dan Peralatan Masak
Siapkan panci, pengaduk yang nyaman, saringan, serta cetakan atau wadah untuk mencetak dawet. Pisau tajam berguna untuk memotong daun pandan dan buah nangka agar aroma dan ukuran potongan optimal. Teknik mise en place—mengumpulkan semua bahan di mangkuk kecil sebelum mulai memasak—mempercepat proses saat api sudah dinyalakan. Letakkan smartphone di tempat aman bila mengikuti panduan digital agar langkah tidak terlewat.
Simak langkah lengkap berikut untuk membuat es dawet rendah gula.
Resep Es Dawet Tanpa Santan Yang Sehat

foto: Gemini
Bahan:
- 50g Tepung beras
- 50g Tepung tapioka
- 1 balut (15g) Jelly serbuk plain
- 600ml Air pandan dan suji (hasil blenderan 10 lembar pandan dan 10 lembar suji yang sudah disaring)
- 1/2 sdt Garam
Bumbu Halus dan Bumbu Lainnya:
- 150g Gula aren alias Gula Semut
- 100ml Air untuk sirup
- 2 lembar Daun pandan
- 500ml Susu Almond alias Susu Kedelai rendah gula (Opsi A)
- 500ml Air matang dicampur 5-6 sdm krimer tinggi serat (Opsi B)
- Sedikit garam untuk kuah
Bahan Pelengkap Sajian:
- Nangka pangkas kotak secukupnya
- Es batu sesuai selera
Cara Membuat:
1. Campur tepung beras, tepung tapioka, jelly serbuk, garam, dan air pandan-suishi dalam panci, aduk hingga tidak ada gumpalan.
2. Masak di api sedang sambil terus diaduk sampai adonan mengental, bergelembung, dan berubah menjadi cerah-transparan—tanda tepung sudah matang.
3. Siapkan wadah berisi air dingin dan es untuk menenggelamkan cetakan dawet.
4. Cetak adonan menggunakan cetakan segitiga plastik yang dipotong ujungnya; teteskan adonan langsung ke dalam air es, lalu tiriskan.
5. Untuk sirup: rebus gula aren dengan 100ml air dan satu lembar daun pandan hingga mengental, lalu tambahkan potongan nangka dan dinginkan.
6. Untuk kuah: panaskan susu nabati atau campuran air dan krimer tinggi serat bersama daun pandan dan sedikit garam, jangan biarkan mendidih lama agar rasa dan tekstur tetap halus.
7. Tata sajian: tuang 2–3 sendok makan sirup gula aren di dasar gelas.
8. Masukkan dawet hijau sesuai selera.
9. Siram dengan kuah putih yang telah disiapkan.
10. Tambahkan es batu untuk kesegaran sebelum disajikan.
Cara Menjaga Nutrisi Bahan Makanan
Untuk mempertahankan kandungan baik pada susu nabati atau krimer, panaskan kuah hanya sampai hangat dan singkat agar nutrisi tidak rusak karena suhu tinggi. Penggunaan daun suji dan pandan sebagai pewarna alami juga menambah antioksidan, sementara gula aren memberi mineral lebih dibanding gula rafinasi.
5 FAQ Es Dawet Sehat
1. Mengapa adukan dawet kudu dimasak sampai warnanya cerah transparan?
Warna cerah menunjukkan tepung matang sempurna, sehingga dawet memiliki tekstur kenyal dan bebas rasa tepung mentah.
2. Apakah bisa menggunakan jenis gula lain untuk sirupnya?
Secara teknis bisa, tetapi gula aren direkomendasikan karena kandungan mineralnya lebih tinggi dan indeks glikemiknya lebih rendah dibanding gula pasir.
3. Apa kegunaan jelly serbuk dalam adukan dawet?
Jelly serbuk membantu memperkuat struktur adonan sehingga dawet lebih tahan banting dan tidak mudah hancur saat dicampur es dan kuah.
4. Bagaimana langkah menyimpan sisa dawet yang sudah dicetak?
Simpan dawet dalam wadah berisi air bersih di kulkas agar tekstur dan kesegarannya terjaga.
5. Mengapa resep ini menggunakan daun suji selain daun pandan?
Daun suji dipilih sebagai pewarna hijau alami yang pekat dan juga memberi manfaat antioksidan, sehingga warna lebih stabil tanpa pewarna sintetis.