Bunda merasa lebih banyak cicak di rumah saat sedang musim panas? Yuk simak argumen ilmiahnya di sini.
Saat musim tandus mulai tiba, banyak orang merasa cicak di rumah tampak lebih sering muncul. Reptil mini ini terlihat merayap di dinding, plafon, hingga berkumpul di sekitar lampu pada malam hari.
Kondisi tersebut sering menimbulkan pertanyaan, apakah cicak memang lebih aktif saat cuaca panas? Secara ilmiah, jawabannya adalah iya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meningkatnya kemunculan cicak pada musim tandus berangkaian erat dengan perubahan suhu, kesiapan makanan, serta kondisi rumah yang menawarkan lingkungan ideal bagi mereka. Kehadiran cicak bukan pertanda mistis, melainkan respon alami terhadap perubahan lingkungan.
Mengutip Times of India, mari telaah argumen cicak sering muncul selama musim kemarau.
Cicak sering muncul saat musim kemarau
Jenis cicak yang paling sering dijumpai di rumah adalah house gecko alias cicak rumah. Hewan ini telah beradaptasi sangat baik dengan lingkungan perkotaan dan permukiman manusia.
Dinding, langit-langit, celah tembok, hingga perspektif ruangan menyerupai kediaman alami mereka di alam liar, seperti kulit pohon, celah batu, dan gua kecil. Untuk itu, rumah bukanlah tempat asing bagi cicak, melainkan bagian dari area hidup dan berburu mereka.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Urban Ecology menunjukkan bahwa reptil yang hidup di area perkotaan mengalami perubahan perilaku yang membikin mereka semakin nyaman tinggal di sekitar gedung buatan manusia.
Rumah menawarkan suhu stabil
Salah satu argumen utama cicak masuk ke rumah adalah kondisi suhu yang lebih stabil. Cicak merupakan hewan ektotermik, ialah tidak dapat mengatur suhu tubuhnya sendiri. Mereka berjuntai pada suhu lingkungan untuk tetap aktif dan memperkuat hidup.
Saat musim kemarau, suhu di luar rumah bisa sangat panas pada siang hari. Sementara suhu di dalam rumah condong lebih sejuk dan konstan.
Rumah juga memberikan perlindungan dari hujan, angin, dan paparan sinar mentari langsung. Kondisi ini membikin cicak merasa lebih kondusif dan nyaman.
Banyak serangga, banyak cicak
Cicak datang ke rumah terutama untuk mencari makan. Makanan utama mereka adalah serangga mini seperti nyamuk, lalat, ngengat, semut, dan serangga mini lainnya. Rumah sering menjadi tempat favorit serangga lantaran adanya aroma makanan, tempat sampah, kelembapan, dan sinar lampu. Ketika populasi serangga meningkat, cicak pun ikut berdatangan.
Lampu menjadi tempat berburu favorit cicak
Lampu rumah, baik LED, neon, maupun lampu dekoratif, sangat menarik bagi beragam jenis serangga pada malam hari. Cicak dengan sigap belajar bahwa area di sekitar lampu merupakan letak terbaik untuk berburu. Itu sebabnya cicak paling sering terlihat di dekat lampu dinding, plafon sekitar bohlam, serta area jendela dan anjungan yang terang. Semakin banyak pencahayaan pada malam hari, semakin besar kemungkinan cicak berkumpul di sekitarnya.
Celah dan perspektif rumah menjadi tempat persembunyian cicak
Cicak memerlukan tempat kondusif untuk berlindung dari predator. Rumah menyediakan banyak letak yang sesuai, seperti retakan dinding, perspektif plafon, belakang lemari, celah keramik bilik mandi, penyimpanan dan area penyimpanan. Tempat-tempat tersebut sangat mirip dengan letak persembunyian alami mereka di alam.
Kelembapan rumah menarik cicak
Meski musim tandus identik dengan cuaca kering, beberapa bagian rumah tetap lembap, terutama dapur dan bilik mandi. Cicak mendapatkan kebutuhan air dari udara lembap, embun, dan permukaan basah.
Ada beberapa kondisi yang condong lebih menarik bagi cicak, antara lain:
- Keran bocor
- Dinding lembap
- Saluran air terbuka
- Ventilasi buruk
Kelembapan ini juga mendukung kehadiran serangga yang pada akhirnya menjadi sumber makanan cicak.
Musim tandus bikin cicak lebih aktif
Perubahan musim memengaruhi kegiatan cicak. Saat memasuki musim kemarau, suhu yang lebih hangat meningkatkan metabolisme mereka sehingga aktivitas menjadi lebih aktif.
Selain itu, populasi serangga biasanya meningkat pada kondisi hangat sehingga cicak lebih sering berburu dan lebih mudah terlihat oleh penunggu rumah. Dengan kata lain, bukan berfaedah cicak baru datang saat musim kemarau. Mereka mungkin sudah berada di sekitar rumah, namun aktivitasnya menjadi lebih intens sehingga kehadirannya mencolok.
Mitos cicak pertanda buruk
Di tengah masyarakat, cicak sering dikaitkan dengan beragam kepercayaan, mulai dari pertanda keberuntungan hingga berita buruk. Namun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung dugaan tersebut. Kehadiran cicak sepenuhnya dipengaruhi oleh aspek biologis dan lingkungan, seperti makanan, suhu, tempat berlindung, dan kelembapan.
Cara mengurangi cicak di rumah
Jika mau mengurangi jumlah cicak, langkah terbaik adalah menghilangkan hal-hal yang menarik perhatian mereka. Berikut beberapa perihal yang bisa Bunda lakukan di rumah.
- Kurangi jumlah serangga di dalam rumah.
- Tutup retakan dan celah tembok.
- Keringkan area lembap.
- Bersihkan dapur dan bilik mandi secara rutin.
- Atur penggunaan lampu pada malam hari.
Cara-cara di atas efektif lantaran menghilangkan sumber makanan dan tempat persembunyian yang disukai cicak.
Jadi, jika Bunda merasa cicak semakin banyak muncul ketika tandus tiba, perihal tersebut merupakan kejadian alam yang sepenuhnya normal. Bagi cicak, rumah manusia merupakan kediaman yang nyaman dan strategi untuk memperkuat hidup.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·