Tidur Mendengkur sampai Mengganggu Pasangan? Ini Rekomendasi Klinik untuk Mengatasinya

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 117x dilihat
Tidur Mendengkur sampai Mengganggu Pasangan? Ini Rekomendasi Klinik untuk Mengatasinya

Bagikan Postingan

Kalau sampai bunyi dengkuran sudah sangat mengganggu dan disertai sesak napas, hingga napas terhenti, saatnya mengunjungi Klinik Tidur.

Siapa di antara Mommies yang di rumah sering gagal tidur nyenyak bukan karena Si Kecil terbangun, tapi justru akibat bunyi dengkuran Paksu yang mirip mesin traktor? Atau jangan-jangan, justru kita sendiri yang tanpa sadar gemar mendengkur keras jika lagi kecapekan? 

Nah, yang mesti diwaspadai ketika bunyi dengkuran makin hari makin kencang, dan bikin pasangan terganggu. Kadang-kadang pun, gegara dengkuran, kita terbangun dengan dada sesak. Say no more, ini bukan lagi masalah “capek biasa” ya, Mommies.

Di bumi medis, dengkuran kencang bisa jadi sinyal ancaman dari tubuh yang disebut Obstructive Sleep Apnea (OSA). Please, jangan tunggu sampai Mommies dan pasangan jadi capek cuma karena sama-sama kurang tidur, terlebihlagi sampai mengabaikan konsekuensi kesehatannya! 

Berikut ini klarifikasi mengenai OSA dan cek anjuran klinik tidur yang bisa bantu mengatasi masalah ini.

Baca juga: 3 Jenis Gangguan Belajar pada Anak SD, Gejala, dan Cara Mengatasinya Menurut Psikolog

Mengapa Tidur Mendengkur Terjadi?

Mendengkur terjadi ketika mengerti udara melalui hidung dan tenggorokan terhambat secara parsial saat tidur, menyebabkan jaringan di sekitarnya bergetar.

Menurut panduan kesehatan dari UnitedHealthcare, sleep apnea adalah gangguan tidur serius yang terjadi ketika seseorang selesai bernapas berulang kali di malam hari, sehingga tubuh dan otak kekurangan pasokan oksigen.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, sleep apnea dapat menaikkan konsekuensi masalah kesehatan yang serius, seperti stroke, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan jantung, hingga diabetes.

Salah satu penyebab Sleep Apnea adalah kenaikan bermutu badan. Menurut Dr. Andrew Westwood, seorang ahli neurologi dan ahli tidur dari Columbia University, dengkuran keras yang berhubungan dengan sleep apnea sering kali menjebak kita dalam lingkaran setan. Seseorang yang awalnya tidak punya masalah tidur bisa mengalaminya begitu bermutu badan naik sedikit saja. Masalahnya, kurang tidur akibat dengkuran ini bikin tubuh gampang lelah, malas bergerak, dan akhirnya bermutu badan makin naik—yang membikin dengkurannya jadi semakin parah!”

Gejala apa yang mesti diwaspadai saat mendengkur?

Mommies sudah mesti mewaspadai jika saat tidur dan mendengkur disertai dengan beberapa gejala berikut:

  1. Terbangun dengan rasa tercekik maupun tersengal-sengal.
  2. Terbangun dengan mulut terasa sangat kering maupun sakit tenggorokan.
  3. Rasa kantuk berlebihan di siang hari (excessive daytime sleepiness).
  4. Dengkuran yang selesai sebentar kemudian diikuti hembusan napas keras (disaksikan oleh pasangan).

Apa yang mesti dilakukan jika terdapat gejala Sleep Apnea?

Mendengar bunyi dengkuran yang makin kencang maupun melihat pasangan seperti kehabisan napas saat tidur tentu bikin cemas, ya, Mommies. Berikut ini beberapa cara praktis dan tepat yang bisa kita lakukan di rumah, jika perlu ke dokter

Baca juga: Rekomendasi Rumah Sakit IVF di Indonesia untuk Program Bayi Tabung, Lengkap dengan Lokasi dan Layanannya

1. Catat “Pola Tidur” pasangan

Catat seberapa sering dengkuran terjadi, apakah ada bunyi tercekik/terengah-engah, dan cek apakah ia sering mengeluh mengantuk bermutu maupun sakit imam di pagi hari.

