Dalam bumi teknologi yang bergerak sangat cepat, siklus hidup sebuah smartphone seringkali terasa lebih singkat dari yang kita harapkan. Anda mungkin tetap merasa ponsel yang ada di genggaman saat ini mempunyai performa yang mumpuni, kamera yang tajam, dan baterai yang awet. Namun, realita pahit dari industri seluler adalah perangkat keras yang dahsyat tidak bakal berfaedah banyak tanpa support perangkat lunak yang berkelanjutan. Xiaomi, sebagai salah satu raksasa teknologi global, sekarang tengah bersiap untuk mengambil langkah tegas yang mungkin bakal mengecewakan sebagian pengguna setianya.
Berdasarkan pembaruan lini masa perusahaan, Xiaomi sedang bersiap untuk menghentikan support perangkat lunak secara diam-diam untuk sekelompok besar ponselnya pada tahun 2026 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, support pembaruan bakal berhujung untuk 14 model smartphone yang mencakup tiga merek utama mereka: Xiaomi, Redmi, dan POCO. Daftar ini berisi campuran dari ponsel flagship yang pernah menjadi primadona, ponsel kelas menengah yang laku manis, hingga perangkat budget yang tetap digunakan secara luas di beragam pasar, termasuk Indonesia.
Ketika support berakhir, ponsel-ponsel ini bakal secara resmi diklasifikasikan sebagai EoL alias End of Life. Istilah ini bukan sekadar semboyan teknis, melainkan sebuah “vonis” bahwa perangkat tersebut tidak bakal lagi menerima pembaruan Android, tidak ada jenis HyperOS baru, dan yang paling krusial, tidak ada lagi patch keamanan bulanan. Ini adalah momen di mana Anda kudu mulai mempertimbangkan langkah selanjutnya, terutama jika ponsel tersebut menyimpan data-data sensitif Anda.
Nasib Seri POCO dan Xiaomi Flagship
Salah satu nama besar yang masuk dalam daftar “pensiun” ini adalah seri yang sangat terkenal di kalangan gamer dan pengguna yang mementingkan performa, ialah POCO F5 dan POCO F5 Pro. Kedua ponsel ini memang dijadwalkan bakal menerima HyperOS 3 yang berbasis Android 15. Namun, perlu Anda catat bahwa pembaruan tersebut bakal menjadi “salam perpisahan”. Setelah tanggal 9 Mei 2026, POCO F5 bakal berakhir menerima pembaruan perangkat lunak apa pun.
Tidak hanya lini POCO, jejeran ponsel flagship lawas Xiaomi juga sedang mendekati garis finis. Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro bakal kehilangan support pada Maret 2026. Sementara itu, jenis Xiaomi 12T dan 12T Pro bakal memperkuat sedikit lebih lama, ialah hingga 13 Oktober 2026. Bagi pengguna Xiaomi 12 Lite, tanggal 1 Juli 2026 bakal menjadi hari terakhir support resmi diberikan.

Selain seri F, lini POCO X-series juga tidak luput dari kebijakan ini. POCO X5 dan X5 Pro 5G dijadwalkan mencapai status EoL pada Februari 2026. Ini tentu menjadi berita yang cukup mengejutkan mengingat ketenaran seri ini di pasar menengah.
Dampak pada Lini Redmi dan Risiko Keamanan
Di sisi Redmi, beberapa ponsel budget dan kelas menengah juga bakal terkena dampaknya. Daftar ini mencakup Redmi Note 12 Pro, Redmi Note 12 5G, Redmi 12C, dan Redmi 13C. Bahkan model entry-level seperti Redmi A2 dan A2+ juga masuk dalam daftar penghentian support ini. Kebijakan hentikan dukungan ini menegaskan bahwa tidak ada segmen nilai yang betul-betul kondusif dari siklus usang teknologi.
Lantas, apa yang terjadi setelah pembaruan berhenti? Ponsel-ponsel ini tentu saja bakal tetap berfaedah seperti biasa. Aplikasi tidak bakal mendadak rusak, dan perangkat keras tidak bakal berakhir bekerja. Namun, masalah terbesarnya adalah keamanan. Tanpa patch keamanan, kerentanan baru yang ditemukan oleh peretas tidak bakal diperbaiki. Hal ini dapat menempatkan informasi pribadi Anda pada akibat seiring berjalannya waktu.
Jika smartphone Xiaomi, Redmi, alias POCO Anda muncul dalam daftar ini dan Anda sangat berjuntai padanya untuk info sensitif seperti perbankan, meningkatkan ke model yang lebih baru alias melirik flagship terbaru sebelum support berhujung mungkin merupakan pilihan yang lebih aman.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·