Review Majapahit Karya Herald van der Linde

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 11 menit 506x dilihat
Review Majapahit Karya Herald van der Linde

Bagikan Postingan

majapahit – Di balik megahnya nama Majapahit, tersimpan skandal famili kerajaan, perang saudara, dan intrik politik yang licik. Tak sekadar cerita perang dan armada laut yang disegani pelaut Eropa, sejarah Majapahit juga diwarnai kisah unik, termasuk catatan-catatan sejarah bening dari seorang ahli tulis istana yang pemabuk.

Lewat buku Majapahit karya Herald van der Linde, kita diajak menyelami naskah antik untuk memahami hayat di balik gorden dominasi sang imperium. Seperti apa fakta di balik kejayaan dan keruntuhan Majapahit? Yuk, langsung saja kita simak ulasannya bersama!

Sinopsis Majapahit

Disegani bangsa Portugis di lautan, diguncang skandal dan darah di dalam istana. Majapahit adalah legenda imperium terbesar Nusantara: sebuah raksasa maritim yang dibangun di atas kejayaan panen padi, muslihat politik yang dingin, dan armada laut paling perkasa di zamannya,

Namun di balik dinding-dinding candi dan kemegahannya, tersimpan kenyataan yang jauh lebih liar: perseturuan berdarah antar saudara, raja-raja berperliaku eksentrik, hingga intrik dominasi tanpa ampun.

Tragisnya, imperium seluas ini meninggalkan sangat sedikit bekas fisik. Lewat naskah-naskah antik dan sumber primer, buku ini menyusun balik teka-teki Majapahit dari kacamata yang tak terduga, termasuk catatan-catatan seorang ahli tulis istana yang pemabuk.

Ini bukan sekadar sejarah perang, melainkan kisah tentang ambisi, pengkhianatan, dan rahasia kelam sebuah bangsa yang hampir terlupakan.

majapahit

Profil Herald van der Linde – Penulis Novel Majapahit

Herald van der Linde adalah penulis yang memiliki minat mendalam terhadap sejarah dan hayat penduduk Indonesia. Perjalanannya berbareng Indonesia dimulai pada 1990, ketika ia datang sebagai seorang backpacker dengan hajat menjelajahi Nusantara selama beberapa minggu saja. Namun, pengalaman menaiki bus yang padat, berbincang hingga larut malam di warung, serta mengenal hayat penduduk setempat membuatnya jatuh cinta pada Indonesia. Ia kemudian mempelajari bahasa Indonesia dan akhirnya menetap lebih lama, khususnya di Jakarta, kota yang hingga kini statis memiliki tempat istimewa di hatinya.

Ketertarikan Herald terhadap Indonesia tidak selesai pada hayat sehari-hari, kuliner, dan kebudayaannya. Ia juga berupaya memahami perjalanan panjang yang membentuk Indonesia menjadi seperti sekarang. Melalui karya-karyanya, Herald mengadopsi sejarah dengan memperhatikan pengalaman orang-orang yang hidup, bekerja, dan membangun hayat di beragam tempat. Minatnya terhadap masa kemudian Indonesia juga memiliki kaitan pribadi. Setelah mendengar kisah tentang leluhurnya yang pernah tinggal di Hindia Belanda, ia menelusuri beragam dokumentasi di Jakarta dan Belanda. Penelusuran tersebut membawanya pada anotasi tentang personel famili Van der Linde yang telah tinggal di Batavia sejak abad ke-17, termasuk seorang leluhur yang tiba menggunakan kapal pada 1650.

Herald telah menulis sejumlah buku tentang Indonesia, di antaranya Jakarta: A Biography (2020) dan Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire (2024). Melalui karya-karya tersebut, ia mengeksplorasi sejarah Indonesia dengan mengadopsi kisah, konflik, dan dinamika penduduk yang membentuk perjalanan bangsa. Ia juga tengah mempersiapkan proyek buku berikutnya yang akan membahas sejarah Sriwijaya.

