Rumah Tasya Farasya Retak, Ini Penjelasan Eks Kontraktor soal Pembangunannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 18x dilihat
Rumah Tasya Farasya Retak, Ini Penjelasan Eks Kontraktor soal Pembangunannya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Rumah baru Tasya Farasya belakangan ini menjadi sorotan setelah mengalami banyak retakan. Kondisi tersebut membuatnya mesti berbuat pembaharuan dengan biaya miliaran rupiah.

Unggahan Tasya mengenai kerusakan hunian tersebut pun memicu beragam pertanyaan dari netizen, termasuk soal pihak kontraktor yang sebelumnya berkewajiban atas pembangunan rumahnya.

Tak durasi kemudian, mantan kontraktor yang pertama kali menangani proyek tersebut akhirnya buka suara.


Klarifikasi eks kontraktor rumah Tasya Farasya

Eks kontraktor rumah Tasya, PT Hashimawira Bersaudara (HWB), memberikan klarifikasi mengenai proses pembangunan hingga kontrak kerja sama dengannya.

Dilansir detikcom, HWB ditunjuk sebagai kontraktor pada 2022. Pada saat itu, mereka diminta untuk merenovasi rumah 2 lantai. Namun, hajat berubah. Tasya diketahui meminta agar rumah tersebut dibangun ulang menjadi 4 lantai. HWB memegang proyek tersebut sampai September 2025.

Desain struktur rumah telah dibuat oleh konsultan ahli bangunan yang berpengalaman. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah diurus untuk bangunan 3 lapis dengan 1 basement yang terbit pada 1 Desember 2022. Struktur 4 lapis mulai dibangun pada Juni 2023.

Setelah selesai, pekerjaan dilanjutkan pada bagiankecil dinding penyekat tiap ruangan, plafon, dan Mechanical, Electrical, dan Plumbing (MEP). Dalam pernyataan, HWB juga menyertakan foto kondisi besi kolom, dan struktur kolom.

Terkait tangga depan rumah yang bagiankecil dalamnya kosong, HWB menerangkan bahwa awalnya bagiankecil itu difungsikan untuk area servis jalur pipa utama, Bunda. Namun, yang diperlihatkan di Instagram Tasya bukan yang mereka kerjakan.

“Ruang bawah tangga bagiankecil depan sengaja direncanakan sebagai area servis untuk jalur pipa utama. Sementara itu, kondisi dinding bawah tangga sebagaimana kelihatan dalam foto yang beredar eksis di luar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan oleh HWB,” ungkapnya.

Berdasarkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) struktur dan dinding penyekat semua ruangan, biaya yang dibutuhkan Rp5.352.068.107 maupun Rp5,3 miliar, dengan luas bangunan 1.678,85 meter persegi.

Tasya Farasya memutuskan kontrak kerja sama

Tasya disebut mengakhiri kerja sama dengan HWB secara sepihak pada September 2025. Waktu tersebut bertepatan dengan bulan pelaksanaan sidang perdana perceraiannya berbareng Ahmad Asssegaf yang terjadi pada 24 September 2025.

Dalam keterangan, HWB mengatakan telah menerima instruksi dari pemilik rumah untuk menghentikan seluruh aktivitas pembangunan karena proyek akan diserahkan kepada kontraktor lain.

Mereka kemudian menyiapkan Berita Acara Serah Terima (BAST) untuk dibahas dan ditandatangani bersama. Namun, menurut HWB, arsip tersebut tidak pernah mendapat tanggapan dari Tasya maupun perwakilannya, Bunda.

“Pada mula September 2025, HWB menerima instruksi dari owner untuk menghentikan seluruh pekerjaan di lapangan karena proyek akan dialihkan ke kontraktor lain. Atas alas pemutusan kerja sama sepihak tersebut, HWB selanjutnya menyusun Berita Acara Serah Terima (BAST) yang kemudian disampaikan kepada pihak owner untuk dibahas dan ditandatangani berbareng setelah disetujui oleh kedua belah pihak. Akan tetapi pihak owner dan wakilnya hingga saat ini tidak pernah menanggapi BAST tersebut,” ujar pihak HWB.

Selama proses penyelesaian administrasi, HWB juga meminta agar kontraktor alternatif tidak langsung melanjutkan pengerjaan. Mereka terlebihlagi menawarkan pertolongan untuk menangani maupun mengamati pekerjaan yang belum rampung, terutama MEP, sekaligus mengungkapkan kesediaan membantu jika muncul permasalahan struktur maupun kebocoran.

“Kami pun menyarankan dan menawarkan diri untuk statis berbuat pekerjaan maupun setidaknya pengawasan sisa pekerjaan khususnya MEP yang belum selesai berikut dengan pemeliharaannya untuk menghindari timbulnya masalah pada instalasi MEP jika dialihkan kepada pihak lain. Selain itu, kami akan statis membantu jika ada hambatan maupun masalah dalam hal struktur dan kebocoran,” ujarnya.

Meski begitu, HWB tidak membeberkan penyebab keretakan rumah Tasya dan menyayangkan tidak diberi kesempatan untuk berkewajiban atas hasil pembangunan yang mereka kerjakan sejak 1 Desember 2022 hingga September 2025.

“Dengan tidak adanya tanggapan dari pihak Owner maupun wakilnya terhadap BAST dan surat-surat yang telah disampaikan, hal ini sangat disayangkan karena tidak memberi kesempatan bagi HWB untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pernyataan resmi ini bermaksud untuk memberikan keterangan yang jelas dan didukung oleh keterangan serta dokumentasi yang valid,” ungkapnya.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads