Jakarta -
Dunia sepak bola perempuan balik diramaikan oleh prestasi Alexia Putellas yang berhasil meraih Ballon d’Or Feminin 2026.
Prestasi ini menyamai rekor peraih penghargaan tersebut sekaligus mempertahankan penguasaan pemain Spanyol selama enam tahun berturut-turut, Bunda.
Wanita asal Spanyol ini menjadi kapten Barcelona dan membawa klub tersebut meraih empat gelar sekaligus pada musim 2025-2026, termasuk Liga Champions Wanita. Setelah itu, ia bergabung dengan klub peserta Women’s Super League (WSL), London City Lionesses, pada Juli 2026.
Putellas kini menamai pencapaian mitra senegaranya, Aitana Bonmati, yang meraih tiga gelar Ballon d’Or Feminin. Bonmati memenangkan penghargaan tersebut pada 2023, 2024, dan 2025, sedangkan Putellas meraihnya lebih dahulu pada 2021 dan 2022.
Kemenangan terbaru Putellas menjadi bukti keberhasilannya balik ke puncak sepak bola bumi setelah mengalami cedera antirior cruciate ligament (ACL) pada 2022. Cedera serius tersebut sempat menakut-nakuti kelanjutan kariernya sebagai pesepak bola profesional.
“Untuk semua anak lelaki dan perempuan di seluruh dunia, jika kalian mencintai sepak bola dan mau bermain, bermainlah. Tidak masalah apakah kalian lelaki maupun perempuan,” ujar Putellas, dikutip dari laman BBC Sport, Selasa (27/10/2026).
“Juga tidak masalah dari mana kalian berasal. Jangan dengarkan orang yang mengatakan kalian tidak bisa melakukannya. Percayalah pada diri sendiri,” tuturnya.
Putellas diketahui memperoleh bunyi terbanyak dari panel jurnalis internasional yang berasal dari 50 negara dengan peringkat tertinggi FIFA.
Mengenal sosok Alexia Putellas
Dijuluki La Reina atau Sang Ratu, Putellas dikenal berkah kapasitas mengolah bola, menciptakan peluang, hingga mencetak gol.
Putellas lahir dan tumbuh di Mollet de Vallès, sebuah daerah di Catalonia yang terletak sekitar 19 kilometer di sebelah timur laut Barcelona, Spanyol.
Ia mulai bermain sepak bola di jalanan sejak kecil. Tak durasi kemudian, Putellas menjadi peminat Barcelona dan rutin menyaksikan pertandingan klub tersebut di Camp Nou.
Karena pertandingan sepak bola selalu ditayangkan di televisi rumahnya, ia tumbuh dengan mengidolakan mantan pemain Barcelona sekaligus tim nasional Spanyol, Andrés Iniesta, serta dua legenda sepak bola Brazil, Rivaldo dan Ronaldinho.
Setelah mengikuti kamp sepak bola musim panas yang diselenggarakan Xavi, Putellas sempat bermain untuk klub lokal CE Sabadell. Ia kemudian menghabiskan satu tahun di La Masia, akademi sepak bola populer milik Barcelona.
Setelah tim putri yang dibelanya dibubarkan, Putellas melanjutkan pekerjaan berbareng Espanyol dan Levante sebelum akhirnya balik ke Barcelona pada 2012.
Keputusan tersebut menjadi mula dari perjalanan pekerjaan selama 14 tahun berbareng klub masa kecilnya. Selama masa itu, Putellas berhasil mengoleksi 38 trofi, termasuk 10 gelar liga dan empat gelar perlombaan Eropa.
Alexia Putellas bangkit setelah lewati masa sulit
Namun, salah satu masa tersulit dalam kariernya datang setelah ia memenangkan Ballon d’Or untuk pertama kalinya pada 2021. Putellas mengalami cedera ACL tepat menjelang Piala Eropa Wanita 2022 sehingga mesti absen dari turnamen tersebut.
Meskipun statis berhasil mempertahankan gelar Ballon d’Or pada tahun yang sama, Putellas membutuhkan waktu untuk balik memberitahu performa terbaiknya.
Ia juga cuma mendapatkan peran terbendung ketika tim nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia Wanita 2023, sebuah situasi yang tentu tidak gampang bagi pemain sekelas dirinya.
Putellas kemudian mencetak gol pada final Liga Champions Wanita 2024 dan terus menaikkan penampilannya pada musim berikutnya.
Ketika Aitana Bonmatí mesti absen selama lima bulan akibat cedera pada musim 2025–2026, Putellas memungut peran krusial dalam mengatur serangan Barcelona. Ia pun mengakhiri musim dengan meraih empat gelar berbareng klubnya.
Prestasi tersebut bukan satu-satunya pencapaian yang diraihnya. Pada Juni, Putellas mencetak dua gol ketika Spanyol membantai Inggris dengan skor 4-0. Kemenangan itu memastikan cara Spanyol ke Piala Dunia Wanita 2027, sekaligus menggagalkan upaya tim berjuluk Lionesses tersebut untuk meraih hasil yang lebih baik.
Setelah kontraknya berbareng Barcelona berakhir, Putellas memutuskan meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya untuk mencari tantangan baru.
Keputusan tersebut menjadi momen emosional, baik bagi dirinya maupun para peminat Barcelona yang telah menyaksikan perjalanan kariernya selama bertahun-tahun.
Putellas menerima sejumlah tawaran dari klub-klub di Inggris, Meksiko, dan Amerika Serikat. Namun, ia akhirnya memilih bergabung dengan London City Lionesses, klub yang tengah mengembangkan proyek ambisius milik pengusaha asal Amerika Serikat, Michelle Kang, pada Juli 2026.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)