Jakarta -
Pernah enggak sih, Bunda membayangkan sungguh serunya punya bayi kembar? Dua bayi datang sekaligus, wajah yang mirip, apalagi sering disebut punya 'ikatan batin' yang kuat sejak dalam kandungan. Tapi di kembali keistimewaan itu, kehamilan kembar rupanya bukan perihal yang umum terjadi, lho.
Banyak orang mengira kehamilan kembar bisa terjadi begitu saja. Padahal, ada proses biologis yang cukup kompleks dan peluangnya pun relatif mini dibandingkan kehamilan tunggal. Lalu, sebenarnya apa yang membikin kehamilan bayi kembar lebih jarang terjadi?
Yuk, kita telaah Bunda!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa kehamilan kembar lebih jarang terjadi?
Secara alami, tubuh wanita biasanya hanya melepaskan satu sel telur setiap siklus ovulasi. Proses ini dikenal sebagai ovulasi. Nah, di sinilah kuncinya: kehamilan kembar hanya bisa terjadi dalam kondisi tertentu yang tidak selalu muncul di setiap siklus.
Dua jenis kehamilan kembar
1. Kembar identik (monozigot)
Kembar identik terjadi ketika satu sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi dua embrio, alias dikenal sebagai kembar monozigot.
Menurut studi di jurnal Fertility and Sterility, kejadian ini hanya sekitar 3–4 per 1.000 kelahiran dan condong stabil di seluruh dunia. Selain itu, penelitian dalam Journal of Clinical Medicine menyebut peluangnya hanya sekitar 0,4 persen dari seluruh kehamilan alami, serta terjadi secara random dan belum sepenuhnya dipahami mekanismenya.
2. Kembar tidak identik (dizigot)
Kembar tidak identik terjadi saat dua sel telur dibuahi secara bersamaan, yang dikenal sebagai kembar dizigot. Jenis ini lebih sering terjadi dibanding kembar identik, namun tetap tergolong jarang lantaran tubuh tidak selalu melepaskan dua sel telur dalam satu siklus.
Seberapa jarang kehamilan kembar?
Penelitian dalam bagian kedokteran reproduksi menunjukkan bahwa, kehamilan kembar hanya terjadi sekitar 2–3 persen dari seluruh kelahiran (ScienceDirect/Elsevier). Studi lain di PubMed Central menyebut nomor ini berkisar 2–4 persen secara global. Selain itu, informasi populasi dalam jurnal Nature juga menegaskan bahwa kehamilan kembar tetap menjadi minoritas dibanding kehamilan tunggal. Artinya, dari 100 kehamilan, hanya sekitar 2–4 yang merupakan kehamilan kembar.
Faktor yang bisa meningkatkan peluang
Walaupun jarang, ada beberapa aspek yang dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar:
1. Faktor genetik
Riwayat kembar dalam keluarga, terutama dari garis ibu, dapat meningkatkan kesempatan kembar tidak identik.
2. Usia ibu
Menurut jurnal Reproduction dari Oxford Academic, wanita yang mengandung di usia lebih matang mempunyai kesempatan lebih besar mengalami ovulasi lebih dari satu sel telur.
3. Program kehamilan
Teknologi seperti in vitro fertilization (IVF) berkontribusi pada peningkatan nomor kehamilan kembar lantaran memungkinkan penanaman lebih dari satu embrio.
4. Hormon
Hormon seperti follicle stimulating hormone dapat memicu pelepasan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus.
Kenapa tetap jarang terjadi?
Meski terdengar spesial, kehamilan kembar memang tidak sering terjadi. Ada beberapa argumen ilmiah kenapa perihal ini tetap tergolong jarang, Bunda:
1. Tubuh secara alami 'dirancang' untuk satu janin
Dalam satu siklus, tubuh wanita biasanya hanya melepaskan satu sel telur melalui proses Ovulasi. Artinya, secara alami tubuh memang mempersiapkan kehamilan untuk satu bayi saja, bukan dua sekaligus.
2. Pelepasan dua sel telur tidak sering terjadi
Untuk menghasilkan kembar tidak identik, tubuh kudu melepaskan dua sel telur dalam satu waktu. Ini dipengaruhi hormon seperti Follicle Stimulating Hormone, tapi kondisi ini tidak terjadi di setiap siklus. Makanya, kesempatan kembar jenis ini tetap terbatas.
3. Kembar identik terjadi secara acak
Pada kembar identik, satu sel telur yang sudah dibuahi bakal membelah menjadi dua embrio (Kembar monozigot). Masalahnya, proses ini terjadi secara spontan, tidak bisa diprediksi dan tidak dipengaruhi genetik secara kuat. Itulah kenapa jumlahnya sangat mini di seluruh dunia.
4. Tidak semua embrio bisa bertahan
Dalam beberapa kasus, meskipun awalnya ada dua embrio, tidak semuanya berkembang dengan baik. Kondisi seperti ini dikenal sebagai vanishing twin syndrome. Akibatnya, kehamilan tetap bersambung sebagai kehamilan tunggal.
5. Faktor pendukung tidak selalu ada
Memang ada aspek yang bisa meningkatkan kesempatan kembar, seperti, usia ibu, riwayat family dan program bayi tabung seperti in vitro fertilization (IVF). Namun tanpa faktor-faktor ini, kesempatan kehamilan kembar secara alami tetap kecil.
Risiko yang perlu diperhatikan
Kehamilan kembar memang membawa kebahagiaan ganda, tapi di sisi lain juga memerlukan perhatian ekstra. Dibandingkan kehamilan tunggal, akibat komplikasinya condong lebih tinggi, sehingga Bunda perlu lebih rutin melakukan kontrol ke dokter.
Berikut beberapa akibat yang perlu diperhatikan:
1. Kelahiran prematur
Salah satu akibat paling umum adalah prematuritas. Bayi kembar sering lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu lantaran rahim kudu menampung lebih dari satu janin. Kelahiran prematur bisa berakibat pada perkembangan organ bayi, terutama paru-paru.
2. Berat badan lahir rendah
Bayi kembar lebih berisiko mengalami berat badan lahir rendah. Hal ini terjadi lantaran nutrisi dari ibu kudu dibagi ke dua janin, sehingga masing-masing bayi bisa mempunyai berat yang lebih mini dibanding bayi tunggal.
3. Tekanan hipertensi saat hamil
Kehamilan kembar meningkatkan akibat preeklamsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan hipertensi dan bisa berakibat serius jika tidak ditangani dengan baik, baik untuk ibu maupun bayi.
4. Diabetes gestasional
Bunda yang mengandung kembar juga lebih berisiko mengalami Diabetes gestasional. Kondisi ini perlu dikontrol dengan pola makan dan pemantauan medis agar tidak memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
5. Komplikasi pada plasenta
Pada beberapa kasus, kehamilan kembar, terutama kembar identik bisa mengalami masalah seperti twin-to-twin transfusion syndrome. Kondisi ini terjadi ketika satu bayi menerima lebih banyak darah dibandingkan yang lain, sehingga bisa membahayakan keduanya.
6. Persalinan dengan operasi caesar
Kehamilan kembar mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk melahirkan melalui operasi caesar, terutama jika posisi bayi tidak ideal alias terjadi komplikasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·