Di luar aktivitasnya sebagai penulis, Herald menjabat sebagai Chief Asia Equity Strategist di HSBC. Mobilitasnya yang tinggi dalam menjelajahi beragam daerah Asia membuatnya mendapat julukan “The Flying Dutchman”. Perpaduan antara pengalaman panjang mengenal Indonesia, penelusuran dokumentasi sejarah, dan pekerjaannya di sektor finansial menjadikan Herald memiliki perspektif pandang yang beragam dalam menulis tentang masa kemudian Nusantara.

Kelebihan dan Kekurangan Majapahit

Pros & Cons

Pros

  • Menyajikan sejarah dengan corak bercerita yang menarik.
  • Didukung riset dan sumber sejarah yang mendalam.
  • Menghadirkan figur sejarah dengan karakter yang beragam.
  • Mengungkap sisi sejarah yang jarang dibahas.
  • Menghubungkan masa kemudian dengan hayat Indonesia masa kini.
  • Memperkaya pemahaman tentang peradaban Nusantara.

Cons

  • Beberapa bagiankecil terasa repetitif dan belum membedakan kenyataan dengan interpretasi secara tegas.

Kelebihan Majapahit

Majapahit karya Herald van der Linde memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menarik untuk dibaca.

  • Menyajikan sejarah dengan corak bercerita yang menarik

Salah satu kelebihan buku ini adalah kemampuannya mengemas sejarah Majapahit layaknya sebuah novel yang penuh intrik, pengkhianatan, peperangan, dan perebutan kekuasaan. Herald van der Linde tidak sekadar menyajikan urutan peristiwa dan nama-nama raja, tetapi merangkainya menjadi kisah yang mengalir dan gampang diikuti. Gaya penulisan ini membikin sejarah yang kerap dianggap membosankan terasa lebih hidup dan bisa mempertahankan rasa mau tahu pembaca.

  • Didukung riset dan sumber sejarah yang mendalam

Buku ini disusun berdasarkan penelusuran sumber sejarah, naskah kuno, serta anotasi dari beragam figur yang berhubungan dengan Majapahit. Pembaca diajak melihat sepertiapa ilmu tentang kerajaan tersebut dibangun melalui artikel para pujangga, anotasi pengunjung asing, dan riset yang dilakukan pada masa berikutnya. Pendekatan ini memberikan deskripsi tentang proses penelusuran sejarah sekaligus memperlihatkan bahwa pemahaman kita mengenai Majapahit terbentuk dari beragam sumber yang perlu dikaji secara kritis.

  • Menghadirkan figur sejarah dengan karakter yang beragam

Herald tidak menggambarkan para raja dan figur kerajaan sebagai sosok yang selalu bijak maupun sempurna. Sebaliknya, mereka ditampilkan sebagai manusia dengan ambisi, kecerdikan, kelemahan, dan kepentingan masing-masing. Beragam karakter tersebut membikin kisah politik kerajaan terasa lebih realistis dan menarik untuk disimak. Pembaca juga dapat melihat sepertiapa sifat dan keputusan para penguasa mempengaruhi perjalanan kerajaan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

  • Mengungkap sisi sejarah yang jarang dibahas

Buku ini memperkenalkan beragam peristiwa dan sisi hayat Majapahit yang mungkin tidak banyak diingat pembaca dari pelajaran sejarah di sekolah. Mulai dari perseteruan famili kerajaan, hubungan dengan bangsa asing, hingga hayat perempuan dan keberadaan ratu yang memiliki efek politik. Pembahasan tersebut memperluas perspektif pandang pembaca bahwa sejarah Majapahit bukan cuma tentang kejayaan daerah dan nama-nama penguasa, melainkan juga tentang hayat sosial, kebudayaan, serta dinamika penduduk pada masa itu.