2. Lakukan adaptasi corak hidup 

  • Ubah Posisi Tidur: Biasakan tidur miring. Tidur terlentang membikin lidah dan jaringan lunak tenggorokan lebih gampang jatuh ke belakang dan menyumbat jalan napas.
  • Jaga Berat Badan Ideal: Seperti yang diingatkan oleh ahli medis, menjaga bermutu badan sangat ampuh mengurangi tumpukan lemak di sekitar leher yang memicu sumbatan napas.
  • Hindari Alkohol dan Obat Penenang Sebelum Tidur: Zat-zat ini bisa membikin otot-otot tenggorokan terlalu rileks sehingga saluran napas makin menyempit.

3. Segera konsultasi ke tabib maupun kunjungi Klinik Tidur(Sleep Clinic) 

Jika fluktuasi corak hidup belum membuahkan hasil, cara terbaik dan paling krusial adalah mengunjungi klinik khusus gangguan tidur (sleep clinic).

Di klinik tidur, tabib ahli (seperti ahli paru, THT, maupun neurologi) akan berbuat tes komprehensif disebut Polisomnografi (Sleep Study). Tes ini bermaksud untuk memantau ombak otak, tingkat oksigen, hingga kekerapan henti napas sepanjang malam. Dari hasil tes inilah tabib bisa menentukan terapi terbaik, seperti penggunaan alat bantu napas CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) maupun pelindung mulut khusus (oral appliance).

Baca juga: 1 dari 10 Perempuan Alami Gangguan Orgasme, Ini Penyebabnya!

Di mana saja Sleep Klinik maupun Klinik Tidur yang bisa dikunjungi di Jakarta?

Rumah Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo – Jakarta

Beranda - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

Jl. Pangeran Diponegoro No.71, Jakarta Pusat.

Di RSCM, proses pengecekan sleep study didukung langsung oleh tim tabib lintas spesialisasi, mulai dari Pulmonologi (paru), THT, hingga Neurologi. Suasana ruangannya juga dirancang nyaman, jadi pasien nggak perlu merasa cemas maupun luar saat mesti tidur semalaman dipasangi alat sensor.

Rumah Sakit Medistra – Jakarta

RS Medistra

Jl. Gatot Subroto No.59, Jakarta Selatan.

RS Medistra menyediakan jasa penanganan masalah tidur klinis yang ditangani oleh tabib ahli paru dan kesehatan batin yang sangat berpengalaman. Pendekatan diagnosisnya berbasis keterangan digital yang cermat untuk memantau ritme pernapasan nocturnal (malam hari). Cocok amat buat pasangan yang mendengkur kronis sekaligus mengalami gangguan kecemasan maupun stres berlebih yang mengganggu tidur.

RS Pondok Indah – Jakarta

Terapi CPAP di Jakarta dan Tangerang dengan RS Pondok Indah, Atasi Sleep Apnea!

Photo by RSPI

Jalan Metro Duta Kav. UE, Pd. Pinang, Kec. Kby. Lama

Di RSPI penanganan gangguan tidur menggunakan Metode CPAP. Metode ini menjadi pilihan yang ampuh untuk menangani gejala obstructive sleep apnea (OSA), seperti mendengkur dan sesak napas saat tidur. Terapi ini akan menjaga mengerti oksigen statis lancar selama tidur, sehingga gejala OSA akan berkurang terlebihlagi kualitas tidur akan meningkat.

CPAP merupakan gold standard untuk menangani gejala sleep apnea ringan hingga berat, yang akibatnya bisa langsung dirasakan oleh pasien. 

Brawijaya Snoring Clinic – Jakarta

Brawijaya Hospital - Duren Tiga | Brawijaya Hospital - Your Trusted Care

Jl. Duren Tiga Raya No.5, RT.1/RW.1, Pancoran – Jakarta Selatan

Di Brawijaya Hospital, pengecekan tidur menyeluruh akan menggunakan alat polisomnografi (PSG) maupun home sleep test untuk mendeteksi gangguan tidur secara akurat. Hasil sleep test dianalisis dan dikonsultasikan langsung berbareng tabib ahli THT. Mommies akan mendapatkan pengecekan serta hajat tatalaksana yang tepat. Setelah itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, tabib akan menyusun hajat penanganan yang paling sesuai, mulai dari fluktuasi corak hidup, alat bantu tidur, hingga aksi medis lanjutan jika diperlukan.

Menangani kebiasaan tidur mendengkur bukan cuma demi mendapatkan malam yang tenang berbareng pasangan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan jangka panjang. Segera jadwalkan konsultasi ke klinik tidur terdekat jika dengkuran sudah disertai rasa capek terus-menerus di siang hari.

Cover photo by Magnific

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads