Kincai Media ,JAKARTA -- Zakat tidak hanya membersihkan kekayaan orang yang menunaikannya, tetapi juga menyucikan hati orang yang menerimanya. Menurut Syekh Yusuf Qardhawi, amal dapat menghilangkan penyakit rawan berupa hasad, dengki, dan kebencian yang kerap muncul akibat himpitan kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dengan zakat, hubungan persaudaraan di tengah masyarakat tetap terjaga dan rasa permusuhan antara si kaya dan si miskin dapat dicegah.
Syekh Yusuf Qardawi dalam kitab Fiqhuz Zakat menerangkan bahwa amal bagi si penerima bakal membersihkannya dari sifat dengki dan benci. Manusia jika kefakiran membuatnya kelelahan dan kebutuhan hidup menimpanya dengan berat, sementara di sekelilingnya dia memandang orang-orang hidup dengan bersenang-senang dan hidup dalam keleluasaan, tetapi tidak memberikan pertolongan kepadanya, apalagi mereka membiarkannya dalam cengkeraman kefakiran, pasti orang fakir ini hatinya bakal tidak suka dan murka kepada masyarakat yang membiarkannya.
"Sebab kebakhilan dan keakuan hanyalah bakal melahirkan kedengkian dan kehasadan kepada setiap orang yang mempunyai kenikmatan," tulis Syekh Yusuf Qardawi dalam bukunya.
Islam telah menegakkan hubungan antara sesama manusia atas dasar persaudaraan di antara mereka. Landasan persaudaraan ini adalah kesamaan kemanusiaan dan kesamaan akidah.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jadilah Anda sekalian hamba Allah yang bersaudara."
Beliau juga bersabda, "Setiap Muslim adalah kerabat sesama Muslim."
Menurut Syekh Yusuf Qardawi, persaudaraan ini tidak bakal tegak jika seorang kerabat kenyang dan yang lainnya lapar. Padahal dia yang kenyang mengetahui saudaranya lapar tetapi dibiarkan dan tidak diberikan pertolongan. Jika demikian, maka perihal ini berfaedah memutuskan unsur-unsur persaudaraan dan menyalakan api kebencian dan hasad dalam dada orang fakir yang terhalang mendapatkan rezeki terhadap orang kaya yang mempunyai kekayaan benda. Sementara ajaran Islam tidak mau perihal tersebut terjadi.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·