  • Menghubungkan masa kemudian dengan hayat Indonesia masa kini

Salah satu hal menarik dari buku ini adalah metode kisah Majapahit mendorong pembaca merefleksikan hayat penduduk Indonesia sekarang. Persaingan kekuasaan, adat feodal, hubungan sosial, dan karakter para figur dapat menjadi bahan untuk memahami sepertiapa pola tertentu dalam hayat penduduk mungkin bertetap maupun berubah sepanjang waktu. Hubungan ini membikin sejarah tidak terasa sebagai cerita tentang masa dahulu semata, tetapi juga sebagai bahan untuk mempertanyakan dan memahami keadaan masa kini.

  • Memperkaya pemahaman tentang peradaban Nusantara

Melalui kisah Majapahit, pembaca memperoleh deskripsi mengenai kekuatan politik, perdagangan, pertanian, pelayaran, dan kebudayaan kerajaan. Buku ini juga membantu menumbuhkan apresiasi terhadap pencapaian penduduk Nusantara pada masa kemudian yang kerap kurang mendapat perhatian. Dengan demikian, pembaca tidak cuma mengikuti kisah naik turunnya sebuah kerajaan, tetapi juga diajak mengenali kompleksitas peradaban yang pernah berkembang di daerah ini.

Kekurangan Majapahit

Meskipun buku karya Herald van der Linde ini menawarkan banyak kelebihan, buku ini statis tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi penilaian bagi pembaca. 

  • Beberapa bagiankecil terasa repetitif dan belum membedakan kenyataan dengan interpretasi secara tegas

Banyaknya perselisihan keluarga, perebutan takhta, dan pembunuhan politik yang terjadi dari satu generasi ke generasi berikutnya terkadang membikin bagiankecil tertentu terasa berulang. Selain itu, narasi yang mengalir seperti novel dapat membikin pembaca perlu lebih cermat membedakan anotasi sejarah yang tersedia dengan interpretasi penulis terhadap peristiwa tersebut. Bagi pembaca yang mengharapkan analisis akademis dengan pemisahan kenyataan dan anggapan yang sangat terperinci, pendekatan penceritaan buku ini mungkin terasa kurang memadai.

Mengenal Lebih Dekat Kerajaan Majapahit

Grameds, ketika mendengar nama Majapahit, kita mungkin langsung teringat pada Gajah Mada, Sumpah Palapa, dan kejayaan Nusantara pada masa lampau. Namun, sejarah Majapahit jauh lebih luas daripada kisah tentang ekspansi daerah dan kebesaran para rajanya. Kerajaan ini meninggalkan bekas krusial dalam sektor politik, perdagangan, kebudayaan, hingga tata hayat masyarakat. Menariknya, sebagian hayat Majapahit justru perlu direkonstruksi melalui naskah antik dan peninggalan arkeologis yang statis ditemukan hingga sekarang. Yuk, kenali beberapa kenyataan menarik tentang kerajaan besar ini!

Berdirinya Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit diperkirakan berdiri pada 1293 M di Jawa Timur, setelah melalui pergolakan politik yang melibatkan Raden Wijaya dan pasukan Mongol yang dikirim oleh Kubilai Khan. Raden Wijaya kemudian menjadi raja pertama Majapahit. Seiring berjalannya waktu, kerajaan ini berkembang menjadi salah satu kekuatan politik krusial di area Nusantara. Pusat pemerintahannya diyakini eksis di Trowulan, daerah yang kini terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penetapan letak tersebut didukung oleh beragam temuan arkeologis dan riset sejarah.

Puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Nama Majapahit tidak dapat dilepaskan dari Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mencapai salah satu masa kejayaannya. Gajah Mada dikenal melalui Sumpah Palapa, yang mencerminkan ambisinya untuk memperluas efek Majapahit ke beragam daerah Nusantara. Keduanya kerap dikenang sebagai figur krusial dalam sejarah kerajaan ini. Meski demikian, luas daerah dominasi dan bentuk efek Majapahit terhadap daerah-daerah lain statis menjadi bahan analisis sejarah, karena hubungan kerajaan dengan daerah sekitarnya tidak selalu berbentuk pemerintahan langsung.

