Jika Anda menggunakan laptop lawas dengan kartu WiFi Qualcomm Atheros dan sering mengalami masalah laptop tidak bisa bangun setelah suspend, ada berita baik nih guys. Setelah melakukan proses troubleshooting cukup panjang, akhirnya penyebab masalah sukses ditemukan dan solusinya pun cukup sederhana.
Nah kasus yang saya alami ini sebenarnya cukup klasik, dimana laptop dapat masuk ke mode suspend dengan normal, namun ketika dibangunkan kembali, layar tetap gelap dan sistem tidak merespon sehingga satu satunya langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan hard reset.
Awalnya memang cukup susah untuk mencari penyebabnya lantaran tidak ditemukan error resume yang jelas pada log sistem. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, ditemukan beberapa pesan error PCIe yang cukup mencurigakan.
Ternyata Mengarah Ke WiFi Card Atheros
Dari log kernel yang ditemukan, ada pesan seperti berikut:
pci 0000:03:00.0: PCIe Bus Error: severity=Correctabledevice [168c:0034]
RxErr / BadDLLP
Dan setelah dicocokkan dengan perangkat yang digunakan, device ID tersebut rupanya mengarah ke kartu WiFi Qualcomm Atheros AR9462 yang menggunakan driver Linux ath9k.

Untuk memastikannya, saya menjalankan perintah berikut:
lspci -knn | grep -A 3 "Network"
Nah bagi pengguna Linux yang sudah cukup lama berkutat dengan hardware lawas, nama ath9k sebenarnya sudah cukup terkenal lantaran memang beberapa kali dilaporkan mempunyai masalah suspend dan resume pada kernel tertentu.
Percobaan Perbaikan
Nah untuk memastikan apakah betul WiFi menjadi penyebab utama, saya mencoba melepas driver WiFi terlebih dulu sebelum melakukan suspend dengan perintah:
sudo modprobe -r ath9kDan setelah driver di lepas, laptop saya coba kembali masuk ke mode suspend dan hasilnya, betul saja, laptop akhirnya bisa bangun dari suspend dengan normal tanpa hang ataupun layar gelap seperti sebelumnya.
Dengan kata lain, penyebab utama masalah pada perangkat ini memang berasal dari driver WiFi ath9k yang kandas melakukan inisialisasi ulang saat proses resume.
Solusi Permanen?
Nah lantaran penyebabnya sudah diketahui, berbekal info dari beberapa website dengan pembahasan serupa dan juga dibantu ChatGPT tentunya, solusi permanen pun bisa diterapkan dengan membikin systemd service yang bakal me-reload driver WiFi secara otomatis saat proses suspend dan resume.
Terkait perihal tersebut, saya akhirnya membikin file berikut :
sudo nano /etc/systemd/system/ath9k-resume-fix.serviceYang selanjutnya di isi dengan konfigurasi yang sesuai untuk melepas dan memuat ulang driver ath9k ketika sistem memasuki mode sleep.

Setelah service diaktifkan, proses suspend dan resume dapat melangkah normal tanpa perlu melepas driver secara manual setiap kali laptop bakal masuk ke mode sleep.
Tapi Kenapa Ini Bisa Terjadi?
Bisa dibilang, saat sistem melakukan suspend, seluruh perangkat keras juga masuk ke mode irit daya. Ketika resume, driver kudu bisa menginisialisasi ulang perangkat tersebut agar dapat digunakan kembali.
Nah pada kasus tertentu, driver ath9k kandas melakukan proses tersebut sehingga kernel kehilangan komunikasi dengan perangkat WiFi yang mengakibatkan proses resume tidak pernah selesai dan sistem terlihat seperti hang total.
Masalah ini sendiri bukan perihal baru dan cukup banyak ditemukan pada laptop lawas yang tetap menggunakan chipset Qualcomm Atheros seri AR9462, AR9485, dan beberapa family yang menggunakan driver ath9k.
Kenapa Baru Ketahuan Sekarang?
Agak sedikit kocak memang, padahal saya sudah pakai Linux cukup lama di Laptop Asus K401UQK ini. Jadi guys, sedikit info saja bahwa sebenarnya ini bukan masalah baru lantaran memang dulu sempat bermasalah juga, hanya saja dulu tidak terlalu saya fikirkan mengingat jarang banget laptop ini saya suspend lantaran memang battery nya sudah soak dan hubungan WiFI selalu Off mengingat saya pakai kabel LAN.
Namun setelah saya perbaiki untuk mengembalikan fungsinya sebagai laptop, akhirnya masalah ini cukup terasa, apalagi jika saya mau membuka laptop untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
Nah dengan diperbaikinya masalah ini, sekarang laptop Asus K401UQK dengan Linux Elementary OS 8.1 ini sudah melangkah makin sempurna. Mantapp.

Apakah Anda punya hambatan serupa? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
English (US) ·
Indonesian (ID) ·