Kehidupan Majapahit tercatat dalam naskah kuno

Salah satu sumber krusial untuk mempelajari Majapahit adalah Nagarakretagama, karya Mpu Prapanca yang ditulis pada 1365 M. Naskah ini memuat deskripsi tentang pemerintahan Raja Hayam Wuruk, perjalanan kerajaan, dan sejumlah daerah yang eksis dalam lingkup pengaruhnya. Selain itu, anotasi dari pengunjung asing, termasuk Ma Huan dari Tiongkok, turut memberikan deskripsi mengenai hayat penduduk dan hubungan perdagangan pada masa tersebut. Namun, setiap sumber memiliki perspektif pandang dan kekurangan tersendiri. Oleh karena itu, para peneliti perlu membandingkan anotasi tertulis dengan bukti arkeologis untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh.

Peninggalan arkeologis Majapahit di Trowulan

Salah satu area terpenting untuk mengenali peninggalan Majapahit adalah Situs Trowulan. Di area ini terdapat sejumlah bangunan dan struktur bersejarah, seperti Candi Tikus, Gapura Bajang Ratu, Gapura Wringin Lawang, Candi Brahu, serta Kolam Segaran. Candi Tikus dikenal sebagai bangunan petirtaan maupun tempat yang berhubungan dengan aktivitas ritual dan air, sedangkan Bajangratu dan Wringin Lawang merupakan struktur gapura yang menjadi bagiankecil krusial dari lanskap arkeologis area tersebut. Selain bangunan, para peneliti juga menemukan pecahan keramik, gerabah terakota, arca, koin, dan elemen bangunan. Berbagai temuan ini membantu mengungkap hayat sehari-hari, aktivitas ekonomi, teknologi, serta tata ruang penduduk pada masa Majapahit.

Majapahit memiliki mekanisme pengelolaan air yang menarik

Kemajuan sebuah kerajaan tidak cuma kelihatan dari kekuatan militernya, tetapi juga dari kemampuannya mengelola sumber daya. Penelitian arkeologis di Trowulan menemukan bekas saluran air, waduk, dan mekanisme irigasi yang memberitahu adanya pengelolaan air dalam skala cukup besar. Infrastruktur tersebut menjadi instruksi krusial untuk memahami sepertiapa area permukiman dan aktivitas pertanian didukung pada masa lalu. Keberadaan Kolam Segaran dan beragam struktur air lainnya juga memperlihatkan bahwa peninggalan Majapahit bukan cuma berupa candi dan gapura, melainkan mencakup sarana yang berhubungan dengan kebutuhan penduduk dan penataan lingkungan. Meski fungsi setiap struktur perlu ditafsirkan berdasarkan bukti penelitian, keseluruhan temuan ini memperkaya deskripsi tentang kapasitas teknis penduduk Majapahit.

Kemunduran Majapahit terjadi melalui proses yang kompleks

Berakhirnya kejayaan Majapahit bukanlah peristiwa sederhana yang dapat dijelaskan oleh satu penyebab saja. Persaingan politik, perselisihan perebutan kekuasaan, fluktuasi hubungan antar kerajaan, serta evolusi kondisi sosial dan keagamaan di Jawa turut menjadi bagiankecil dari bahasan mengenai kemundurannya. Perang Paregreg pada mula abad ke-15, misalnya, menjadi salah satu perselisihan krusial yang memperlihatkan kontradiksi di lingkungan famili kerajaan. Sementara itu, fluktuasi kekuatan politik di pesisir Jawa ikut membentuk lanskap baru di area tersebut. Karena sumber sejarahnya terbatas, para ahli statis mengkaji sepertiapa beragam aspek itu saling berhubungan dalam proses melemahnya Majapahit.

Grameds, mempelajari Majapahit mengajarkan kita bahwa kejayaan sebuah kerajaan tidak cuma tersimpan dalam kisah para penguasa, tetapi juga dalam naskah, bangunan, barang sehari-hari, dan bekas lingkungan yang ditinggalkannya. Peninggalan arkeologis di Trowulan menjadi pengingat bahwa statis banyak hal yang dapat dipelajari dari peradaban Nusantara, sekaligus bahwa pemahaman kita tentang masa kemudian terus berkembang seiring ditemukannya bukti baru. Melalui buku Majapahit karya Herald van der Linde, Grameds dapat menelusuri kisah para penguasa, perselisihan politik, dan dinamika kerajaan dengan pendekatan penceritaan sejarah yang menarik. Dengan begitu, sejarah tidak lagi sekadar kumpulan nama dan tanggal, tetapi menjadi jalan untuk memahami manusia dan penduduk yang membentuk masa kemudian kita.

Penutup

Majapahit bukan sekadar anotasi tanggal dan nama raja di lembar sejarah yang kaku, melainkan cermin besar tentang ambisi, pengkhianatan, dan sepertiapa dominasi dibangun kemudian runtuh. Lewat penceritaan yang hidup, Herald van der Linde membuktikan bahwa di balik dinding istana yang megah sekalipun, sejarah selalu digerakkan oleh keputusan-keputusan manusia yang tak luput dari cela.

Pada akhirnya, buku ini menyisa satu pertanyaan krusial bagi kita hari ini: ketika sebuah imperium sebesar Majapahit pun bisa runtuh akibat intrik dari dalam, pelajaran apa yang sudah kita petik untuk masa kini?

Jika Grameds siap menyelami rahasia kelam di balik kejayaan Nusantara, buku Majapahit sudah bisa Anda dapatkan di Gramedia.com. Mari terus #TumbuhBermakna dengan memahami bekas masa kemudian yang membentuk siapa kita hari ini. Selamat membaca!

Rekomendasi Buku

Jalan ke Pengasingan

Jalan ke Pengasingan

Jalan ke Pengasingan menelusuri masa krusial dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia pada akhir 1920-an hingga mula 1930-an, ketika jalan menuju kemerdekaan tengah dipertaruhkan ulang. Dengan riset mendalam berbasis dokumentasi kolonial Belanda dan arsip langka lainnya, John Ingleson memetakan peran tokoh-tokoh muda seperti Hatta, Sjahrir, dan Sukarno dalam merumuskan strategi politik, membangun perkumpulan nasionalis, dan menyusun ide kebangsaan yang melampaui batas-batas ideologis yang ada.

Unfinished Nation: Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia

 Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia

Unfinished Nation menelusuri evolusi Indonesia sejak gejolak mula perlawanan antikolonial pada mula abad ke-20, tetapi fokus pada perjuangan panjang dan pada akhirnya berhasil melawan kediktatoran Presiden Suharto.

Dalam menerangkan fluktuasi politik yang kerap disalahpahami pada akhir abad ke-20, Max Lane menguraikan sepertiapa sebuah himpunan perlawanan kecil di dalam negeri, Partai Rakyat Demokratik (PRD), memainkan peran pelopor yang berkontribusi pada runtuhnya rezim diktator.

Tuah Bumi Nusantara

Putus Rantai - Generasi Pemutus Rantai yang Berkeliling Dunia

Buku ini membujuk kita menelusuri bekas para raja legendaris Nusantara, termasuk tuah kesaktiannya. Puluhan sosok raja dahsyat dibahas di sini, mulai dari Raja Mulawarman yang dengan tuahnya bisa mengantar Kutai pada era keemasan di abad ke-4, Ratu Shima yang kekuatan maupun kebijaksanaannya sampai dikagumi dan dicatat di negeri-negeri seberang pada abad ke-7, hingga Sultan Hasanuddin yang kesaktiannya sanggup membikin kolonialis Belanda ciut nyalinya pada abad ke-17.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads